TRIBUNKALTIM.CO,PENAJAM - Antrean kendaraan terutama pick up dan truk masih terlihat mengular di SPBU Nipah-Nipah Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pada Rabu (6/5/2026).
Kondisi ini disebut tidak mengalami perubahan signifikan dibanding hari-hari sebelumnya, meski harga solar non-subsidi atau Dexlite mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.
Sejak pukul 06.00 WITA, puluhan kendaraan sudah memadati jalur antrean.
Sebagian pengemudi memilih menunggu di dalam kendaraannya, sementara lainnya tampak berkumpul di sekitar area SPBU.
Petugas terlihat mengatur alur kendaraan, agar tetap tertib dan tidak mengganggu arus lalu lintas di sekitar lokasi.
Seorang pengemudi truk, Rahman (42), mengatakan antrean panjang sudah menjadi hal biasa.
Baca juga: Solar Subsidi Jadi Penentu Nelayan Melaut di PPU, Dinas Perikanan Ingatkan Distribusi
"Sudah biasa antre seperti ini, dari dulu juga sama saja,” ujarnya singkat.
Pengemudi lain, Suryadi (35), mengaku tetap bergantung pada solar subsidi.
"Kalau yang non-subsidi sekarang mahal, jadi tetap di sini meski harus antre,” katanya.
Kenaikan harga solar non-subsidi disebut tidak banyak memengaruhi volume antrean di SPBU tersebut.
Mayoritas pengguna masih memilih solar subsidi sebagai bahan bakar utama, terutama untuk operasional angkutan barang.
Diketahui, harga biosolar khusus subsidi di PPU saat ini, Rp6.800 per liter, sedangkan jenis Dexlite atau non subsidi yakni Rp26.600 per liter.
Baca juga: 23 Kapal Samarinda-Mahulu Belum Beroperasi 16 Hari, BBM Solar Subsidi Tertahan Administrasi
Hingga siang hari, antrean terpantau masih berlangsung dengan pola yang relatif sama, tanpa lonjakan signifikan maupun penurunan jumlah kendaraan. (*)