TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Menteri Kesehatan mendatangi RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, pada Rabu (5/5/2026).
Kedatangan Menkes Budi Gunadi Sadikin ke Jambi, terkait kasus kematian dr Myta Aprilia Azmy.
"Besok (hari ini, Rabu) beliau InsyahAllah hadir, mudah-mudahan memberikan perubahan yang positif untuk kita," ujar Hermansyah, Selasa (5/5/2026).
Menkes terbang dari Jakarta ke Bandara Sultan Thaha Jambi. Setelah itu meluncur ke RSUD Kuala Tungkal Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Di sana, Menkes akan melakukan pertemuan dengan para dokter internship.
Sejauh ini, hasil investigasi terkait meninggalnya dokter internship alias dokter magang di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal, hingga kini belum diungkap secara resmi ke publik.
Sebelumnya, dokter lulusan Universitas Sriwijaya tersebut meninggal dunia pada Jumat (1/5/2026).
Sejak itu, perhatian publik terus menguat, terutama setelah tim investigasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia turun langsung ke Jambi.
Pada Senin (4/5/2026), tim Kemenkes melakukan pemeriksaan di dua rumah sakit, yakni RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal dan RSUD Raden Mattaher, hingga malam hari.
Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi terkait hasil investigasi awal maupun dugaan penyebab kematian.
Saat dimintai keterangan oleh awak media pada Senin malam, tim Kemenkes memilih tidak memberikan komentar.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Ike Silviana, menyampaikan bahwa seluruh hasil investigasi akan diumumkan langsung oleh Kemenkes melalui rilis resmi.
“Tunggu saja press release-nya. Dari Kemenkes nanti akan disampaikan secara menyeluruh agar tidak terjadi miskomunikasi,” ujarnya, Senin (4/5) malam.
Senada, Wakil Direktur Pelayanan RSUD Raden Mattaher, Anton Trihartanto, mengatakan pihaknya telah meminta agar informasi terkait kasus tersebut disampaikan secara terbuka kepada publik.
“Kami juga minta difasilitasi karena masyarakat ingin tahu. Saat ini Kemenkes masih melakukan investigasi,” katanya.
Anton menambahkan, pihak rumah sakit telah menyerahkan seluruh dokumen yang dibutuhkan, termasuk kronologi dan data medis, kepada tim investigasi.
“Kami sudah menyerahkan laporan lengkap dan seluruh data sesuai prosedur rumah sakit,” jelasnya.
Ia juga menyebut bahwa saat menjalani perawatan di RSUD Raden Mattaher, kondisi dr Myta dinilai belum dalam keadaan kritis.
“Saat dirawat, kondisinya masih seperti pasien umum, sehingga diperbolehkan pulang setelah mendapat penanganan,” ujarnya.
Bisa Dibekukan
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menegaskan akan mengambil tindakan tegas jika ditemukan adanya kelalaian dalam kasus meninggalnya dokter internship, dr Myta Aprilia Azmy.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah pembekuan sementara operasional wahana internsip maupun fasilitas layanan kesehatan terkait, termasuk RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Aji Muhawarman, menyatakan sanksi tersebut akan diberlakukan apabila hasil investigasi menemukan adanya pelanggaran standar atau unsur kelalaian.
“Apabila ditemukan ketidaksesuaian standar atau kelalaian, Kemenkes akan mengambil langkah tegas, termasuk pembekuan sementara wahana internsip maupun fasilitas kesehatan yang terlibat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (4/5/2026).
Ia menjelaskan, pembekuan bersifat sementara dan akan berlaku hingga seluruh rekomendasi perbaikan dari hasil evaluasi dijalankan secara tuntas.
Saat ini, Kemenkes masih melakukan pendalaman melalui audit rekam medis serta penelusuran proses pemeriksaan kesehatan (medical check-up) yang dijalani almarhumah sebelum menjalani program internship.
Selain itu, tim investigasi juga menghimpun keterangan dari berbagai pihak, mulai dari keluarga, rekan sejawat, pendamping internship, hingga tenaga kesehatan yang terlibat dalam penanganan dr Myta.
“Informasi terkait kondisi kesehatan almarhumah, termasuk kemungkinan adanya penyakit penyerta, akan diverifikasi terlebih dahulu,” kata Aji.
Ia menegaskan, pihaknya belum dapat menyampaikan penyebab pasti kematian sebelum seluruh proses investigasi selesai.
“Hasil investigasi akan menjadi dasar penguatan sistem, termasuk evaluasi nasional terhadap skrining kesehatan, pengawasan peserta, serta mekanisme perlindungan dokter internsip agar kejadian serupa tidak terulang,” jelasnya.
Kasus ini mencuat setelah dr Myta Aprilia Azmy, dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, diduga mengalami kelelahan ekstrem saat menjalani tugas internship.
Dugaan beban kerja berlebih langsung memicu perhatian luas, baik dari masyarakat maupun organisasi profesi.
Menindaklanjuti hal tersebut, Kemenkes telah menurunkan tim investigasi ke Jambi untuk melakukan audit menyeluruh terhadap sistem kerja dan pelayanan di rumah sakit tempat korban bertugas.
Menkes ke Jambi
Dua hari setelah tim Kementerian Kesehatan RI melakukan investigasi di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dijadwalkan turun langsung ke lokasi pada Rabu (6/5/2026).
Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari penyelidikan atas meninggalnya dokter internship, dr Myta Aprilia Azmy, yang sebelumnya telah ditangani oleh tim Kemenkes.
Sejauh ini, tim Kemenkes telah mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak, baik di RSUD KH Daud Arif maupun RSUD Raden Mattaher Jambi. Namun, hasil investigasi tersebut belum diumumkan secara resmi ke publik.
Berdasarkan agenda yang beredar, Menkes dijadwalkan tiba di Jambi sekitar pukul 07.30 WIB, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Sekretaris Daerah Tanjung Jabung Barat, Hermansyah, menyebut rombongan diperkirakan tiba di Kuala Tungkal sekitar pukul 12.00 WIB dengan pengamanan yang telah disiapkan.
“Besok beliau insya Allah akan hadir, mudah-mudahan memberikan perubahan yang positif untuk kita,” ujar Hermansyah, Selasa (5/5/2026).
Ia menambahkan, pemerintah daerah bersama tim pendamping dari Kemenkes saat ini tengah melakukan pengecekan langsung ke lokasi rumah sakit yang akan dikunjungi.
Selain meninjau lapangan, agenda penting lainnya adalah penyampaian keterangan resmi kepada publik. Pemerintah memastikan konferensi pers akan digelar langsung di RSUD KH Daud Arif.
“Iya, besok langsung konferensi pers di sini, semoga berjalan lancar,” pungkasnya.
IDI Tunggu Pengumuman Resmi
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Jambi, Zuhdi Darma, menyatakan proses pengumpulan fakta di lapangan telah selesai dilakukan bersama tim Kemenkes.
Namun, ia menegaskan bahwa pengumuman hasil investigasi sepenuhnya menjadi kewenangan Kemenkes.
“Kami sudah melakukan investigasi bersama. Untuk hasilnya, akan diumumkan oleh Kemenkes. Kita tunggu finalisasi di pusat,” katanya, Selasa (5/5).
Sebagai langkah antisipasi, IDI telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh cabang di kabupaten/kota untuk memperketat pengawasan terhadap dokter internship.
“Kami minta pelaksanaan internship dipantau ketat agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.
DPRD Desak Transparansi
Di sisi lain, DPRD Provinsi Jambi mendesak agar hasil investigasi dibuka secara transparan kepada publik.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, menilai kasus ini telah menjadi perhatian luas masyarakat dan harus dijelaskan secara terbuka.
“Karena ini sudah menjadi pertanyaan publik, maka hasil investigasi harus dibuka. Publik perlu tahu apa yang sebenarnya terjadi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut keselamatan tenaga medis, khususnya dokter internship.
“Ini menyangkut nyawa manusia. Jangan sampai ada perlakuan yang tidak semestinya terhadap dokter muda,” tegasnya.
Menurutnya, jika ditemukan adanya kesalahan, pihak yang bertanggung jawab harus dikenai sanksi sesuai aturan.
“Kalau ada kesalahan, harus dibuka. Ini penting untuk evaluasi ke depan,” katanya.
Ivan juga meminta DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat turut mengawal kasus tersebut melalui rapat dengar pendapat dengan pihak terkait.
“Kami akan terus memantau. Ini bagian dari fungsi pengawasan DPR,” ujarnya.
Ia pun menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhumah dan berharap hasil investigasi memberikan kejelasan serta keadilan bagi semua pihak. (Tribun Jambi)
Baca juga: Cuaca Jambi Hari Ini 6/5/2026, 2 Daerah Waspada Hujan Petir
Baca juga: Tak Mau Damai, Istri Gugat Cerai Dosen Usai Digerebek Bersama Mahasiswi, DK Singgung Cinta
Baca juga: Kemenkes Audit MCU Dokter Myta, Cari Benang Merah Tragedi Internship di Jambi