Bupati Batang Lari 5 Km Sambil Pungut Sampah, Gaungkan Kampanye Lingkungan ke Dunia
muslimah May 06, 2026 11:11 AM

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Suasana berbeda terlihat di jalur Pantura, Kabupaten Batang, ratusan pelari memadati rute dari Kantor Kecamatan Kandeman hingga Rumah Dinas Bupati Batang dalam sebuah kegiatan fun run yang bukan sekadar olahraga, tetapi juga aksi nyata peduli lingkungan, Rabu (6/4/2026) pagi

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.00 WIB ini menempuh jarak kurang lebih 4,4 hingga 5 kilometer dan berakhir sekiranya pukul 08.00 WIB di kawasan Alun - alun Batang, Rabu (6/5/2026) 

Sepanjang perjalanan, rombongan yang dipimpin langsung oleh Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan bersama sang istri, tak hanya berlari, tetapi juga memunguti sampah di sepanjang jalan Pantura.

Aksi ini merupakan bagian dari kampanye lingkungan bertajuk Run for Rivers yang diinisiasi komunitas Sungai Watch. 

Baca juga: Kisah Cinta Bupati Batang Faiz Kurniawan: Dari Bobot 129 Kg ke 86 Kg, Motif Diet karena Istri

Kampanye tersebut menempuh perjalanan panjang dari Bali hingga Jakarta sejauh sekitar 1.200 kilometer, dan kini telah memasuki wilayah Batang.

“Ini bukan sekadar lari. Kita menyambut teman-teman dari Sungai Watch yang membawa kampanye besar untuk lingkungan. Antusiasme masyarakat luar biasa, ini menunjukkan Batang sangat peduli terhadap isu keberlanjutan,” kata Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan kepada Tribunjateng, Rabu (6/5/2026). 

Ia menegaskan, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni semata, tetapi menjadi komitmen bersama dalam menangani persoalan sampah, baik di darat maupun di sungai.

“Penyelesaian sampah membutuhkan kolaborasi semua pihak masyarakat, pemerintah, dan seluruh stakeholder. Ini tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Antusiasme juga datang dari komunitas pelari lokal Batang Runners hingga peserta internasional. 

Tiga pelari asing Jerry, Kelly, dan Sammy ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, menambah semarak suasana.

Satu di antaranya pelari asal Prancis, Jerry, mengaku terkesan dengan sambutan masyarakat Batang. 

Dia menyebut kegiatan ini sebagai salah satu fun run paling meriah selama perjalanan kampanye mereka.

“Ini luar biasa, mungkin yang paling ramai sejauh ini. Ada lebih dari 100 pelari, bahkan Pak Bupati dan Ibu ikut langsung. Biasanya kami lari sendiri dan cukup sepi, tapi di sini penuh semangat,” ungkapnya. 

Ia juga menyoroti kondisi sampah di sepanjang jalur Pantura yang dinilai masih memprihatinkan.

“Hampir setiap kilometer ada tumpukan sampah, bahkan bisa setinggi lima meter dan berpotensi masuk ke sungai. Ini bukan hanya masalah satu daerah, tapi hampir seluruh wilayah yang kami lewati di Jawa,” jelasnya.

Meski demikian, Jerry menilai kondisi sungai di Batang belum separah daerah lain seperti Kendal dan Pekalongan. 

Ia pun membuka peluang untuk kembali melakukan riset lebih mendalam di wilayah tersebut.

Dalam perjalanan kampanye yang telah memasuki hari ke 40, tim Sungai Watch juga berhasil menggalang donasi sebesar Rp1,8 miliar dari target Rp 16 miliar.

Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk membangun tiga cabang di Pulau Jawa, meliputi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. 

Programnya mencakup pembangunan stasiun pemilahan sampah serta pemasangan sekitar 110 jaring penahan sampah di sungai.

“Tentu kami tertarik dengan Batang, apalagi melihat semangat pemimpinnya. Tapi untuk saat ini, kami masih memetakan daerah yang paling membutuhkan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Kabupaten Batang tidak hanya menunjukkan semangat kebersamaan dalam olahraga, tetapi juga komitmen nyata dalam menjaga lingkungan. 

Kolaborasi lintas komunitas, bahkan lintas negara, menjadi bukti bahwa persoalan sampah adalah isu global yang membutuhkan aksi bersama. (Ito) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.