TRIBUNTRENDS.COM - Kasus dugaan kekerasan yang menyeret Rien Wartia Trigina kembali menjadi sorotan publik. Mantan istri Andre Taulany itu dilaporkan oleh mantan asisten rumah tangganya (ART) berinisial Hera ke Polres Metro Jakarta Selatan atas dugaan penganiayaan.
Hera mengaku mengalami kekerasan fisik dan verbal yang disebut dipicu masalah pekerjaan rumah tangga. Sementara itu, Erin dengan tegas membantah seluruh tuduhan tersebut.
Ia juga mengklaim memiliki sejumlah bukti untuk membantah laporan itu, mulai dari rekaman CCTV, percakapan di aplikasi pesan, hingga keterangan dari sekuriti dan ART lain.
Di sisi lain, muncul pengakuan dari mantan ART lain bernama Nia yang turut menceritakan pengalamannya saat bekerja di rumah Erin. Ia mengaku sempat terkejut dengan sikap Erin yang dianggap tegas dan perfeksionis.
"Awal masuk lumayan, tapi hanya kata-katanya, tegas tapi agak lumayan kasar. Saya kagetnya pas saya jatohin jam dinding enggak sengaja, itu lumayan bikin syok, luar biasa bikin kaget," ujar Nia dilansir dari TribunnewsBogor.com.
Nia juga menuturkan bahwa Erin sangat detail dalam mengatur pekerjaan rumah.
"Alhamdulillah enggak sampai harus bayar (ganti rugi). Tapi enggak sampai kekerasan. Barang-barang harus perfect, enggak boleh diubah, harus detail, bersih. Nanti kalau kurang perfect baru," pungkas Nia.
Baca juga: Erin, Mantan Istri Andre Taulany, Bantah Aniaya ART dan Klaim Punya 14 Rekaman CCTV sebagai Bukti
Setelah enam bulan bekerja, Nia memutuskan berhenti. Ia mengaku sempat mengalami kesulitan karena KTP-nya ditahan dan sisa gajinya belum dibayarkan sepenuhnya.
"Kalau saya KTP saya ditahan, sama kekurangan gaji saya masih kurang. Hanya kurang Rp500 ribu. Belum dikasih, (Erin) janji kalau saya datang lagi (bakal dikasih), tapi saya bilang saya enggak bisa datang lagi tolong ditransfer KTP sama kekurangan gaji," imbuh Nia.
Ia juga menyebut ada kekhawatiran jika kembali bekerja, dirinya akan sulit keluar dari rumah tersebut.
"Takut disuruh kerja lagi di situ, soalnya susah. Kalau udah masuk situ susah keluar. Kalau ibu Erin nyuruh kita pulang ya pulang, tapi kalau kita izin pulang tapi bu Erin enggak ngizinin ya kita enggak bisa pulang," akui Nia.
Selain itu, Nia juga mengungkap bahwa gaji yang diterimanya berada di bawah standar UMR Jakarta.
"Di situ gjih 2,5 Krena pak Andre sanggup segitu, karena saya pegang anak-anak dan yg lainnya jadi gajih 3 juta, sisanya Erin yg byar karena jam kerja sya jga beda SMA mba2 yg di sana jdi agak dibedain," ujar Nia.
Ia juga menjelaskan tugasnya yang cukup berat selama bekerja.
"Ya gaji disitu 3jta itu Massa Allah kerjanya hrus perfek dan harus angkat2 meja sofa blum patung2 yg kecil2 dan naro harus sesuai engga boleh kegeser wlau 1 cm," ungkap Nia.
Mendengar cerita tersebut, sejumlah warganet turut memberikan tanggapan beragam terkait gaji ART di rumah artis.
"Ku kira sm artis tu gajinya gede..nyatanya,"
"Kirain kerja di artis gajinya bisa ampe 4jtaan,"
"Aku pikir kerja sama artis enak,"
Sebelumnya, kasus ini bermula dari laporan ART berinisial H yang mengaku mengalami kekerasan di kediaman Erin di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan.
“Bahwa benar telah datang ke SPKT Polres Metro Jakarta Selatan, seorang perempuan berinisial H, yang menurut pengakuannya mengalami kekerasan fisik,” kata AKP Joko Adi, Rabu (29/4/2026).
Menanggapi hal itu, Erin kembali membantah dan melaporkan balik atas dugaan pencemaran nama baik.
“Agendanya kita mau bikin laporan pencemaran nama baik. Kita bikin laporan dulu ya,” ujar Erin.
"Semua bukti saya udah pegang. CCTV, bukti chat, rekaman, dan segala macam,” lanjutnya.(Tribuntrends.com/Grid.ID/Desy Kurniasari)