Persija VS Persib di Samarinda, Viking Persib Club: Seharusnya Tak di Kandang Pesaing
ferri amiril May 06, 2026 05:35 PM

 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Nazmi Abdurahman

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Sekretaris Umum Viking Persib Club (VPC), Arlan Sidha, menilai pemindahan venue laga Persija Jakarta melawan Persib Bandung ke Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan tidak memiliki urgensi dan sarat pertimbangan non-teknis.

Keputusan tersebut, kata dia, merupakan kewenangan tuan rumah dan operator liga, namun Arlan mengaku tidak melihat adanya kondisi mendesak yang mengharuskan pertandingan dipindahkan dari lokasi semula.

Menurutnya, perpindahan venue yang dilakukan secara tiba-tiba di tengah kompetisi yang berjalan normal, justru menimbulkan kesan adanya persoalan non-teknis. Arlan juga membantah adanya anggapan bahwa kondisi itu justru menguntungkan Persib.

“Sebagai suporter, tidak ada keuntungan signifikan. Justru ada kerugian karena jarak yang jauh dan kebutuhan adaptasi tim,” ujar Arlan, Rabu (6/5/2026).

Baca juga: Persija VS Persib Digelar di Samarinda, Andrew Jung: Lebih Enak di Jakarta Sih

Arlan juga menyoroti lokasi pertandingan yang digelar di kandang Borneo FC. Menurutnya, jika tujuan pemindahan adalah netralitas, seharusnya dipilih stadion yang benar-benar netral, bukan markas tim pesaing.

Arlan menambahkan, alasan keamanan seharusnya menjadi tanggung jawab tuan rumah. Keputusan mendadak seperti ini, kata dia, justru berpotensi memunculkan polemik serta pandangan negatif terhadap kesiapan operator liga maupun kedua klub.

Arlan juga menilai situasi ini mencerminkan perlunya evaluasi dari operator liga. Setiap klub peserta liga seharusnya memiliki stadion kandang yang jelas agar tidak mengganggu penjadwalan, kecuali dalam kondisi darurat atau force majeure.

Tak cuma itu, Arlan juga mempertanyakan alasan tidak digunakannya Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), jika hanya untuk satu pertandingan sepak bola yang sesuai dengan fungsi stadion tersebut.

“Bukan berarti kami takut bermain di mana pun. Klub harus siap. Tapi skenario seperti ini tetap harus diperhitungkan,” katanya.

Terkait dukungan suporter, Arlan mengimbau Bobotoh untuk bersikap rasional dan mempertimbangkan risiko jika memaksakan hadir langsung ke Samarinda. Ia menyebut kondisi pertandingan yang digelar di kandang tim lain berpotensi menimbulkan kerawanan.

“Lebih baik menonton dari rumah atau nonton bareng saja, sambil tetap mendoakan dan berpikir positif,” ucapnya.

Arlan juga menegaskan bahwa narasi Persib enggan bermain di Jakarta tidak benar. Menurutnya, yang menjadi perhatian utama adalah jaminan keamanan serta kejelasan dari operator liga, terutama karena keputusan pemindahan venue dilakukan secara mendadak, hanya beberapa hari sebelum pertandingan.

Ke depan, Arlan berharap operator liga melakukan evaluasi menyeluruh, khususnya terkait kepastian stadion kandang dan aspek keamanan yang terverifikasi. Ia juga menilai, menjelang akhir musim, operator perlu lebih memperhatikan aspek teknis, termasuk penjadwalan pertandingan agar berjalan lebih adil.

“Tim-tim papan atas seharusnya bermain di waktu yang bersamaan agar kompetisi lebih fair,” katanya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.