Kesaksian Warga Soal Penikaman Mat Ular Eks Preman Manado di Teling Bawah: Banyak yang Aniaya Korban
Dewangga Ardhiananta May 06, 2026 04:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Polresta Manado berhasil menangkap empat tersangka dalam kasus penikaman terhadap pria yang dikenal dengan julukan Mat Ular.

Kasus penikaman terjadi di Lorong Anoa Teling Bawah, Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (5/5/2026) menghebohkan warga sekitar.

Dari informasi yang didapat di lokasi kejadian, warga menyebut pelaku yang terlibat dalam aksi tersebut diduga lebih dari empat orang.

“Banyak sekali yang lakukan penganiayaan, kita juga tidak bisa pastikan siapa-siapa saja soalnya sudah kacau jadi lebih dari 4 orang,” ujar warga yang meminta namanya tidak ditulis, Rabu (6/5/2026).

Tak hanya itu, warga juga menduga ada pelaku yang berasal dari luar lingkungan Teling Bawah.

Hal ini dilihat dari beberapa wajah yang dianggap tidak dikenal oleh masyarakat setempat.

“Ada yang kami tidak kenal. Sepertinya bukan orang sini,” ungkapnya.

Menurutnya, penganiayaan tersebut terjadi di acara malam duka almarhum Michael Lantu.

“Kemungkinan sudah minum semua jadi terjadi perkelahian,” tuturnya.

Kasus penikaman terjadi di lorong Anoa Teling Bawah, Manado, Sulawesi Utara, Selasa (5/5/2026) malam.

Keempat pelaku diamankan setelah tim kepolisian melakukan serangkaian penyelidikan dan pengumpulan keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian. 

Penangkapan dilakukan di beberapa titik berbeda di wilayah Manado.

Kasat Reskrim Polresta Manado AKP Elwin Kristanto, mengatakan setelah peristiwa itu tim langsung bergerak untuk memburu para pelaku.

 “Tadi malam sudah diamankan,” tutur Kasat, Rabu (6/5/2026).

Menurutnya keempat tersangka kini telah diamankan di Mapolresta Manado guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. 

Ia menambahkan tim masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam kasus tersebut.

“Kita masih mendalami tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain,” tandasnya.

Kasat mengatakan para tersangka ini bisa dijerat dengan pasal terkait penganiayaan berat secara bersama-sama, dengan ancaman hukuman penjara.

Keempat pelaku diamankan setelah tim kepolisian melakukan serangkaian penyelidikan dan pengumpulan keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian. 

Penangkapan dilakukan di beberapa titik berbeda di wilayah Manado.

Kasat Reskrim Polresta Manado AKP Elwin Kristanto, mengatakan setelah peristiwa itu tim langsung bergerak untuk memburu para pelaku.

 “Tadi malam sudah diamankan,” tutur Kasat, Rabu (6/5/2026).

Menurutnya keempat tersangka kini telah diamankan di Mapolresta Manado guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. 

Ia menambahkan tim masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam kasus tersebut.

“Kita masih mendalami tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain,” tandasnya.

Kasat mengatakan para tersangka ini bisa dijerat dengan pasal terkait penganiayaan berat secara bersama-sama, dengan ancaman hukuman penjara.

Kronologi penikaman

Kasus penikaman terjadi di Lorong Anoa Teling Bawah, Kota Manado, Sulut, Selasa (5/5/2026) malam.

Kejadian menghebohkan warga setempat kerena terjadi tempat ramai.

Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh pesta minuman keras (miras) yang berujung pada pertikaian dan penikaman.

“Benar terjadi penikaman, korban sementara menjalani perawatan di rumah sakit,” ujar Kasat Reskrim Polresta Manado AKP Elwin Kristanto kepada TribunManado.com, Rabu (6/5/2026).

Menurutnya, kejadian bermula saat sejumlah warga, termasuk korban yang dikenal dengan sebutan Mat Ular, tengah berkumpul di acara duka dan mengonsumsi minuman keras bersama.

Suasana yang awalnya santai berubah menjadi tegang setelah terjadi cekcok mulut di antara mereka.

Perdebatan tersebut diduga dipicu oleh persoalan sepele, namun dalam kondisi dipengaruhi alkohol, emosi para pihak tidak terkendali.

Cekcok pun berlanjut hingga terjadi aksi penikaman terhadap korban.

“Awalnya hanya adu mulut saat pesta miras, kemudian berkembang menjadi perkelahian hingga terjadi penikaman,” tutur Kasat.

Kata Elwin, korban mengalami luka serius akibat senjata tajam dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

“Hingga kini, kondisi korban masih dalam penanganan tenaga kesehatan,” ungkapnya.

Kasat mengimbau masyarakat untuk menghindari konsumsi minuman keras secara berlebihan karena kerap menjadi pemicu tindak kriminal.

“Stop konsumsi miras karena ini jadi salah satu pemicu terjadinya tindak kriminal,” pungkasnya.

Sosok Mat Ular

Dikutip dari tayangan YouTube Al-Fatah 21R, yang tayang pada 1 Juli 2021, Muhammad Chalim atau yang lebih dikenal dengan panggilan Mat Ular.

Ia adalah seorang preman asal kota Manado yang dikenal sebagai Preman Kairagi.

Ia tak hanya dikenal di kota Manado namun juga terkenal di kalangan preman di daerah Palu dan Makassar.

Mat Ular bukan preman kampung biasa.

Dia adalah preman kelas kakap, sering keluar masuk penjara akibat kasus pembunuhan.

Dalam narasi di  YouTube Al-Fatah 21R, Mat Ular mendapat Hidayah hingga Ia hijrah. 

Mat Ular kemudian memantapkan diri untuk meninggalkan dunia gelap premanisme, memilih hijrah dan ikut ambil bagian dalam Dakwah Wa Tabligh untuk memperbaiki diri.

(TribunManado.co.id/Fer)

WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.