SRIPOKU.COM, LAHAT – Dinas Perkebunan (Disbun) Lahat terus bergerak memantau perkembangan kebun mata tunas (entres) kopi robusta di Desa Geramat, Kecamatan Mulak Ulu, Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan.
Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk menentukan pohon kopi mana yang benar-benar layak dijadikan sumber benih kopi robusta unggulan.
Nantinya, pohon kopi tersebut akan jadi penentu masa depan kualitas kopi Lahat di masa mendatang.
Sejumlah aspek krusial langsung jadi sorotan tim di lapangan.
Baca juga: Harga Kopi di Empat Lawang Naik Tipis, Petani Berharap Harga Bisa Menyamai Rekor Tahun Lalu
Mulai dari produktivitas tanaman, mutu hasil panen, kondisi lingkungan, hingga cara petani mengelola dan membudidayakan kopi, semua diperiksa ketat, tanpa kompromi.
"Alhamdulillah saat ini kebun entres kopi robusta kita sudah berbuah pasir. Ini yang terus kita pantau, melihat batang mana yang paling baik dan produktif untuk jadi indukan entres," ujar Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Lahat, Vivi Anggraeni, S.STP., M.Si., Selasa (5/5/2026).
Vivi menyebut, jika lolos kebun tersebut akan naik kelas menjadi pusat benih unggulan, sekaligus kebun percontohan.
Namun jika tidak memenuhi standar, jelas akan tersingkir dari daftar.
Dengan demikian, peningkatan kualitas produksi kopi di tingkat petani bisa lebih merata.
"Evaluasi ini menjadi langkah awal untuk memastikan bahwa kebun yang ditetapkan benar-benar memenuhi standar sebagai sumber benih unggul,” ujar Vivi.
Di sisi lain, Vivi mengatakan, langkah ini sekaligus jadi bagian upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan petani.
Baca juga: Petani Didorong Naik Kelas, KADIN Sumsel Dorong Tata Niaga Kopi Pagaralam Tembus Pasar Global
Serta memperkuat daya saing kopi robusta asal Lahat di pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.
"Kita berharap, kebun entres ini nantinya tidak hanya jadi pusat penyediaan benih entres berkualitas, tapi juga dapat berfungsi sebagai kebun percontohan bagi petani kopi lainnya," kata Vivi.