Unair Gelar Asesmen Kesiapan Belajar Mahasiswa, Tujuannya untuk Ini
GH News May 06, 2026 10:09 AM
Jakarta -

Universitas Airlangga menghadirkan program Asesmen Kesiapan Belajar Mahasiswa untuk pemetaan potensi mahasiswa baru (maba). Asesmen ini berlangsung pada 4-8 Mei 2026 di Kampus Dharmawangsa-B Unair.

Direktur Direktorat Pendidikan Unair, Dr Maftuchah Rochmawati, menyebut asesmen ini menjadi upaya pihaknya untuk meningkatkan kualitas input mahasiswa. Dengan pemetaan yang akurat, Unair bisa merancang program pendampingan yang lebih efektif.

"Sehingga menghasilkan lulusan yang kompeten sesuai dengan profil lulusan yang menjadi harapan program studi masing-masing," tuturnya, dikutip dari laman Unair, Selasa (5/5/2026).

Bukan Bagian dari Seleksi

Lebih lanjut, Maftuchah menekankan bahwa proses asesmen ini tidak ada kaitannya dengan seleksi mahasiswa baru. Dengan demikian, hasilnya tidak akan menggugurkan status para maba ini, karena seluruh peserta sudah dinyatakan diterima secara resmi.

"Jadi, artinya ini tidak ada yang namanya menggugurkan mahasiswa baru. Tujuan asesmen ini adalah supaya kita bisa melakukan pemetaan," imbuh Maftuchah.

Nantinya, asesmen akan mendalami kondisi psikologis dan kesiapan belajar mereka. Unair memahami setiap maba membawa latar belakang yang berbeda-beda, untuk itu kampus penting memahami titik awal setiap mahasiswa sebelum proses akademik berlangsung.

"Universitas perlu memiliki basis data yang kuat untuk memberikan layanan pendidikan yang optimal," ucapnya.

Instrumen asesmen dikelola oleh (AAC) yang menjamin objektivitas dan keakuratan hasil. Terdapat lima instrumen berbeda yang dijalani maba untuk menghasilkan rekomendasi akhir.

Tidak hanya aspek psikologis, asesmen ini juga memuat instrumen English Language Proficiency Test (ELPT). ELPT menjadi bagian dari asesmen kompetensi bahasa Inggris yang nantinya sangat dibutuhkan dalam menunjang studi maba.

Beri Pendampingan Personal

Hasil asesmen nantinya akan membantu universitas untuk memberikan pendampingan secara personal kepada setiap mahasiswa. Maftuchah kembali menekankan bahwa asesmen ini tidak akan mengubah kurikulum dari program studi.

Tapi, data ini bisa digunakan untuk memastikan apakah kurikulum dapat terserap secara optimal oleh mahasiswa. Mahasiswa Unair tidak akan dilepas begitu saja selama berkuliah, mereka dipantau perkembangannya berdasarkan profil yang dipetakan sejak awal melalui asesmen ini.

"Strategi untuk pencapaian targetnya itu bisa jadi akan diarahkan secara personal pada mahasiswa tertentu yang hasilnya direkomendasikan oleh AAC. Sehingga nanti pendampingan dosen walinya akan lebih personal," paparnya.

Ke depan, mahasiswa yang mendapatkan kendala akademik maupun nonakademik dapat memanfaatkan layanan helpdesk di setiap fakultas. Layanan help center yang ada di Unair disebut terkoordinasi secara profesional untuk menangani berbagai keluhan mahasiswa.

Maftuchah berpesan agar maba tidak melihat asesmen ini sebagai beban atau formalitas administratif belaka. Dengan demikian, ia berharap setiap asesmen dikerjakan dengan jujur dan apa adanya.

"Semoga mereka bisa mengikutinya dengan sungguh-sungguh dan mengisi dengan jujur apa adanya sesuai kondisinya. Supaya hasilnya sesuai atau valid dan tindak lanjutnya itu bisa relevan," tandasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.