Jakarta (ANTARA) - Dinas Pendidikan DKI menargetkan kegiatan belajar mengajar (KBM) di SDN Tebet Barat 08 Pagi, Jakarta Selatan kembali normal pada pekan ini, setelah tembok roboh akibat turap terkikis air selama hujan.
"Perbaikan akan segera dimulai setelah tahap pengamanan dan pembersihan selesai. Target dalam waktu dekat, paling lambat pekan ini," kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Nahdiana mengatakan pihaknya memprioritaskan pemulihan infrastruktur pendukung agar KBM tatap muka dapat kembali normal secepat mungkin.
Adapun pihaknya telah melakukan pengecekan kondisi bangunan sejak Senin (4/5) malam saat kejadian oleh tim gabungan.
Hasil awal menunjukkan kerusakan terbatas pada tembok pembatas akibat faktor alam, bukan struktur utama gedung sekolah.
"Audit kondisi bangunan sekolah lain secara rutin dilakukan Dinas Pendidikan bekerja sama dengan Dinas Cipta Karya melalui program pemeliharaan dan rehabilitasi sekolah," ucapnya.
Dengan demikian, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta terus memantau perkembangan di lapangan dan berkomitmen penuh mendukung percepatan penanganan.
"Kami mengutamakan keselamatan seluruh warga sekolah dan masyarakat sekitar. Informasi lebih lanjut akan disampaikan sesuai perkembangan penanganan di lokasi," kata dia.
Siswa kelas 6 SDN Tebet Barat 08 Pagi, Jakarta Selatan tetap hadir menjalani ujian semester secara tatap muka, sedangkan kelas 1-5 belajar daring pasca tembok roboh lantaran turap terkikis air saat hujan melanda.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Selatan menyatakan penyebab tembok roboh di SDN Tebet Barat 08 Pagi karena faktor usia bangunan material sejak 2015.
Dari hasil asesmen tembok tersebut, usia bangunan diketahui sudah tua dan lapuk serta bagian bawah tembok terkikis air, sehingga disarankan untuk menghindari akses jalan agar tidak membahayakan masyarakat sekitar.
Kejadian awal tembok sekolah roboh pada Senin (4/5) malam pukul 22.00 WIB dan ditangani pukul 22.30 WIB.
Adapun saat ini penanganan masih berlangsung dengan memasang karung, terpal dan pengangkutan puing bangunan. Petugas juga melakukan penopingan untuk mencegah pohon tumbang.
Pihaknya memastikan tidak ada korban dan pengungsian serta berkoordinasi dengan unit kerja perangkat daerah (UKPD) terkait. Kerugian juga masih dalam tahap pendataan.





