Apakah Desil 5 Masih Berhak Menerima Bantuan Sosial? Ini Penjelasannya
Maudy Asri Gita Utami May 06, 2026 05:30 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Seiring dengan diberlakukannya sistem terbaru oleh pemerintah dalam penyaluran bantuan sosial melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), masyarakat kini semakin aktif mencari tahu posisi kesejahteraan mereka. 

Salah satu hal yang paling banyak menimbulkan pertanyaan adalah mengenai kategori desil, khususnya desil 5 yang kerap dianggap berada di “zona abu-abu” terkait kelayakan menerima bantuan dari pemerintah.

Secara umum, istilah desil mengacu pada pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi dan sosial. 

Pengelompokan ini dibuat berjenjang, mulai dari kelompok dengan kondisi ekonomi paling rendah hingga yang paling tinggi. 

Dalam implementasi DTSEN yang kini menggantikan sistem sebelumnya, yaitu DTKS, klasifikasi desil menjadi instrumen utama untuk menentukan prioritas penerima bantuan sosial agar lebih tepat sasaran.

Lantas, muncul pertanyaan penting: apakah individu atau keluarga yang berada pada desil 5 masih memiliki peluang untuk mendapatkan bantuan sosial? Jika memungkinkan, jenis bantuan apa saja yang dapat diterima, serta bagaimana cara masyarakat mengecek status mereka dalam sistem tersebut?

Mengacu pada Buku Saku “0 persen Kemiskinan Ekstrem” yang diterbitkan oleh Kantor Staf Presiden, desil merupakan indikator yang digunakan untuk menentukan peringkat kesejahteraan keluarga di Indonesia. 

• Bansos Tahap 2 Cair Mei 2026, Begini Cara Cek Status Penerima Secara Online dari HP Saja

Sistem ini membagi masyarakat ke dalam 10 kelompok berdasarkan kondisi ekonomi dan sosial yang dimiliki.

Dalam pembagian tersebut, desil 1 menempati posisi sebagai kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah atau tergolong miskin ekstrem. 

Sementara itu, desil 10 berada pada kategori masyarakat dengan tingkat kesejahteraan tertinggi. Dengan adanya klasifikasi ini, pemerintah dapat lebih mudah menetapkan kebijakan bantuan sosial yang tepat dan terarah.

Penentuan posisi desil tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan berdasarkan berbagai indikator yang tercatat dalam DTSEN. 

Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan meliputi jenis pekerjaan, tingkat pendidikan, kondisi tempat tinggal seperti kualitas bangunan rumah dan kapasitas listrik, hingga kepemilikan aset tertentu. 

Semua data tersebut diolah untuk menghasilkan peringkat kesejahteraan yang akurat bagi setiap keluarga.

Agar lebih jelas, berikut pembagian kategori desil dalam masyarakat:

Desil 1: Miskin ekstrem
Desil 2: Miskin
Desil 3: Rentan miskin
Desil 4: Menuju kelas menengah
Desil 5: Kelas menengah
Desil 6 hingga 10: Kelompok masyarakat kelas atas

Melihat posisi tersebut, desil 5 berada di tengah-tengah, yang membuatnya sering dianggap sebagai kelompok yang belum tentu menjadi prioritas utama penerima bantuan sosial. 

Namun dalam kondisi tertentu, terutama jika terdapat perubahan situasi ekonomi atau indikator lain yang relevan, masyarakat di desil ini masih memiliki peluang untuk mendapatkan bantuan, meskipun tidak sebesar kelompok di desil bawah.

Perlu diketahui bahwa kondisi ekonomi masyarakat bersifat dinamis, sehingga pemerintah secara rutin melakukan pembaruan data DTSEN. Proses pemutakhiran ini dilakukan setiap tiga bulan atau per triwulan, guna memastikan data yang digunakan tetap relevan dengan kondisi terbaru di lapangan.

Biasanya, pembaruan data ini dilakukan menjelang distribusi bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Tujuan utamanya adalah untuk menjaga akurasi data penerima agar bantuan benar-benar diberikan kepada pihak yang membutuhkan.

Dengan adanya pembaruan berkala ini, posisi desil seseorang atau suatu keluarga dapat berubah sewaktu-waktu. Hal inilah yang menyebabkan daftar penerima bantuan sosial juga mengalami perubahan, baik dalam bentuk penambahan penerima baru maupun pengurangan bagi mereka yang dianggap sudah tidak memenuhi kriteria.

Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk secara berkala memeriksa status kesejahteraan mereka dalam sistem DTSEN, agar dapat mengetahui peluang menerima bantuan sekaligus memahami perubahan yang mungkin terjadi. 

Apa Itu DTSEN?

DTSEN merupakan singkatan dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional. Menurut keterangan dari laman resminya, data tunggal ini disusun berdasarkan amanat Instruksi Presiden No 4 Tahun 2025 yang bertujuan untuk membentuk sebuah data tunggal yang terintegrasi guna mencapai tujuan pembangunan yang terukur dan berkelanjutan.

Berdasarkan keterangan dalam Buku Saku 0 % Kemiskinan Ekstrem oleh Kantor Staf Presiden, fungsi utama DTSEN adalah membentuk sebuah data tunggal yang bisa digunakan sebagai acuan keperluan berbagai sektor, baik sosial, pendidikan, ekonomi, dan lain-lain. DTSEN sendiri dibangun dari 3 sumber data utama, yaitu DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), Regsosek, dan P3KE.

DTSEN dibentuk sebagai satu-satunya basis data terpadu yang digunakan pemerintah untuk memetakan tingkat kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Berbeda dengan DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) yang sebelumnya hanya mencakup kelompok masyarakat miskin dan rentan, DTSEN mencakup seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Mulai dari kelompok berpenghasilan rendah hingga kelas menengah dan atas, semuanya masuk dalam sistem pendataan ini.

Dengan cakupan yang lebih luas tersebut, DTSEN kini menjadi pengganti DTKS. Kehadirannya diharapkan mampu meningkatkan ketepatan sasaran bantuan sosial sekaligus memberikan gambaran kondisi sosial ekonomi masyarakat secara lebih rinci dan menyeluruh.

Desil 5 DTSEN Apakah Dapat Bantuan?
Dalam pembagian desil, masyarakat yang tergolong dalam kelompok desil 5 dikategorikan sebagai kelas menengah. Kategori ini memang tidak menjadi prioritas utama dalam pembagian bantuan sosial dari pemerintah, khususnya seperti PKH atau BPNT.

Meski demikian, bukan berarti desil 5 sama sekali tidak bisa menerima bantuan. Kelompok ini masih memiliki peluang mendapatkan bantuan tertentu, tergantung jenis program dan kebijakan yang berlaku. Dalam sumber yang telah disebut, dijelaskan bahwa desil 1 hingga desil 5 masih berpotensi menjadi penerima bantuan sosial, salah satunya melalui skema PBI (Penerima Bantuan Iuran) untuk jaminan kesehatan.

Namun, perlu dipahami bahwa penyaluran bantuan tetap mengutamakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, yakni desil 1. Jika kuota masih tersedia, bantuan dapat menjangkau desil di atasnya secara bertahap. Selain itu, penentuan penerima juga mempertimbangkan berbagai faktor lain, seperti kondisi wilayah, jenis bantuan yang disalurkan, serta kebijakan pemerintah pusat maupun daerah.

• Tuntunan Melaksanakan Shalat Subuh yang Benar, Disertai Niat dan Bacaan Lengkap Bagi Pemula

Desil 5 Bisa Dapat Bantuan Apa Saja?

Berdasarkan keterangan dalam dokumen sosialisasi DTSEN oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kabupaten Gunungkidul dan laman Dinas Sosial Pemerintah Kota Cirebon, berikut beberapa jenis bantuan yang masih berpeluang diterima oleh kelompok desil 5.

1. Bantuan Sembako
Masyarakat yang masuk desil 1 hingga desil 5 masih berpeluang menerima bantuan sembako dari pemerintah. Program ini biasanya disalurkan dalam bentuk paket bahan pokok atau bantuan pangan non-tunai yang dapat digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari seperti beras, telur, dan komoditas penting lainnya.

Meski demikian, prioritas utama tetap diberikan kepada kelompok desil 1-3 sebagai kategori paling rentan. Sementara itu, desil 4 dan 5 umumnya masuk kategori penerima tambahan atau perluasan, tergantung pada kebijakan anggaran dan kondisi ekonomi nasional.

2. Bantuan Kesehatan
Untuk sektor kesehatan, masyarakat dalam desil 1 sampai 5 dapat terdaftar sebagai PBI dalam program BPJS Kesehatan. Melalui skema ini, iuran jaminan kesehatan dibayarkan oleh pemerintah sehingga peserta bisa mendapatkan layanan kesehatan tanpa harus membayar iuran bulanan.

Program BPJS PBI sangat penting terutama bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi agar tetap memiliki akses layanan kesehatan yang layak. Peserta dapat berobat di fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga rujukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Namun, seperti bantuan lainnya, penetapan penerima BPJS PBI tetap mempertimbangkan hasil verifikasi data sosial ekonomi. Oleh karena itu, tidak semua desil 5 otomatis terdaftar, tetapi masih memiliki peluang jika memenuhi kriteria.

3. Bantuan Program Asistensi Rehabilitasi Sosial
Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) juga menyasar masyarakat dalam rentang desil 1 hingga 5. Bantuan ini tidak hanya berupa uang, tetapi juga layanan sosial seperti pendampingan, terapi, hingga pemberdayaan bagi kelompok rentan seperti lansia, disabilitas, dan anak-anak yang membutuhkan perlindungan khusus.

Tujuan utama program ini adalah meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat agar bisa lebih mandiri secara sosial dan ekonomi. Bantuan dapat diberikan dalam bentuk kebutuhan dasar, alat bantu, hingga dukungan usaha sesuai kondisi penerima.

Bagi desil 5, peluang mendapatkan bantuan ini biasanya bergantung pada kondisi kerentanan seseorang, bukan semata-mata tingkat ekonomi. Artinya, jika masuk kategori rentan, tetap bisa diusulkan sebagai penerima manfaat.

4. Bantuan Pendidikan
Di bidang pendidikan, masyarakat desil 5 masih berpeluang mendapatkan bantuan seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) maupun beasiswa tertentu yang berbasis kondisi ekonomi. Program ini ditujukan untuk membantu siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa melanjutkan pendidikan.

KIP biasanya diberikan kepada siswa dari jenjang SD hingga SMA/sederajat, dengan bantuan dana yang bisa digunakan untuk kebutuhan sekolah. Selain itu, ada juga berbagai beasiswa dari pemerintah maupun lembaga lain yang mempertimbangkan kondisi ekonomi keluarga.

Meski prioritas utama tetap pada desil bawah, siswa dari desil 5 masih bisa mendapatkan bantuan jika memenuhi syarat administratif dan hasil verifikasi menunjukkan adanya kebutuhan dukungan pendidikan.

5. Bantuan Subsidi
Pemerintah juga memberikan berbagai subsidi, seperti BBM dan listrik, yang menjangkau masyarakat hingga desil 5. Subsidi ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat, terutama saat terjadi kenaikan harga energi.

Untuk listrik, misalnya, subsidi biasanya diberikan kepada pelanggan dengan daya tertentu yang dianggap masuk kategori rumah tangga menengah ke bawah. Namun, seperti bantuan lainnya, kebijakan subsidi sangat dinamis dan bisa berubah sesuai kondisi keuangan negara. Desil 5 umumnya masih masuk dalam kelompok yang dipertimbangkan, meski tidak selalu menjadi prioritas utama dibanding desil 1-3.

6. Bantuan Lainnya Sesuai Kebijakan Kemensos
Selain program-program utama, pemerintah melalui Kementerian Sosial juga kerap menyalurkan berbagai bantuan tambahan yang sifatnya situasional dan mengikuti kebijakan terbaru. Bantuan ini bisa berupa bantuan tunai, bantuan khusus untuk kelompok rentan, hingga program pemberdayaan ekonomi yang diluncurkan pada kondisi tertentu, seperti saat terjadi krisis atau bencana.

Masyarakat dalam desil 1-5, tetap memiliki peluang untuk menerima bantuan jenis ini. Namun, penyalurannya biasanya lebih selektif dan bergantung pada kebutuhan spesifik di lapangan. Karena sifatnya yang dinamis, penting bagi masyarakat untuk rutin memantau informasi resmi dari pemerintah daerah maupun Kemensos. Dengan begitu, peluang untuk mendapatkan bantuan tambahan tidak terlewat, terutama bagi mereka yang memang memenuhi kriteria tetapi belum tercakup dalam program bantuan reguler.

Perbedaan Bantuan Berdasarkan Desil (1-10)
Desil 1-4
Kelompok desil 1 hingga 4 merupakan prioritas utama dalam penyaluran bantuan sosial pemerintah. Mereka masuk kategori rumah tangga dengan kondisi ekonomi paling rentan, sehingga menjadi sasaran berbagai program bansos yang sifatnya rutin dan berkelanjutan.

Program seperti PKH dan BPNT umumnya difokuskan pada kelompok ini. Selain itu, mereka juga lebih berpeluang mendapatkan bantuan tambahan seperti bantuan pendidikan, kesehatan, hingga subsidi lainnya karena dinilai paling membutuhkan.

Desil 5
Desil 5 berada di posisi menengah sehingga tidak menjadi prioritas utama dalam penyaluran bantuan. Meski begitu, kelompok ini masih memiliki peluang untuk menerima berbagai jenis bantuan, terutama jika ada perluasan kuota atau program tambahan dari pemerintah.

Penerimaan bantuan pada desil 5 biasanya lebih selektif dan mempertimbangkan faktor lain, seperti kondisi daerah, jumlah tanggungan, hingga kerentanan sosial. Oleh karena itu, tidak semua yang berada di desil 5 otomatis menerima bansos, tetapi tetap bisa masuk sebagai penerima dalam kondisi tertentu.

Desil 6-10
Kelompok desil 6 hingga 10 umumnya dianggap sudah berada pada kondisi ekonomi yang relatif lebih baik. Karena itu, mereka jarang atau bahkan tidak menjadi sasaran utama dalam program bantuan sosial pemerintah.

Fokus kebijakan pemerintah lebih diarahkan pada kelompok bawah agar bantuan tepat sasaran. Meski demikian, dalam situasi tertentu seperti krisis nasional atau bencana besar, tidak menutup kemungkinan sebagian dari kelompok ini tetap mendapatkan bantuan, meskipun sifatnya terbatas dan tidak rutin.

Cara Cek Desil DTSEN Secara Online

detikers bisa melakukan pengecekan desil secara online melalui laman resmi yang disediakan oleh Kemensos, berikut tata caranya:

Buka situs https://cekbansos.kemensos.go.id/.
Masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Masukkan huruf kode atau kode captcha yang tertera.
Klik 'Cari Data'.
Data akan menampilkan keterangan nama, desil, dan bantuan yang diterima.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.