Siswa SMK Kota Pekalongan Kaget Ada Belatung di Menu MBG
khoirul muzaki May 06, 2026 10:07 AM

TRIBUNBANYUMAS.COM, PEKALONGAN - Video berdurasi 32 detik yang memperlihatkan siswa menemukan belatung dalam menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sebuah SMK di Kota Pekalongan viral di media sosial, Senin (4/5/2026).


Peristiwa ini memicu kehebohan, di lingkungan sekolah sekaligus kekhawatiran publik terhadap kualitas makanan program tersebut.

Video yang diunggah akun Instagram @Pekalonganinfo 20 jam yang lalu itu memperlihatkan, suasana ruang kelas yang mendadak ramai. Sejumlah siswa berseragam abu-abu putih, tampak menunjukkan ompreng berisi menu MBG yang mereka terima.


Dalam rekaman video tersebut, siswa menemukan adanya belatung pada makanan, terutama pada lauk ayam berbumbu merah. Temuan ini disebut tidak hanya terjadi pada satu porsi, melainkan pada sebagian besar makanan yang dibagikan kepada siswa.


Salah satu siswa mengungkapkan, awalnya ia mengira hanya satu paket makanan yang bermasalah. Namun, setelah dicek lebih lanjut, banyak siswa lain mengalami hal serupa.


Kejadian tersebut pun memicu kekhawatiran terkait kualitas bahan makanan serta proses pengolahan oleh pihak penyedia program MBG.


Berdasarkan penelusuran Tribunjateng.com, peristiwa itu terjadi di SMK Baitussalam, Kota Pekalongan, yang berada di bawah naungan dapur umum SPPG Podosugih, Kecamatan Pekalongan Barat.


Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kota Pekalongan, R. Atmajaya, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut, pihaknya telah segera melakukan penanganan setelah menerima laporan.

Baca juga: Kades Hoho Ngadu ke Menteri Desa Usai Bupati Tolak Pengangkatan Perangkat Desa Purwasaba


"Betul, kejadian tersebut di SMK Baitussalam, Kota Pekalongan," ujarnya saat dikonfirmasi Tribunjateng.com, Rabu (6/5/2026).


Menurutnya, pihak SPPG langsung berkoordinasi dengan pimpinan, serta melakukan evaluasi terhadap dapur penyedia makanan guna memperketat standar operasional prosedur (SOP).


"Sudah kami koordinasikan dengan pimpinan, dan dilakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang," jelasnya.


Ia juga memastikan, bahwa seluruh makanan yang bermasalah telah ditarik dan diganti pada hari yang sama.


Pihak penyedia makanan pun, telah menyampaikan klarifikasi serta permohonan maaf kepada pihak sekolah.


"Pihak dapur sudah meminta maaf, dan mengganti makanan yang terdampak," tambahnya.


Jaya juga menegaskan, bahwa kejadian tersebut hanya terjadi di satu sekolah, dan menjadi bahan evaluasi serius untuk meningkatkan kualitas serta keamanan makanan dalam program MBG ke depan. (Dro)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.