TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Siapa sangka, di tengah cuaca kemarau yang melanda, Warga Binaan Pemasyarakatan ( WBP ) di Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Nunukan justru berhasil menunjukkan produktivitas yang mengesankan.
Sebagai informasi, Lapas Kelas II B Nunukan terletak di Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara ( Kaltara ).
Lewat program ketahanan pangan, WBP sukses memanen kangkung dan bayam segar dari lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lanuka, Selasa (5/5/2026).
Kegiatan ini menjadi bukti nyata keberhasilan program pembinaan kemandirian di bidang pertanian yang terus dikembangkan oleh Lapas Kelas II B Nunukan.
Baca juga: Cara Donny Setiawan Cegah Peredaran Narkoba di Lapas Nunukan, Terbaru Datangi BNNK
Setiap hari, para WBP secara bergiliran mengikuti pelatihan mulai dari mengolah lahan, menyemai benih, merawat tanaman, hingga akhirnya menikmati hasil panen.
Dengan pendampingan staf kegiatan kerja (Giatja), para WBP tampak antusias menjalani setiap tahapan.
Semangat mereka bahkan tak surut meski harus menghadapi tantangan cuaca panas.
Kepala Lapas Nunukan, Donny Setiawan, mengaku bangga melihat hasil yang dicapai. Ia menilai, keberhasilan ini bukan hanya soal panen, tetapi juga tentang perubahan positif yang ditunjukkan para WBP.
“Saya sangat mengapresiasi hasil panen ini.
Di tengah kemarau, mereka tetap produktif dan bersemangat.
Ini luar biasa,” ujar Donny Setiawan kepada TribunKaltara.com di Nunukan, Rabu 6 Mei 2026.
Menurut Donny Setiawan, program ini tak hanya menghasilkan sayur mayur, tetapi juga membekali para WBP dengan keterampilan yang berguna saat kembali ke masyarakat.
“Antusiasme mereka tinggi.
Harapannya, ilmu ini bisa menjadi bekal agar mereka mandiri setelah bebas nanti,” tambah Donny Setiawan
Tak berhenti di situ, Lapas Nunukan bertekad terus mengembangkan berbagai program pembinaan.
Bahkan, status sebagai lapas produktif kini semakin menguatkan komitmen tersebut.
“Kami ingin menciptakan WBP yang benar-benar produktif, mampu memperbaiki diri, dan tidak mengulangi kesalahan.
Dengan begitu, mereka bisa kembali diterima di masyarakat,” pungkas Donny Setiawan.
Baca juga: Puang Dirham Pamit dan Tinggalkan Warisan SAE LANUKA di Lapas Nunukan
(*)
Penulis: Fatimah Majid