Pawai Kelulusan SMA di Kobakma Berujung Ricuh, 7 Warga Terluka Akibat Bentrokan
Hari Susmayanti May 06, 2026 11:14 AM

 

TRIBUNNEWS.COM, WAMENA – Pawai kelulusan pelajar SMA di kota Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Provinsi Papua Pegunungan pada Selasa (5/5/2026) kemarin berujung kericuhan.

Peserta pawai terlibat kericuhan dengan aparat keamanan.

Kericuhan dipicu aksi peserta pawai yang membawa bintang kejora.

Aksi saling dorong tidak terhindarkan dan situasi dengan cepat memburuk saat massa warga mulai bergabung dengan para pelajar.

Massa kemudian melempari aparat dengan benda-benda tumpul.

Lemparan itu langsung direspon oleh aparat dengan menembakan gas air mata untuk memecah kerumunan.

Dikutip dari Tribun Papua, kejadian ini bermula saat para siwa SMA Negeri Kobakma melakukan jalan kaki merayakan kelulusan.

Awalnya pawai kelulusan tersebut berjalan lancar.

Namun di tengah perjalanan, aparat keamanan mendapati peserta pawai membawa atribut yang dilarang, termasuk bendera Bintang Kejora.

Mengetahui hal itu, petugas langsung berusaha untuk menyitanya.

Peserta aksi pun merespon tindakan petugas hingga aksi dorong-dorongan tak terhindarkan.

Situasi semakin tidak terkendali karena massa di sekitar lokasi kejadian bergabung dengan peserta pawai.

Massa melemparkan benda-benda tumpul ke arah petugas dan dibalas dengan tembakan gas air mata.

Akibat kejadian ini, sebanyak tujuh orang mengalami luka.

Para korban saat ini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Lukas Enembe, Mamberamo Tengah.

Satu di antara korban, Nita Sibak (20), dilaporkan mengalami luka tembak di bagian tangan kiri.

Sementara itu, seorang siswa bernama Yali Elabi (18) kini dalam kondisi kritis akibat luka tembak di paha kanan.

Selain warga sipil, seorang anggota kepolisian dikabarkan mengalami luka serius dan sempat hilang kesadaran dalam bentrokan tersebut.

Baca juga: Jelang Final Liga 2 PSS Sleman vs Garudayaksa FC: Super Elja Berpeluang Tampil Full Team

Berikut adalah identitas warga yang menjalani perawatan:

  • Yali Elabi (18): Luka tembak di paha (Kritis)
  • Nita Sibak (20): Luka tembak di tangan kiri
  • Sago Pugumis (17): Luka-luka
  • Enius Wanimbo (22): Luka-luka
  • Wajus Pagawak (24): Luka-luka
  • Abi Yikawa (24): Dalam pendalaman medis
  • Nius Wandikbo (19): Dalam pendalaman medis

Untuk mencegah kerusuhan yang lebih luas, aparat keamanan langsung disiagakan di beberapa lokasi di Kota Kobakma.

Sementara pemerintah daerah langsung turun untuk mendinginkan suasana.

Wakil Bupati Mamberamo Tengah Turun Tangan Temui Polisi

Sementara itu, Wakil Bupati Mamberamo Tengah dijadwalkan menghadiri pertemuan bersama pihak kepolisian pada 6 Mei 2026 di Polres Kobakma guna mencari solusi damai dan mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.

Insiden ini memunculkan sorotan terkait penanganan aksi sipil oleh aparat keamanan.

Sejumlah pihak menyayangkan jatuhnya korban jiwa dalam aksi sipil ini dan mendesak adanya investigasi yang transparan dan akuntabel terkait prosedur pengamanan yang dilakukan di lapangan.

Sementara, otoritas keamanan termasuk Polda Papua belum mengeluarkan keterangan resmi terkait peristiwa ini.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.