TRIBUNFLORES.COM, JAKARTA – Uskup Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo, mengungkapkan pentingnya penggunaan bahasa Indonesia secara resmi oleh Vatikan. Menurutnya, langkah ini memiliki nilai strategis baik bagi posisi Indonesia di mata dunia maupun bagi internal Gereja Katolik.
Kardinal Suharyo menyebutkan ada dua alasan utama di balik urgensi ini. Pertama adalah aspek diplomasi internasional, dan kedua berkaitan dengan dinamika Gereja Katolik di Indonesia yang selama ini kurang terekspose di kancah global.
"Kehidupan Gereja Katolik Indonesia itu sangat maju dan dinamikanya hidup, namun kekurangannya adalah informasinya tidak tersebar luas," ujar Kardinal Suharyo saat menerima kunjungan Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) di Wisma Keuskupan Agung Jakarta, Senin (4/5/2026).
Baca juga: Ketua KWI Bertemu Paus Leo XIV di Vatikan, Apresiasi Misi PWKI
Menurut Kardinal, penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) penggunaan bahasa Indonesia di Vatican News pada 25 Maret 2026 lalu adalah sebuah "pintu masuk". Selama ini, banyak praktik baik dan cerita positif dari Indonesia yang tidak sampai ke forum internasional karena kendala bahasa.
"Bagi saya pribadi, yang paling diharapkan adalah bagaimana cerita-cerita mengenai gereja di Indonesia yang menginspirasi itu tersebar luas dan bisa dimengerti oleh forum luar negeri," imbuhnya.
Ia menilai, Gereja Indonesia sebenarnya lebih maju dibandingkan Gereja di Eropa dalam hal praktik lapangan. Sebagai contoh, tema "berjalan bersama" yang baru akan dibahas pada Sinode di Roma mendatang, sebenarnya sudah dipraktikkan di Indonesia sejak 20 tahun lalu melalui sistem dewan paroki dan ketua lingkungan.
Baca juga: Duta Besar Vatikan untuk Indonesia Pimpin Misa Peresmian Gereja MBSM Kambajawa Sumba Timur
Meski menyambut baik, Kardinal Suharyo mengingatkan adanya tantangan operasional, berkaca pada sejarah Radio Veritas di Filipina edisi bahasa Indonesia yang harus berhenti karena kendala biaya.
"Tantangannya seperti itu, tidak mudah. Namun, kita berharap setelah MOU ini, cerita positif tentang Indonesia dapat disebarkan ke seluruh dunia," tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua PWKI Asni Ovier menegaskan bahwa pihaknya siap membantu Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia (Komsos KWI) dalam mengawal pelaksanaan MoU ini.
Adapun konten-konten yang akan diproduksi untuk Vatican News nantinya akan berfokus pada isu-isu krusial seperti perdamaian dan toleransi, kerukunan hubungan antaragama, dan kemanusiaan dan kebhinnekaan.
Inisiasi bahasa Indonesia menjadi salah satu bahasa resmi di saluran komunikasi Vatikan ini telah dimulai sejak Juni 2022 oleh PWKI, hingga akhirnya diresmikan melalui kerja sama antara Dikasteri Komunikasi Vatikan dan KWI.