TRIBUNNEWSMAKER.COM - Pernyataan mengejutkan datang dari Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang secara blak-blakan mengungkap isi pesan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Dalam sebuah kesempatan yang menjadi sorotan publik, Purbaya membagikan percakapan internal yang dinilai mencerminkan arah kebijakan pemerintah ke depan.
Pesan tersebut terbilang singkat, namun sarat makna dan langsung menyita perhatian banyak pihak.
“Uang banyak, enggak usah takut!” ujar Purbaya menirukan pernyataan Prabowo yang kini ramai diperbincangkan.
Ucapan itu pun memicu beragam interpretasi, terutama terkait strategi fiskal dan keberanian pemerintah dalam mengelola anggaran negara.
Di tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, pernyataan ini dianggap sebagai sinyal optimisme dari pucuk pimpinan negara.
Tak sedikit yang menilai, pesan tersebut menggambarkan dorongan untuk lebih agresif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Namun di sisi lain, muncul pula pertanyaan mengenai batas kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan negara.
Kini, publik menanti penjelasan lebih lanjut terkait konteks dan arah kebijakan di balik pernyataan yang terkesan berani tersebut.
Baca juga: Harga BBM Diesel di SPBU Swasta Tembus Rp30.000, Bahlil Lahadalia: Untuk Orang-orang yang Mampu
Seperti diketayhui, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mendapatkan pesan dari Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan bahwa uang pemerintah banyak, sehingga masyarakat tidak perlu takut.
"Tadi Pak Presiden juga bilang sama saya, suruh sampaikan pesan bahwa, 'uang saya cukup, duitnya banyak, jadi anda enggak usah takut'," ujar Purbaya dalam jumpa pers di Istana, Jakarta, Selasa (5/5/2026) malam.
Lalu, Purbaya mengatakan, untuk memperkuat nilai tukar rupiah, pemerintah akan menerbitkan bond dengan China.
Dengan begitu, kata Purbaya, Indonesia tidak tergantung terlalu banyak ke dollar lagi.
"Untuk memperkuat nilai tukar, kami juga akan menerbitkan bond dalam Panda Bonds di China dengan bunga yang lebih rendah, sehingga kita tidak tergantung terlalu banyak ke dollar lagi," jelasnya.
Purbaya pun menyebut pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 tercatat mencapai 5,61 persen.
Namun, kata Purbaya, banyak orang yang tidak menyadari kondisi ini.
"Jadi ekonomi kita sedang mengalami akselerasi, itu yang tidak disadari banyak orang, sehingga orang agak takut dan keluar dari pasar modal," kata dia.
"Jadi diversifikasi kita akan lebih baik lagi ke depan. Jadi prospek kita bagus, teman-teman semua enggak usah takut," imbuh Purbaya.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo yang telah bertemu Presiden Prabowo Subianto mengakui bahwa rupiah saat ini dalam kondisi undervalued, meski demikian Perry berjanji rupiah akan kembali menguat.
"Tadi dibahas dan mendapatkan arahan dari Bapak Presiden mengenai nilai tukar, berkaitan dengan dua hal penting mengenai nilai tukar. Bahwa yang pertama nilai tukar yang sekarang itu undervalued. Dan ke depan kita yakini akan stabil dan menguat," ujar Perry dalam jumpa pers di Istana, Jakarta, Selasa (5/5/2026) malam.
Perry telah mendapatkan arahan dari Presiden Prabowo Subianto mengenai nilai tukar rupiah yang sedang anjlok ke level Rp 17.424 per dolar AS.
Perry membeberkan, fundamental perekonomian Indonesia sangat kuat. Lalu, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga sangat tinggi, mencapai 5,61 persen.
"Inflasi rendah, kredit juga tumbuh tinggi, cadangan devisa juga kuat. Nah ini adalah fundamental yang menunjukkan mestinya rupiah itu akan stabil dan cenderung menguat," tegasnya.
(TribunNewsmaker.com/Kompas.com)