Kalangan Gen Z di Purwokerto 'Terjangkit Demam' Burung Kicau
rival al manaf May 06, 2026 06:56 PM

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Ratusan ekor burung kicau di dalam sangkar terpampang rapih di atap-atap Pasar Burung Peksi Bacingan Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu (6/5/2026).

Kicauan burung dari berbagai spesies saling bersautan, ada burung murai, kenari, kacer, cucak hijau dan lain sebagainya. 

Pasar burung tersebut saat hari aktif sepi, pembeli ramai saat akhir pekan.

Meski begitu, antusias masyarakat dalam membeli burung sedang mengalami peningkatan dalam beberapa bulan terakhir. 

Pedagang burung, Sugi (42) mengatakan, saat ini penjualan mulai ramai lagi, berbeda dengan bulan-bulan kemarin yang sangat sepi.

Peningkatan terjadi saat bulan Ramadan atau sebelum Idulfitri. 

"Alhamdulillah, lumayan sedang ada peningkatan. Terkadang sehari 4-5 ekor, tapi terkadang juga tidak ada. Kalau sebelumnya benar-benar sepi," katanya kepada tribunjateng.com. 

Sugi mengatakan, dia menjual berbagai jenis burung, tetapi rata-rata merupakan burung kicau.

Harga relatif tergantung kualitas, postur, suara, dan kualitas tarungnya.

Burung yang ditokonya, meliputi Lovebird kisaran Rp 150 ribu- Rp 400 ribu, Kenari kisaran Rp 150 ribu- Rp 1 juta, dan Beo kisaran Rp 1,5 juta- Rp 2,5 juta.

Kemudian Kepudang Rp 400 ribu- Rp 600 ribu, Kacer Rp 400 ribu- Rp 750 ribu, Murai Rp 1,2 juta- Rp 2,5 juta, dan Cucak Hijau Rp 1 juta- Rp 1,4 juta.

"Saat ini yang sedang ramai dicari burung ocehan atau burung kicau. Banyak yang beli buat lomba," ungkapnya. 

Pedagang lain, Anto (55) mengatakan, saat ini banyak masyarakat yang mencari burung kicau dari kalangan anak muda atau Gen Z.

Mereka rata-rata pemula yang ingin memelihara burung.

Sedangkan untuk harga tergantung kualitas, tetapi yang sedang ada penurunan burung Murai dan Lovebird. 

"Di sini ramainya hari Minggu. Burung yang ternyal sehari 3-4 ekor burung," katanya. (fba)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.