Ketua DPP REI Minta Izin Wali Kota Presentasi Program Unggulan Bandar Lampung di Tingkat Pusat
soni yuntavia May 06, 2026 04:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Joko Suranto mengaku terkesan dengan sejumlah program Pemkot Bandar Lampung.

Dengan APBD sekitar Rp 1,2 triliun, Pemkot Bandar Lampung mampu memberikan berbagai layanan gratis bagi sekitar 1,3 juta penduduk.

Hal itu disampaikan Joko saat menyambangi kantor Pemkot Bandar Lampung, Rabu (6/5/2026).

Joko dan rombongan disambut oleh Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana bersama jajaran kepala OPD di Aula Semergou.

Menurut Joko, kunjungan REI menjadi momentum penting untuk mendorong program daerah naik ke level nasional.

"Ini luar biasa. Di banyak daerah lain, masyarakat masih kesulitan mengakses layanan kesehatan dan pendidikan karena biaya," ujar Joko.

Ia juga mengungkapkan kemudahan akses permodalan bagi pelaku usaha melalui fasilitas pinjaman.

Menurutnya, kebijakan ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan.

Ketua DPP REI  meminta izin kepada Wali Kota Eva Dwiana untuk mempresentasikan program-program unggulan Bandar Lampung di tingkat pusat.

Ia optimistis keberhasilan tersebut dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.

"Kami ingin membawa konsep ini ke nasional karena terbukti berjalan efektif," katanya.

Kunjungan ini juga berkaitan dengan dukungan REI terhadap program pembangunan 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintah pusat.

Program tersebut saat ini terus berjalan dengan peningkatan kuota skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) guna meningkatkan daya beli masyarakat.

Pelaksanaan di lapangan, lanjutnya, tetap berbasis mekanisme pasar, sehingga bergantung pada kebutuhan dan permintaan masyarakat terhadap hunian.

Selain membahas program, REI juga berencana meninjau sejumlah lokasi potensial untuk investasi properti di Bandar Lampung.

Eva menyambut baik langkah tersebut dan membuka peluang kerja sama ke depan.

Di sisi lain, Pemkot Bandar Lampung terus menggencarkan program penghijauan, khususnya di kawasan Kota Baru.

Program ini mencakup penanaman pohon di lahan seluas 5,4 hektare dengan target mencapai 5.000 pohon.

Saat ini, sekitar 2.000 pohon telah ditanam, didukung pembangunan infrastruktur seperti tugu dan sistem pengairan.

Pemkot juga tengah mempersiapkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang direncanakan segera ditinjau oleh kementerian terkait.

Program ini sejalan dengan kebijakan Presiden dalam mempercepat pembangunan hunian di wilayah pedesaan dan pesisir.

Dengan berbagai capaian tersebut, Pemkot Bandar Lampung dinilai memiliki potensi besar menjadi model pengembangan kebijakan publik, tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga nasional.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.