Graham Arnold Ungkap 'Kecurangan' Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026, Indonesia Paling Dirugikan
Eko Darmoko May 06, 2026 05:35 PM

SURYAMALANG.COM - Di bawah asuhan juru racik Graham Arnold, Timnas Irak sukses mengantongi tiket ke Piala Dunia 2026.

Pelatih asal Australia itu bercerita tentang ketidak-adilan selama melakoni babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Graham Arnold merasakan ada banyak kejanggalan selama Kualifikasi Piala Dunia 2026, khususnya pada ronde keempat yang digelar Oktober 2025.

Graham Arnold mengungkap dinamika yang terjadi selama putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Graham Arnold mengungkapkan penentuan tuan rumah ronde keempat penuh kejanggalan.

Selain itu, jalannya ronde keempat juga merugikan tim-tim peserta di luar tuan rumah.

Timnas Irak kala itu berada satu grup dengan Timnas Indonesia dan Arab Saudi.

Sebelumnya, Graham Arnold sempat melatih Timnas Australia sampai laga kedua ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 sebelum terdepak usai ditahan imbang Timnas Indonesia di Jakarta.

Baca juga: Fix, Timnas Indonesia Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026, Laga Digelar Bulan September-Oktober

"Ketika saya menghadiri undian di awal kampanye bersama Australia, kami diberi tahu bahwa playoff akan diadakan di tempat netral," ungkap Arnold.

Namun, tidak seperti pernyataan di awal kompetisi, AFC justru menetapkan dua tim dengan peringkat tertinggi sebagai tuan rumah ronde keempat.

Berdasarkan ranking FIFA pada 13 Juni 2025, Qatar berada di peringkat 53, Irak di peringkat 57, dan Arab Saudi di peringkat 58.

Kejanggalan belum berhenti sampai di situ.

Berdasarkan logika di atas, Qatar dan Irak seharusnya berhak menjadi tuan rumah ronde keempat.

Namun, FIFA justru menunjuk Arab Saudi dan Qatar sebagai tuan rumah ronde keempat.

"Saya pikir itu bagus, kami akan menjadi tuan rumah, karena Qatar berada di peringkat 53, Irak 57, dan Arab Saudi 58."

"Namun entah bagaimana, Arab Saudi justru menjadi tuan rumah grup tersebut," tutur Arnold.

Keputusan tersebut jelas menguntungkan tuan rumah sepenuhnya dan jadi bentuk kerugian bagi tim lainnya.

Graham Arnold mengaku bahwa Timnas Indonesia jadi tim yang paling dirugikan dalam ronde keempat.

Pasalnya, Timnas Indonesia baru tiba di Arab Saudi pada Senin dan beberapa pemain baru bergabung pada Selasa.

Kemudian, Timnas Indonesia langsung dihadapkan pada laga perdana menghadapi tim tuan rumah pada Rabu (8/10/2025) malam waktu Arab Saudi.

Selain itu, Timnas Indonesia juga tidak punya waktu bernapas lebih lama.

Tiga hari kemudian, Skuad Garuda harus berjumpa dengan Irak dan mengakhiri petualangan di ronde keempat.

"Saya merasa sangat kasihan kepada Indonesia di grup kami karena situasi playoff itu benar-benar tidak adil."

"Mereka harus bermain di Arab Saudi," ucap pelatih 62 tahun.

"Sementara itu, kami bermain melawan Indonesia pada Sabtu dan mengalahkan mereka."

"Di sisi lain, Arab Saudi memiliki waktu istirahat enam atau tujuh hari, sedangkan kami harus menghadapi mereka hanya dua atau tiga hari setelah pertandingan kami melawan Indonesia," jelas dia.

Arab Saudi akhirnya lolos ke Piala Dunia 2026 usai menjadi juara Grup B dengan koleksi empat poin.

Sementara Irak harus menempuh perjalanan sampai babak playoff antarkonfederasi demi tiket ke putaran final Piala Dunia 2026.

Irak jadi tim terakhir yang sukses mengunci tiket ke putaran final Piala Dunia 2026 usai menumbangkan Bolivia pada babak final playoff antarkonfederasi.

Timnas Indonesia sebagai tim paling kelelahan harus tersingkir memalukan dari turnamen.

Baca juga: Menang Lawan China, Ini Jadwal Timnas Indonesia Lawan Qatar dan Jepang di Piala Asia U-17 2026

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.