Jelang Keberangkatan ke Tanah Suci, Bupati Sukoharjo Beri Jaket dan Bekal ke Ratusan Calon Haji
Delta Lidina May 06, 2026 09:14 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM, SUKOHARJO - Ratusan calon haji asal Kabupaten Sukoharjo berpamitan kepada jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo dalam acara yang digelar di Pendapa Graha Satya Praja (GSP), kompleks Gedung Setda Sukoharjo, Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

Acara tersebut dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sukoharjo, Kantor Kementerian Haji dan Umrah Sukoharjo, serta para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Sukoharjo.

Dalam prosesi simbolis, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, memakaikan jaket merah kepada perwakilan calon haji tertua, Miatin Maniyo, serta calon haji termuda, Maetza Kirana Azzahra.

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani mengungkapkan, pemberian jaket merah tersebut sebagai penanda identitas bagi para jemaah selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. 

Selain itu, Pemkab Sukoharjo juga membekali calon haji dengan sejumlah makanan kering.

“Makanan yang diberikan seperti sambel pecel, sambel teri, srundeng, dan abon sapi. Ini bisa menjadi lauk yang tahan lama selama di sana,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).

Ia berharap, bekal tersebut dapat membantu para jemaah dalam memenuhi kebutuhan konsumsi selama menjalankan ibadah haji.

Dalam kesempatan itu, Etik juga berpesan agar para calon haji senantiasa menjaga kondisi kesehatan serta kekompakan selama berada di Tanah Suci.

“Jaga nama baik Sukoharjo dan Indonesia saat menunaikan ibadah haji. Saya doakan agar para calon haji bisa pulang ke Tanah Air dengan selamat,” tandasnya.

Sementara itu, Koordinator Petugas Haji Daerah, Ahmad Hafidh, menjelaskan calon haji asal Sukoharjo terbagi dalam enam kelompok terbang (kloter). 

Dua kloter merupakan jemaah utuh dari Sukoharjo, sedangkan empat kloter lainnya bergabung dengan daerah lain.

“Ada dua kloter yang utuh berasal dari Sukoharjo. Sementara empat kloter lainnya bergabung dengan daerah lain,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, jumlah calon haji berisiko tinggi di kloter 93 mencapai 106 orang, sedangkan di kloter 94 sebanyak 90 orang. 

Jumlah tersebut belum termasuk calon haji dengan risiko sedang dan ringan.

Selain itu, terdapat pula jemaah yang membutuhkan perhatian khusus. Di kloter 93 terdapat 14 calon haji pengguna kursi roda, sementara di kloter 94 sebanyak 25 orang.

“Sekarang, jemaah haji yang menggunakan kursi roda diwajibkan ada pendamping dengan surat pernyataan. Ini bagian dari antisipasi kesehatan dan keselamatan ibadah haji di Tanah Suci,” pungkasnya. (TribunSolo.com, Anang Ma'ruf)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.