TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Terungkap sosok Aman Yani, pria yang disebut-sebut sebagai dalang pembunuhan satu keluarga di Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Nama Aman Yani mendadak jadi sorotan setelah diungkap oleh terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga tersebut yakni bernama Ririn Rifanto.
Ririn lantang menyebut bahwa dirinya bukanlah pembunuh keluarga Sachroni dan anak-anaknya.
Untuk diketahui, Ririn Rifanto ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan Budi Awaludin dan empat orang anggota keluarganya pada 29 Agustus 2025 lalu.
Para korban adalah Budi, ayah Budi yakni Sachroni, istri Budi yakni Euis Juwita Sari, dua anak Budi yang masih bayi.
Kasus tersebut telah sampai ke tahap pengadilan.
Jadi terdakwa, Ririn sempat mengamuk usai persidangan di Pengadilan Negeri Indramayu.
Saat hendak dibawa ke mobil tahanan oleh Jaksa, Ririn tiba-tiba mengambil microphone.
Ririn mengakui dengan tegas bahwa ia tidak pernah membunuh keluarga Budi.
Ririn pun menyebutkan nama-nama pembunuh asli keluarga Budi, salah satunya adalah Aman Yani.
"Saya bukan pelakunya pak, saya bukan pelakunya. Pak Aman Yani, Yoga, Joko, Hardi (pelakunya)," teriak Ririn Rifanto.
Namanya disebut-sebut oleh terdakwa pembunuhan satu keluarga, sosok Aman Yani dikulik Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat itu ikut penasaran dengan kejelasan kasus tersebut.
Dedi lantas menemui keluarga Aman Yani hingga mantan manajer Bank BJB tempat dulunya Aman Yani bekerja.
Dihimpun TribunnewsBogor.com dari laman Youtube Kang Dedi Mulyadi, terungkap sosok hingga profesi Aman Yani.
Ternyata Aman Yani adalah mantan pegawai Bank BJB yang sudah bekerja selama lebih dari 20 tahun.
Bahkan dari tahun 2013 hingga Agustus 2015, Aman Yani pernah menjabat sebagai Manajer komersial Bank BJB.
Awalnya, Aman Yani diketahui bekerja sebagai satpam di Bank tersebut tahun 1991.
Lalu Aman Yani jabatannya meningkat menjadi pegawai hingga berpindah-pindah tempat.
Terakhir Aman Yani bertugas di Bank BJB Pusat di Bandung tahun 2015.
Setelahnya di tahun 2016, Aman Yani menghilang dari keluarganya.
Sebelum menghilang, Aman Yani sempat bercerita ke keluarganya bahwa ia pensiun dini.
Selang satu tahun setelah hilang tanpa jejak, keluarga terkejut dengan kedatangan pihak Bank BJB.
Pihak Bank menyebut bahwa masih ada gaji terakhir dan uang pensiun yang belum diambil Aman Yani.
"Tahun 2017 pihak BJB mendatangi keluarga untuk membicarakan soal gaji terakhir dan pesangon yang belum diambil," ungkap adik Aman Yani kepada Dedi Mulyadi.
Kini nama Aman Yani disebut-sebut dalam kasus pembunuhan, keluarga tersentak.
Pasalnya keluarga saja kebingungan dengan keberadaan Aman.
Namun adik Aman mengaku ingat dengan sosok Ririn.
Ririn adalah keponakan dari istrinya Aman Yani.
Diungkap keluarga, tiga tahun lalu Ririn pernah mendatangi keluarga Aman Yani terkait dengan uang pensiun.
Kala itu Ririn mengaku disuruh oleh Aman Yani untuk mencairkan uang pensiun.
Tak lantas percaya, keluarga Aman akhirnya tak melakukan permintaan Ririn yakni tanda tangan guna pencairan uang pensiun.
Baca juga: 2 Alasan Pembunuh Sekeluarga di Indramayu Ngamuk Usai Sidang: Kaki Saya Dipatahin, Disuruh Ngaku
"Ririn itu Desember 2023 ketemu sama kami bilang kalau ada informasi soal kang Aman. Yang disampaikan kalau dia (Ririn) dapat surat kuasa dari Aman Yani untuk mencairkan uang pensiunnya, menyuruh saya untuk mengisi formulir yang ia bawa sebagai ahli waris," pungkas adik Aman.
"Kan belum meninggal?" tanya Dedi Mulyadi heran.
"Karena dia menunjukkan surat kuasa yang ngaku dari kakak saya, Aman Yani," ujar adik Aman.
"Yang harus memberikan ahli waris harusnya istrinya dong?" tanya Dedi lagi.
"Makanya kami enggak ngisi," akui adik Aman.
Kini Aman Yani disebut-sebut sebagai pembunuh, keluarga cuma bisa pasrah.
Adik Aman, Uyat Suratman menyebut tak masalah jika sang kakak diperiksa polisi atas kasus tersebut.
Namun Uyat mengaku tidak tahu soal keberadaan Aman yang misterius sejak 10 tahun lalu.
“Dan kalau memang bener Pak Aman itu pelaku dan jadi tersangka, silakan proses secara hukum, gitu. Biar istilahnya mah saya tuh sekeluarga enggak perlu capek-capek nyari lagi," pungkas Uyat.