Cuaca Surabaya Hari Ini Rabu 6 Mei 2026: Didominasi Berawan, Suhu Capai 35 Derajat Celsius
Putra Dewangga Candra Seta May 06, 2026 05:50 AM

 

SURYA.co.id – Kota Surabaya diperkirakan akan mengalami cuaca yang relatif stabil pada Rabu, 6 Mei 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda merilis prakiraan cuaca terbaru untuk wilayah Kota Surabaya.

Sepanjang hari, kondisi cuaca didominasi oleh langit berawan dengan beberapa periode cerah berawan.

Pada dini hari hingga pagi, cuaca cenderung berawan tanpa potensi hujan signifikan.
Memasuki siang hari, suhu udara diperkirakan meningkat cukup tinggi.

Suhu maksimum bahkan bisa mencapai 35 derajat Celsius.

Sementara itu, arah angin bertiup dari timur dengan kecepatan sekitar 25 km per jam.

CUACA SURABAYA - Ilustrasi cuaca Surabaya hari ini, Minggu 5 April 2026.
CUACA SURABAYA - Ilustrasi cuaca Surabaya hari ini, Minggu 5 April 2026. (Surya.co.id/Ahmad Zaimul Haq)

Kondisi ini berpotensi membuat udara terasa cukup panas di siang hari.

Masyarakat diimbau tetap memperhatikan kondisi cuaca sebelum beraktivitas di luar ruangan.

Cuaca Pagi di Surabaya

Pada pukul 01.00 hingga 04.00 WIB, cuaca di Surabaya diperkirakan berawan.

Memasuki pukul 07.00 WIB, kondisi berubah menjadi cerah berawan.

Cuaca pagi yang relatif teduh ini cukup mendukung aktivitas seperti berangkat kerja atau sekolah.

Cuaca Siang di Surabaya

Mulai pukul 10.00 hingga 16.00 WIB, cuaca kembali didominasi berawan.

Meski tidak ada indikasi hujan, suhu udara terus meningkat hingga kisaran tertinggi 35 derajat Celsius.

Kondisi ini dapat memicu rasa gerah, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan.

Cuaca Malam di Surabaya

Pada pukul 19.00 hingga 22.00 WIB, cuaca diperkirakan cerah berawan.

Suhu udara mulai menurun, namun tetap terasa hangat.

Kondisi ini cukup nyaman untuk aktivitas malam hari di luar rumah.

Tips Menghadapi Cuaca Surabaya Hari Ini

Agar tetap nyaman beraktivitas, warga disarankan menggunakan pelindung seperti topi atau payung saat siang hari.

Pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan minum air yang cukup, terutama saat suhu sedang tinggi.

Gunakan pakaian berbahan ringan untuk mengurangi rasa panas.

Selain itu, perhatikan kondisi kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering

Musim kemarau tahun 2026 datang lebih awal dan akan berlangsung lebih lama dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

Dimulai bulan April, musim kemarau yang disertai dengan fenomena el nino akan berlangsung hingga bulan November 2026 mendatang.

Kepala BMKG Juanda Taufiq Hermawan menegaskan berdasarkan prediksi, puncak musim kemarau el nino tahun ini akan berlangsung di sekitar bulan Agustus. 

Untuk itu pihaknya mengimbau agar seluruh elemen mulai melakukan antisipasi dampak kemarau mulai dari kekeringan hingga kebakaran hutan dan lahan.

Meski begitu, dalam rangka wawancara bersama Surya.co.id usai rakor bersama Pemprov Jawa Timur, Taufiq menegaskan bahwa ada yang harus diluruskan terkait sebutan el nino godzilla yang belakangan ramai diperbincangkan masyarakat.

“Jadi sebenarnya tidak ada istilah el nino godzilla. Kalau bicara el nino maka juga harus disebutkan intensitasnya. Berdasarkan El Nino-Southern Oscillation (ENSO), parameternya hanya ada tiga. Yaitu lemah, moderate, atau kuat,” tegasnya. 

Dikatakannya, berdasarkan parameter El ENSO atau suhu permukaan laut di Samudera Pasifik, di tahun ini angkanya yang baru mencapai 0, belum angka 1. Sehingga masih dalam kategori lemah.

Jawa Timur sendiri dikatakan Taufiq pernah mengalami tingkat parameter el nino kuat di tahun 2023.

Saat itu bahkan sampai menyebabkan kebakaran hutan dan lahan yang cukup hebat di sejumlah wilayah di Jatim. 

Bahkan kebakaran hutan di kawasan Kaliandra di saat itu harus dilakukan pemadaman dengan menggunakan helikopter melalui teknik water bombing. Selain itu, el nino dengan tingkat kuat juga memicu kekeringan dan kelangkaan air bersih.

“Sejak tahun 2023, angkanya terus melandai di tahun 2024, 2025 berdasar dari parameter ENSO ya,” ujar Taufiq.

“Di 2026 ini karena nilainya yang sudah saya jelaskan tadi masih belum 1 ya, masih 0, nah ini harapannya juga tidak moderat, tidak sampai moderat. El Nino lemah saja,” sambungnya.

Meski begitu, Taufiq mengapresiasi bahwa kondisi ini disikapi baik dan mitigatif oleh Pemprov Jatim untuk menjaga ketahanan pangan dan mencegah karhutla perlu dilakukan.

“Karena musim kemarau tahun 2026 di Jawa Timur berpotensi lebih kering,” ungkapnya.(Fatimatuz Zahro/Putra Dewangga)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.