174 Gerai Koperasi Merah Putih di Lampung Telah Rampung 100 Persen
Reny Fitriani May 06, 2026 02:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Provinsi Lampung menunjukkan progres signifikan. 

Hingga Senin (4/5/2026), sebanyak 174 unit gerai telah rampung 100 persen. 

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Lampung, Evie Fatmawati menyampaikan, bahwa total Koperasi Merah Putih yang telah terbentuk di Lampung mencapai 2.650 unit dan tersebar di seluruh kabupaten/kota.

“Seluruh koperasi ini sudah berjalan dengan berbagai unit usaha, mulai dari gerai sembako, distribusi LPG, hingga layanan simpan pinjam,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).

Dari target pembangunan fisik sebanyak 1.370 unit, hasil pemetaan menunjukkan kesiapan lahan mencapai 1.388 titik. 

Baca Juga: Koperasi Merah Putih di Bandar Lampung Akan Kembangkan Usaha Gerai Sembako 

Saat ini, 1.140 unit masih dalam proses pembangunan, sementara 174 unit telah selesai sepenuhnya.

Evie menambahkan, peresmian KDMP ditargetkan paling lambat Agustus 2026, namun berpotensi dipercepat jika progres nasional telah memenuhi target.

“Nantinya peresmian dilakukan serentak secara nasional. Gubernur Lampung juga dijadwalkan hadir di salah satu titik peresmian,” katanya.

Selama ini, sebagian koperasi masih beroperasi dengan fasilitas sederhana seperti kantor desa atau tempat sewa.

Dengan rampungnya pembangunan gerai, koperasi akan menempati gedung permanen yang dilengkapi berbagai fasilitas, seperti klinik, gudang, hingga armada operasional berupa truk, pick-up, dan bentor.

KDMP juga diharapkan mampu mendukung program pemerintah, termasuk pemenuhan kebutuhan desa dan distribusi program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Meski demikian, pembangunan KDMP menghadapi kendala keterbatasan lahan, khususnya di wilayah perkotaan seperti Bandar Lampung. 

Untuk itu, pemerintah menyiapkan desain tahap kedua yang lebih fleksibel, termasuk konsep bangunan bertingkat.

Dalam mendukung operasional, Pemprov Lampung kata dia menyiapkan 34 pendamping koperasi tingkat provinsi serta 266 tenaga sarjana yang tergabung dalam Project Management Office (PMO) dan Business Assistant (BA) di seluruh kabupaten/kota.

“Pendampingan ini diharapkan mampu memperkuat kelembagaan dan mendorong koperasi desa menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat,” tandasnya. 

(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.