Renungan Kaum Bapa Kristen, 1 Yohanes 2:18-27, Tidak Ada Dusta yang Berasal dari Kebenaran
Chintya Rantung May 06, 2026 04:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan harian untuk pria kaum bapa kristen.

Renungan ini disusun berdasarkan pembacaan alkitab 1 Yohanes 2:18-27.

Renungan ini bisa digunakan saat memimpin ibadah ibadah pria kaum bapa.

Bisa dibaca setiap hari, sebelum menjalankan aktivitas.

Renungan ini disusun berdasarkan penjabaran dari Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) dan pemaknaannya dikhususkan untuk para pria kaum bapa kristen.

Tema perenungan adalah Tidak Ada Dusta yang Berasal dari Kebenaran.

Khotbah:

Pernahkah kita berdusta? Kita berdusta karena apa? Atau apa yang menyebabkan kita berdusta?

Jawabannya pasti akan bermacam-macam alasan menurut pemikiran kita, atau mengutip apa kata orang dan masih banyak lagi.

Hal ini memberi isyarat bahwa orang berdusta adalah cara untuk mencoba menolong diri agar tidak dianggap salah.

Banyak yang kadang tidak mengakui kesalahan karena benar-benar salah sehingga harus berdusta agar kelihatan benar padahal salah.

Berdusta kadang dijadikan tameng untuk menutupi kesalahan. Bahkan ada orang yang mengaku sengaja berdusta demi kebenaran. 

Saudara-saudara, firman Tuhan saat ini diberi tema: Tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran. Namanya dusta 
tetap dusta, dan kebenaran adalah kebenaran. Tidak ada tawar-menawar.

Dusta adalah kesalahan dan benar adalah kebenaran. 

Orang jangan menggunakan dusta untuk membenarkan apa yang salah. 

Dalam bacaan saat ini jelas bahwa ada peringatan untuk waspada.

Sebab banyak yang tidak mengakui kekuasaan Kristus serta kebenaran-Nya dan ini yang disebutkan sebagai antikristus. 

Yang sangat tragis adalah antikristus berasal dari dalam komunitas tetapi mereka tidak sungguh-sungguh sebagai 
pengikut Kristus yang benar.

Hati-hati agar kita jangan terjebak dengan tipu muslihat yang menghancurkan kita. Karena itu kesadaran kita untuk waspada sangat penting. 

Penulis Yohanes mengatakan tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari yang kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya (1 Yohanes 2:20).

Kita yang telah percaya pada Kristus jangan mengingkari keyakinan kita, namun justru semakin dekat dengan Kristus agar kita jangan dipengaruhinya bahkan mengingkari panggilan iman kita. 

Pria/Kaum Bapa yang diberkati Tuhan,

Kristus adalah kebenaran, sedangkan antikristus adalah pendusta.

Tabiat kita adalah kebenaran bukan dusta, jangan pernah berkanjang pada dosa sehingga kita melupakan 
kebenaran, dan jangan membenarkan hal-hal yang tidak benar hanya untuk memperoleh keuntungan di dalamnya.

Hiduplah berdasarkan kasih Kristus jangan pernah kita menyangkal-Nya, sebab di luar Kristus kita tidak diselamatkan. 1 Yohanes 25: "Dan inilah yang telah dijanjikan-Nya sendiri kepada kita, yaitu hidup yang kekal.

Kebenaran adalah harga mati. Kristus adalah Juruselamat dan di luar-Nya kita tidak selamat, jangan berharap diberkati jika kita tidak hidup dalam kasih-Nya.

Hanya hidup dalam Kristus maka kita akan melihat mukjizat-Nya terjadi atas kita.

Tugas kita sekarang adalah tetap hidup dalam kebenaran dan jauhi dusta dalam bentuk apa pun karena dusta akan 
menjauhkan kita dari kebenaran. 

Sahabat Pria Kaum Bapa yang dikasihi Tuhan, 

Tugas kita sebagai Pria/Kaum Bapa adalah menjadi teladan dalam hidup keluarga.

Tidak mengajarkan hal-hal yang tidak benar, namun berpegang pada kebenaran.

Stop berdusta apalagi sampai itu menjadikan senjata kita untuk memperoleh keuntungan pribadi.

Contoh: menyembunyikan sesuatu pada keluarga demi keinginan daging sampai-sampai kita rela berdusta agar kita aman, padahal dusta akan melahirkan trauma dan sikap hidup cuek terhadap dosa.

Kita akan merasa bahwa berdusta adalah hal yang wajar padahal kita tanpa sadar mengajarkan ini pada keluarga kita.

Ingatlah, cepat atau lambat dusta akan selalu kalah terhadap kebenaran.

Jangan kita memutarbalikan fakta dengan berbagai tindakan yang tidak disukai Allah. 

Kepala keluarga yang baik atau suami yang baik, ayah yang baik akan selalu mengajarkan kebenaran walaupun pasti 
punya risiko, kita bisa saja dibenci karena kebenaran, tidak disukai namun semuanya itu akan diperhitungkan Tuhan, kita 
tidak sendiri sebab ada Tuhan yang akan menolong kita untuk tetap setia pada kebenaran.

Ingatlah "tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran, tetapi kebenaran akan selalu mengalahkan dusta. Bagi Tuhan, kebenaran pasti akan menang melawan ketidakbenaran.

Jadilah teladan dalam keluarga, jemaat dan masyarakat dengan selalu mengatakan dan bertindak benar, Tuhan pasti menolong kita. Amin.

Sumber: Komisi P/KB Sinode GMIM edisi April-Mei 2026

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.