BOLASPORT.COM - Ganda putra India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty, buka suara setelah penampilan pada Thomas Cup 2026.
Tim bulu tangkis putra India meraih medali perunggu pada Thomas Cup 2026.
Pencapaian positif lainnya bagi India karena berhasil meraih dua medali pada tiga edisi Thomas Cup secara berturut-turut.
Ya, India baru memenangkan dua medali, salah satunya saat kemenangan bersejarah atas Indonesia pada final Thomas Cup 2022.
Saat itu, mereka mencapai final Thomas Cup untuk pertama kalinya dan langsung menjadi juara.
India kala itu mengalahkan Indonesia dengan skor 3-0 langsung lewat kemenangan dua partai ganda putra dan satu partai ganda putra.
Rankireddy/Shetty ikut menyumbangkan poin saat mengalahkan ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Kevin Sanjaya Sukamuljo dengan skor 18-21, 23-21, 21-19.
Namun, prestasi tim bulu tangkis India pada edisi Thomas Cup 2022 dan 2026 tampaknya tidak mendapatkan penghargaan dari masyarakat dan pejabat setempat.
Mantan ganda putra nomor satu dunia itu mengungkapkan bahwa mereka merasa ditelantarkan setelah membawa pulang medali perunggu dari Thomas Cup 2026.
Bulu tangkis tampak merupakan olahraga yang kurang mendapatkan perhatian di India.
“Tak ada yang bertanya kepada kami siapa kami, atau medali apa yang telah kami raih," kata Satwiksairaj Rankireddy, dikutip BolaSport.com dari Stadium Astro.
"Kami mengenakan seragam Thomas Cup, tapi semua orang sibuk dengan kriket dan politik."
"Saat kami mendarat di bandara, para pemain hanya sibuk memesan taksi, sepertinya tak ada yang menyadari kehadiran kami," ujarnya.
Dia juga merasa bahkan keberhasilan mereka meraih prestasi bersejarah untuk pertama kalinya membawa pulang Piala Thomas empat tahun lalu juga tidak dirayakan semestinya.
“Saya merasa sangat sedih melihat pemandangan di bandara itu, para atlet top berusaha memesan taksi," kata Rankireddy.
"Bahkan ketika kami memenangkannya pada tahun 2022, itu tidak dirayakan sebagaimana mestinya,” ujar mereka.
Rankireddy bahkan berani mengatakan bahwa ia tidak akan mengizinkan anaknya bermain bulu tangkis karena kurangnya kesadaran dari masyarakat India.
“Jika kamu kuat secara mental, kamu akan bisa mengatasinya. Jika tidak, sangat sulit untuk terus bertahan seperti ini,” ujarnya.