Memasuki Fenomena El Nino, Wabup Sukoharjo Pastikan Stok Beras di Bulog Kabupaten Terbilang Aman
Rifatun Nadhiroh May 06, 2026 03:15 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Memasuki musim kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino, ketersediaan stok beras di Kabupaten Sukoharjo dipastikan dalam kondisi aman.

Pemerintah daerah bersama Perum Bulog menjamin cadangan pangan tetap mencukupi, baik untuk kebutuhan masyarakat maupun program bantuan sosial.

Wakil Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, menyampaikan hal tersebut saat mendampingi Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Gerindra, Adik Sasongko, dalam kunjungan ke gudang Bulog pada Selasa (5/5/2026) kemarin.

Ia mengapresiasi kinerja Bulog yang dinilai mampu menjaga stabilitas pasokan di tengah tantangan iklim ekstrem.

“Jadi kami sangat apresiasi bahwa kerja-kerja Bulog luar biasa dan tidak mudah, apalagi dengan penugasan yang diterima serta situasi di lapangan menghadapi El Nino yang dikhawatirkan dapat mengganggu produksi petani,” ujarnya.

Baca juga: Pemkab Sukoharjo Gelontorkan Rp4,5 Miliar untuk Santunan Kematian, 1.500 Warga Terima Rp3Juta/Orang

Sapto menegaskan, Bulog sebagai perpanjangan tangan pemerintah memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan.

Berdasarkan data yang disampaikan, stok beras di gudang Bulog wilayah Sukoharjo saat ini mencapai sekitar 3.500 ton.

“Artinya untuk kebutuhan cadangan pangan, termasuk bantuan pangan reguler dari pemerintah kepada penerima manfaat, jumlahnya aman. Termasuk juga untuk stabilisasi harga, kami melihat manajemen kerja Bulog berjalan dengan baik,” imbuhnya.

Sementara itu, Pemimpin Cabang Perum Bulog Surakarta, Nanang Harianto, memastikan ketersediaan beras di wilayah Solo Raya dalam kondisi sangat mencukupi, bahkan melampaui kebutuhan hingga akhir tahun.

“Untuk El Nino sangat aman sekali. Dari target penyaluran bantuan pangan saja, sekali salur kurang lebih 17 ribu ton yang keluar,” jelasnya.

Nanang mengungkapkan, total stok beras yang dimiliki Bulog di wilayah Solo Raya saat ini mencapai sekitar 80 ribu ton.

Jumlah tersebut dinilai sangat melimpah dan mampu memenuhi kebutuhan hingga tahun depan.

Baca juga: May Day 2026 di Sukoharjo, Ribuan Buruh Senam Bersama & Terima 1.100 Paket Sembako dari Bupati Etik

“Stok ini tersebar di seluruh gudang Bulog di Solo Raya, termasuk gudang swasta yang kami sewa. Saat ini gudang-gudang sudah penuh, bahkan kami berencana menambah sewa gudang lagi,” paparnya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa realisasi penyerapan beras di wilayah Surakarta telah mencapai 62 persen atau sekitar 58 ribu ton dari target tahunan sebesar 93 ribu ton.

“Mayoritas stok yang ada saat ini merupakan hasil produksi tahun 2026, sehingga kualitasnya juga masih sangat baik,” pungkasnya.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir terhadap potensi kekurangan beras meskipun di tengah ancaman El Nino, karena pemerintah bersama Bulog terus memastikan ketersediaan dan stabilitas pangan tetap terjaga.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.