TRIBUNNEWS.COM - Peluang Bayern Munchen untuk meraih treble winners musim ini akan bergantung pada hasil akhir laga melawan Paris Saint-Germain (PSG), dinihari nanti.
Bayern Munchen setidaknya harus mengalahkan PSG dengan minimal margin dua gol, jika ingin menjaga asa meraih treble winners ketiganya dalam sejarah.
Laga leg kedua semifinal Liga Champions yang mempertemukan Bayern Munchen vs PSG dijadwalkan akan berlangsung pada Kamis (7/5/2026) dinihari nanti.
Bayern Munchen akan gantian menyandang predikat sebagai tuan rumah.
Allianz Arena yang merupakan markas Bayern Munchen akan menjadi venue laga leg kedua melawan PSG selaku juara bertahan.
Tertinggal agregat satu gol di leg pertama yang berlangsung di kandang PSG, membuat Bayern Munchen mau tidak mau harus menang dalam laga nanti.
Baca juga: Deretan Juara Liga Champions yang Tak Terkalahkan, Arsenal Menjemput Takdir di Budapest
Jika ingin lolos ke final Liga Champions, Bayern Munchen minimal harus bisa mengalahkan PSG dengan margin dua gol.
Andai bisa menciptakan kemenangan dengan margin dua gol, Bayern Munchen dipastikan akan lolos ke final, dan menantang Arsenal untuk memperebutkan gelar si Kuping Besar.
Hanya saja bukan perkara mudah bagi Bayern Munchen untuk bisa membalikkan keadaan di leg kedua.
Hal ini karena lawan yang dihadapi Bayern Munchen ialah PSG yang sedang naik performanya di akhir musim.
Keberadaan pemain seperti Ousmane Dembele, Desire Doue, hingga Khvicha Kvaratskhelia yang punya kecepatan luar biasa di lini depan, tentu bisa merobek pertahanan Bayern Munchen yang kurang solid.
Belum lagi kehadiran Vitinha, Joao Neves, hingga Nuno Mendes, yang memberikan ancaman dari lini lain.
Kekalahan dengan skor 5-4 di leg pertama semifinal, jelas menjadi pelajaran berharga yang wajib dipetik Bayern Munchen.
Karena jika tidak, Bayern Munchen rawan mengalami crash lagi, sebagaimana pada momen semifinal terakhirnya, saat mereka tersingkir tragis di tangan Real Madrid pada tahun 2024 lalu.
Tak ada yang menyangkal, laga melawan PSG di leg kedua nanti, menyisakan banyak makna bagi Bayern Munchen.
Salah satunya menyoal pertaruhan misi Bayern Munchen meraih treble winners lagi musim ini.
Bayern Munchen tercatat sudah berhasil mengamankan satu gelar dari tiga trofi yang ingin mereka menangkan di musim penuh keduanya dilatih Vincent Kompany.
Satu trofi yang telah diamankan Bayern Munchen ialah gelar juara Liga Jerman alias Bundesliga.
Gelar tersebut sudah disegel Bayern Munchen tepat dalam laga pekan ke-30, melawan VFB Stuttgart.
Dalam laga yang berakhir dengan skor 4-2 tersebut, Bayern Munchen berhasil memastikan gelar Liga Jerman musim ini.
Dengan tersegelnya gelar Liga Domestik, otomatis membuat peluang Bayern Munchen meraih treble winners terjaga.
Karena Bayern Munchen kini tinggal butuh beberapa kemenangan lagi untuk menjadi juara di dua kompetisi lain.
Pertama di DFB Pokal, Bayern Munchen sudah mengunci tiket final, dan hanya perlu mengalahkan VFB Stuttgart di laga puncak, untuk memenangkan gelar keduanya musim ini.
Kedua di Liga Champions, Bayern Munchen mau tidak mau harus bisa mengalahkan PSG dengan minimal skor dua gol, untuk bisa melaju ke final, sekaligus menjaga asa juara.
Seandainya bagian kedua ini berakhir dengan hasil negatif alias kegagalan.
Maka, harapan Bayern Munchen untuk meraih treble winners ketiga dalam sejarah dipastikan ikutan ambyar.
Kesempatan Bayern Munchen untuk menisbatkan diri sebagai satu-satunya klub yang pernah meraih treble winners sebanyak tiga kali otomatis sirna.
Situasi kian pilu jika Bayern Munchen juga gagal memenangkan gelar DFB Pokal, karena kalah melawan Stuttgart di final.
Alhasil, andai skenario tersebut terjadi, alih-alih memenangkan treble winners, Bayern Munchen terancam hanya bisa memenangkan gelar Liga Domestik saja musim ini.
Pelatih Bayern Munchen, Vincent Kompany pun sudah menegaskan bahwa timnya akan berjuang sebaik mungkin, untuk membalikkan keadaan demi lolos ke final.
"Misi kami adalah memenangkan pertandingan, itulah intinya, bukan lagi filosofi," tegas Kompany dilansir laman UEFA.
"Kami telah memenangkan banyak laga termasuk di Paris (fase liga Liga Champions),"
"Jika kami bisa menang tanpa kebobolan, itu bagus, tetapi yang lebih bermain pragmatis, kemungkinan yang menang," tukasnya.
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)