BI DIY Optimistis Ekonomi DIY Tumbuh 5,7 -6,5 Persen Tahun 2026
Muhammad Fatoni May 06, 2026 11:14 AM

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bank Indonesia (BI) DIY optimistis pertumbuhan ekonomi DIY pada 2026 tumbuh positif pada kisaran 5,7 hinga 6,5 persen pada tahun 2026.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Sri Darmadi Sudibyo, mengatakan aktivitas domestik yang masih terjaga seiring dengan masih kuatnya konsumsi masyarakat menjadi salah satu faktor pendorong ekonomi DIY.

Pada triwulan I 2026, ekonomi DIY tumbuh 5,84 persen (yoy).

Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi DIY didorong oleh penyediaan akomodasi dan makan minum, konstruksi, industri pengolahan, dan pertanian.

Sementara dari sisi permintaan, pertumbuhan ekonomi DIY didorong oleh pengeluaran pemerintah, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), dan konsumsi rumah tangga.

"Tren pertumbuhan ekonomi yang positif pada triwulan I 2026 dikuti dengan tingkat inflasi yang terkendali pada April 2026. Inflasi bulanan April 2026 tercatat sebesar 0,09 persen. Mencermati kondisi terkini, kami optimis pertumbuhan ekonomi DIY pada 2026 diprakirakan pada kisaran 5,7-6,5 persen," katanya, Rabu (6/5/2026).

Selain aktivitas domestik yang masih terjaga, Dibyo juga menyebut penguatan interkoneksi antarwilayah khususnya Jogja-Solo-Semarang juga dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi DIY.

Baca juga: Nilai Tukar Petani DIY Merosot, Terhimpit Kenaikan Harga BBM dan Plastik

Tak hanya itu, pihaknya melihat ada potensi perluasan pasar ekspor baru.

Hal ini karena pemerintah Indonesia melakukan perjanjian kemitraan ekonomi dengan Uni Eropa melalui Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Kendati demikian, ada beberapa tantangan yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi DIY.

Tantangan ini berasal dari perekonomian global maupun domestik.

Untuk itu, perlu ada antisipasi agar pertumbuhan ekonomi DIY berkualitas dan berkesinambungan.

"Perlu ada penguatan sinergi dan kolaborasi antara Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, dan instansi terkait. Ini dilakukan dengan akselerasi konektivitas antar daerah, integrasi transportasi, dan penguatan promosi pariwisata; diversifikasi produk ekspor dengan mengidentifikasi produk lokal yang memiliki potensi pasar internasional; dan pemberian insentif serta kepastian berusaha untuk menarik minat calon investor," terangnya.

Ia juga mengingatkan agar upaya pengendalian inflasi tetap dilakukan.

Mengacu pada risiko ke depan, KPw BI DIY memprakirakan inflasi DIY tahun 2026 dapat terjaga pada kisaran target nasional sebesar 2,5±1 persen.

Agar inflasi terkendali, pihaknya bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY akan terus mengoptimalkan kerangka 4K yaitu Keterjangkauan harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.