Sosok KH Nusin Naparin di Mata Ketua MUI HSU: Selalu Ajarkan Kebaikan Melalui Teladan
Irfani Rahman May 06, 2026 05:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Duka menyelimuti Ponpes Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan atas meninggalkan ulama KH Husin Naparin.

Almarhum KH Husin Naparin yang juga  ketua yayasan Ponpes Rakha Amuntai sejak Tahun 2012 hingga saat ini dianggap sebagai panutan dan tauladan.

Sosok alhamhum KH Husin Naparin pun sangat mengayomi.

Ketua MUI HSU KH Said Masrawan yang juga sesama alumni Ponpes Rakha dan Al Azhar Mesir mengatakan sosok KH Husin Naparin sangat mengayomi. 

"Perkataan beliau padat isi dan selalu mengajarkan kebaikan melalui teladan," ucapnya. 

Ribuan Jemaah

Sementara itu salat Fardhu Kifayah KH Husin Naparin diikuti oleh ribuan jemaah di masjid Ponpes Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai, Rabu (6/5/2026). 

Baca juga: Ribuan Jemaah Hadiri Salat Fardhu Kifayah KH Husin Naparin di Ponpes Rakha HSU

Keluarga besar dari Ponpes Rakha Amuntai mengantarkan untuk terakhir sebelum jenazah dibawa ke Desa Kalahiang Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan. 

Hadir Wakil Bupati HSU Hero Setiawan dan beberapa pejabat di lingkungan Pemkab. HSU, Ketua MUI HSU, alim ulama, santri dan juga warga memadatis area masjid Rakha. 

Karangan bunga tampak sudah berjejer di jalan masuk area Ponpes Rakha sebagai tanda ucapan duka meninggalnya ulama besar Kalsel. 

KH Husin Naparin juga menjabat sebagai ketua yayasan Ponpes Rakha Amuntai sejak Tahun 2012 hingga saat ini. 

Anggota Polres HSU juga turut menjaga kelancaran kedatangan rombongan pengantar jenazah. 

KBO Lantas Ipda Amin mengatakan penjagaan dilakukan di beberapa titik persimpangan. "Sekitar 30 anggota kami turunkan untuk melakukan pengamanan dan penjagaan " ujarnya.

Sebelumnya, kabar duka menyelimuti masyarakat Kalimantan Selatan. Seorang ulama kharismatik, KH Husin Naparin, dikabarkan wafat pada Rabu (6/5/2026) pagi.

Informasi yang dihimpun, almarhum meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit.

Cucu almarhum, Suhudul Ikhsan, menyampaikan bahwa sebelumnya sang kakek sempat dibawa ke rumah sakit pada Sabtu untuk pemeriksaan kesehatan.

“Awalnya mau check up biasa saja. Tapi karena ada kondisi lain, akhirnya dirawat inap. Tadi pagi, setelah subuh, beliau meninggal dunia,” ujarnya saat ditemui di rumah duka.

Jenazah almarhum saat ini dalam perjalanan menuju rumah duka di kawasan Jalan Masjid Jami, Banjarmasin.

Rencananya, setibanya di rumah, almarhum akan dishalatkan di Masjid Jami sebelum dimakamkan.

Pihak keluarga menyampaikan, almarhum akan dimakamkan di alkah keluarga di Paringin, Kabupaten Balangan berdampingan dengan makam ibu beliau. 

Selain itu, terdapat rencana untuk membawa jenazah ke Pondok Pesantren Raha di Amuntai, yang merupakan lembaga pendidikan yang didirikan dan dibina oleh almarhum, guna memberikan kesempatan kepada para santri untuk memberikan penghormatan terakhir.

Semasa hidupnya, KH Husin Naparin dikenal sebagai sosok ulama yang aktif dalam dakwah dan pendidikan keagamaan.

Dedikasinya dalam membina umat, menjadikan beliau sebagai salah satu tokoh yang dihormati di Kalimantan Selatan.

Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat luas dan para santri yang pernah menimba ilmu darinya.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa beliau, menerima amal ibadahnya, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya,” demikian doa yang disampaikan keluarga.

Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.