Pemotor Moge Harley Tabrak Bocah hingga Tewas: Sempat Freestyle Lepas Tangan
GH News May 06, 2026 06:09 PM
Jakarta -

Pengendara motor gede (moge) Harley-Davidson menjadi tersangka usai menabrak bocah berinisal J (10) hingga tewas di Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Pemotor disebut sempat freestyle sebelum terjadinya kecelakaan.

Dikutip dari detikSulsel, kecelakaan maut itu terjadi di Lingkungan Sendana Buntu Pare, Kelurahan Nanggala Sangpiak Salu, Kecamatan Nanggala, Kamis (30/4) sekitar pukul 17.00 Wita. Saat itu, RR berkendara bersama rombongan.

Kecelakaan terjadi saat korban berdiri di pinggir jalan menyaksikan iring-iringan moge yang melintas di sekitar lokasi. Warga setempat melihat pengemudi moge sempat freestyle dengan posisi tangan lepas setir.

"Menurut keterangan warga setempat, (moge) sedang dalam kecepatan tinggi kemudian lepas dari setir," ujar Kasat Lantas Polres Toraja Utara Iptu Muhammad Nasrum Sujana dalam keterangannya, Jumat (1/5/2026).

Polisi yang mendatangi lokasi kejadian kemudian mengamankan pengendara moge beserta barang bukti motor yang dikendarainya. Belakangan, RR ditetapkan sebagai tersangka.

"Pengemudi motor Harley Davidson berinisial RR (42) telah resmi ditetapkan sebagai tersangka," kata Kapolres Toraja Utara AKBP Stephanus Luckyto kepada wartawan, Selasa (5/5).

Saat ini, RR telah ditahan di ruang tahanan Polres Toraja Utara. "RR dijerat dengan Pasal 310 ayat (4) UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dengan ancaman penjara paling lama 6 tahun, ujar Kasat Lantas.

"Polres Toraja Utara memastikan dan berkomitmen untuk senantiasa mengedepankan prinsip profesionalisme serta transparansi dalam memproses seluruh tahapan hukum guna menjamin rasa keadilan bagi semua pihak," ucapnya.

RR merupakan anggota dari Hogers Indonesia.

"Mewakili seluruh jajaran pengurus dan anggota Hogers Indonesia, dengan kerendahan hati yang paling dalam, kami menyampaikan rasa duka cita dan penyesalan yang teramat dalam atas musibah kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan berpulangnya ananda J ," kata Yudi Djadja Director Hogers Indonesia dalam pernyataan resminya.

Komunitas moge Harley-Davidson, Hogers Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas insiden bocah tewas tertabrak di Toraja Utara.Komunitas moge Harley-Davidson, Hogers Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas insiden bocah tewas tertabrak di Toraja Utara. Foto: Komunitas moge Harley-Davidson, Hogers Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas insiden bocah tewas tertabrak di Toraja Utara. (Dok. Istimewa)

Dia melanjutkan anggota yang bersangkutan mengikuti proses hukum yang sedang berjalan.

"Sejak terjadinya musibah tersebut, anggota kami selalu kooperatif, siap memenuhi tanggung jawab moral dan adat secara penuh, serta saat ini tengah mengikuti seluruh tahapan pemeriksaan oleh pihak Kepolisian. Kami menghormati sepenuhnya kewenangan aparat penegak hukum dan mendukung proses penegakan hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," katanya lagi.

Selain menempuh jalur hukum formal, Hogers Indonesia menyadari pentingnya aspek sosial-kultural, khususnya terkait nilai-nilai kekerabatan yang sangat dijunjung tinggi oleh masyarakat Toraja. Organisasi tersebut menyatakan permohonan maaf yang tulus dan kesiapan untuk memenuhi tanggung jawab moral maupun adat.

"Kami sangat menyadari bahwa peristiwa ini membawa duka mendalam bagi masyarakat Toraja yang memiliki nilai-nilai budaya dan kekerabatan yang luhur. Oleh karena itu, kami berkomitmen penuh untuk terus menjalin komunikasi kekeluargaan dengan tulus, serta menghormati dan tunduk pada setiap tahapan penyelesaian berdasarkan kearifan adat istiadat setempat yang berlaku bagi keluarga besar korban," lanjut pernyataan tersebut.

Saksikan Live DetikSore:

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.