Makassar (ANTARA) - Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Fujita Health University (FHU) Jepang memperkuat kolaborasi riset inovasi kesehatan dan sumber daya manusia yang berdaya saing di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Rektor Unhas Prof Dr Jamaluddin Jompa (JJ) di Makassar, Rabu, menegaskan kerja sama ini merupakan bagian dari strategi institusi dalam menjawab tantangan pembangunan nasional.

Menurutnya, peran perguruan tinggi sangat krusial dalam memperkuat kapasitas bangsa melalui inovasi dan kemitraan global.

“Kolaborasi ini bukan sekedar kerja sama akademik, tetapi bagian dari upaya kami memperkuat kontribusi nyata perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan bangsa, khususnya di sektor kesehatan,” katanya pada acara penandatangan kerja sama di Makassar.

Lebih lanjut, Prof JJ menjelaskan Unhas terus mengembangkan berbagai inisiatif untuk mendukung arah pembangunan Indonesia, termasuk kontribusi terhadap pengembangan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan.

Dalam hal ini, kata dia, kolaborasi internasional dinilai menjadi kunci dalam mempercepat transfer ilmu pengetahuan dan teknologi yang relevan.

“Penguatan sektor kesehatan saat ini menjadi tantangan utama. Kita membutuhkan sumber daya manusia yang unggul dan sistem kesehatan yang adaptif. Di sinilah pentingnya belajar dari mitra global seperti Jepang,” ujarnya.

Rektor menilai Jepang sebagai mitra strategis yang memiliki keunggulan dalam pengembangan sains dan teknologi, khususnya di bidang kesehatan. Unhas melihat peluang besar untuk mengadopsi praktik terbaik serta mendorong inovasi bersama.

Melalui MoU tersebut, kedua pihak sepakat mengembangkan berbagai program kolaboratif, mulai dari pertukaran dosen, peneliti, hingga mahasiswa. Selain itu, peluang implementasi program akademik seperti double degree dan penguatan riset bersama juga menjadi agenda strategis ke depan.

Sementara itu, President FHU Prof Nakao Iwata menyampaikan institusinya memiliki kapasitas unggul dalam bidang sains dan teknologi yang siap untuk dikolaborasikan. Ia menekankan pentingnya sinergi antarinstitusi dalam mendorong inovasi yang berdampak luas.

“Kami melihat potensi besar dalam kolaborasi ini. Dengan menggabungkan kekuatan riset dan teknologi, kami yakin dapat menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat global,” kata Prof Iwata.