Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini 6 Mei 2026 Berhasil Menguat, Cek Rinciannya
Sri Widya Rahma May 06, 2026 11:54 AM

TribunGayo.com, NASIONAL - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hari ini berhasil menguat, Rabu (6/5/2026).

Baca juga: Nilai Tukar Rupiah Melemah, Gubernur BI Perry Warjiyo Ungkap Faktor Penyebab

Di pasar spot, rupiah hari ini di buka di posisi Rp17.383 per dolar AS.

Jika dibandingkan dengan posisi penutupan pada Selasa (5/5/2026), yang berada di Rp 17.424 per dolar AS, rupiah tercatat menguat sekitar 0,24 persen.

Penguatan terhadap rupiah ini terjadi bersamaan dengan pergerakan positif sejumlah mata uang di kawasan Asia terhadap dolar AS hari ini.

Pergerakan menunjukkan won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan paling besar di kawasan Asia 0,76 persen.

Dolar Taiwan juga mengalami penguatan cukup signifikan, yakni sekitar 0,37 persen.

Selanjutnya, peso Filipina meningkat 0,31 persen dan ringgit Malaysia menguat 0,26 persen.

Berikutnya ada baht Thailand terkerek 0,24 persen dan dolar Singapura terapresiasi 0,16 persen.

Lalu, yen Jepang turut menanjak 0,12 persen.

Kemudian dolar Hong Kong terlihat menguat tipis 0,004 persen terhadap the greenback di pagi ini.

Baca juga: Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini 5 Mei 2026 Anjlok, Tembus Rp17.401

Rincian Pergerakan Mata Uang Terhadap Dolar AS

Berikut rincian pergerakan mata uang Asia terhadap dolar AS pada Rabu (6/5/2026):

  • Won Korea Selatan: Menguat 0,76 persen
  • Dolar Taiwan: Menguat 0,37 persen
  • Peso Filipina: Menguat 0,31 persen
  • Ringgit Malaysia: Menguat 0,26 persen
  • Rupiah Indonesia: Menguat 0,24 persen
  • Baht Thailand: Melemah 0,24 persen
  • Dolar Singapura: Melemah 0,16 persen
  • Yen Jepang: Melemah 0,12 persen
  • Dolar Hongkong: Menguat 0,004 persen

Penyebab Penguatan Mata Uang Asia

Penguatan mata uang Asia hari ini didorong oleh pelemahan dolar AS, seiring meningkatnya harapan pasar terhadap potensi kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran yang dapat meredakan ketegangan global.

Selain itu, penurunan harga minyak turut membantu memperbaiki sentimen risiko, terutama bagi negara-negara pengimpor energi di kawasan Asia.

Pelaku pasar kini juga menanti sejumlah data ekonomi penting global dalam waktu dekat, termasuk data tenaga kerja AS, yang akan menjadi penentu arah pergerakan mata uang selanjutnya. (*)

Baca juga: Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini 4 Mei 2026 Menguat, Cek Rinciannya

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.