Jakarta (ANTARA) - Hasil Survei Penduduk Antar Sensus (Supas) 2025 menunjukkan penduduk DKI Jakarta didominasi generasi milenial yakni kelahiran dengan rentang tahun 1981-1996, sebanyak 24,82 persen.
"Generasi milenial (kelahiran 1981-1996) memberikan kontribusi sebesar 24,82 persen terhadap seluruh jumlah penduduk DKI Jakarta (10,72 juta)," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, Kadarmanto dalam siniar yang dipantau di Jakarta, Rabu.
Generasi berikutnya yang memberikan kontribusi terhadap jumlah penduduk Ibu Kota yakni generasi Z (kelahiran tahun 1997-2012), yang memberikan kontribusi sebesar 24,12 persen, diikuti generasi X (kelahiran tahun 1965-1980) dengan kontribusi sebesar 21,85 persen.
Selanjutnya, post generasi Z atau kelahiran tahun 2013 dan seterusnya yang memberikan kontribusi sebesar 17,78 persen terhadap jumlah penduduk DKI Jakarta, diikuti boomer (1946-1964) dengan kontribusi sebesar 10,72 persen, serta pre-boomer (lahir sebelum 1945) yang berkontribusi sebesar 0,71 persen.
"Secara umum sekitar 66,72 persen penduduk DKI Jakarta merupakan generasi Z, milenial, dan post generasi Z," kata Kadarmanto.
Hasil Supas 2025 juga menunjukkan penduduk DKI Jakarta mengalami pertumbuhan penduduk yang positif namun melambat dengan laju 0,32 persen per tahun dalam lima tahun terakhir.
Jumlah penduduk Jakarta berdasarkan hasil Supas 2025 sebanyak 10.724.330 ribu jiwa, meningkat 162.240 ribu jiwa dibandingkan hasil Sensus Penduduk 2020 (SP2020) dan meningkat 1.116.540 jiwa dibandingkan hasil Sensus Penduduk 2010 (SP2010).
Sementara itu, berdasarkan rasio jenis kelamin, jumlah penduduk laki-laki di Jakarta sebanyak 5.371.390 jiwa atau 50,09 persen dari seluruh penduduk, sedangkan jumlah penduduk perempuan sebanyak 5.352.940 ribu jiwa atau 49,91 persen dari seluruh penduduk.
Berdasarkan komposisi jenis kelamin tersebut, rasio jenis kelamin di Jakarta tercatat sebesar 100, yang berarti terdapat sekitar 100 laki-laki untuk setiap 100 perempuan di Jakarta.





