Perjuangan Juwariyah Petani Lansia Sidoarjo Berangkat Haji dengan Menabung Selama 17 Tahun
Dyan Rekohadi May 06, 2026 09:52 PM

 

SURYA.CO.ID, SIDOARJO – Sebanyak 1.133 orang calon jemaah haji dari Kabupaten Sidoarjo berangkat menuju ke tanah suci, Rabu (6/5/2026).

Satu di antara mereka adalah Juwariyah, petani wanita berusia 73 tahun yang berangkat haji berkat hasil menabung selama 17 tahun.

Petani Lansia asal Desa Rejeni, Kecamatan Krembung, Sidoarjo itu tergabung dalam kloter 59.

Bersamaan dengan mereka, ada kloter 57 dan kloter 58 dari Sidoarjo yang berangkat ke Arab Saudi dalam gelombang dua ini. Mereka bakal langsung menuju ke Makkah.  

Baca juga: Jemaah Haji dari Sidoarjo Mulai Berangkat, Raminten Usia 90 Tahun jadi yang Tertua

 

Hasil Perjuangan Panjang Juwariyah Terwujud

Juwariyah mengaku sangat bersyukur, penantian panjangnya akhirnya terwujud.

Dia bersama suami mendaftar haji pada 2012 silam.

Setelah 14 tahun, akhirnya terpanggil untuk berangkat menunaikan rukun islam ke lima.

Sayangnya, sang suami tidak bisa berangkat besama. Pasangan hidupnya itu meninggal dunia tahun 2024 lalu.

Kursinya digantikan oleh keponakannya. Dan sang keponakan lah yang akan menemaninya menjalankan ibadah di tanah suci.

“Alhamdulillah, akhirnya bisa berangkat haji. Sebagai orang islam, tentu saya juga sejak lama mendambakan untuk bisa menjalankan ibadah haji. Sebenarnya saya ingin sekali bareng suami, tapi ternyata tuhan berkehendak lain,” ujar Juwariyah saat berkumpul di Pendopo Sidoarjo, menunggu proses pemberangkatan menuju ke Asrama Haji Sukolilo untuk selanjutnya terbang ke Arab Saudi.

Juwariyah bukan hanya berangan-angan.

Sejak lama, dia berusaha keras untuk mewujudkan cita-citanya agar bisa berhaji.

Sebagai petani yang hasilnya tidak menentu, dia istikomah menyisihkan penghasilannya untuk menabung.

Perjalanan panjang itu penuh perjuangan.

Dari hasil panen yang tak selalu pasti, Juwariyah selalu menitipkan uang kepada anak-anaknya.

Terkadang Rp 500 ribu, terkadang juga sampai Rp 1,5 juta. Menyesuaikan hasil panen.

Sekira 17 tahun menabung, uangnya terkumpul dan bisa untuk mendaftar.

Sampai pada 2012 lalu dia bersama almarhum suaminya mendaftar haji.

Upaya menabung terus dilakukan selama menunggu antrean sampai mendapat giliran berangkat. Sehingga bisa melunasi biaya haji, dan berangkat tahun ini.

Dukungan dari empat anaknya menjadi kekuatan tersendiri, sebagai bentuk balas bakti atas perjuangan sang ibu yang telah membesarkan dan menyekolahkan mereka.

Sekarang, perempuan tangguh asal Krembung tersebut tinggal menghitung waktu untuk menginjakkan kaki di tanah suci, menjalankan ibadah haji.

Baca juga: Kisah Kakek 90 Tahun di Lumajang Naik Haji: Dari Merumput ke Tanah Suci

 

Pelepasan Gelombang 2 Jemaah Haji Sidoarjo

Tiga kloter calon jemaah haji dari Kabupaten Sidoarjo diberangkatkan dari Pendopo Sidoarjo, Rabu (6/5/2026). Yakni kloter 57, 58 dan Kloter 59.  

Mereka masuk dalam jamaah haji gelombang kedua yang langsung menuju Makkah.

Total jumlah jemaah haji di Sidoarjo yang berangkat dari tiga kloter ini mencapai 1.133 orang jamaah. 

Rinciannya, kloter 57 berjumlah 379 jamaah, kloter 58 sebanyak 380 orang, dan kloter 59 ada 374 jamaah.

“Semoga seluruh rangkaian perjalanan calon jemaah haji Sidoarjo, mulai dari keberangkatan di Pendopo Kabupaten Sidoarjo sampai pelaksanaan ibadah di tanah suci, hingga kepulangannya nanti, senantiasa dalam lindungan Allah SWT,” ujar Bupati Sidoarjo Subandi saat proses pemberangkatan di Pendopo Sidoarjo.

Menurut Subandi, ibadah haji adalah sebuah perjalanan spiritual yang menjadi dambaan setiap muslim.

Tidak semua orang mendapatkan kesempatan, sehingga yang bisa berangkat harus benar-benar bersyukur.

Kepada para jemaah, Bupati Subandi juga berpesan agar selalu menjaga kesehatan. Ia mengingatkan untuk membawa obat-obatnya yang rutin dikonsumsi.

Selain itu ia berpesan untuk mempersiapkan kondisi fisik, karena saat ini suhu di Arab Saudi cukup panas.

Bupati juga berpesan kepada para pendamping haji agar menjalankan tugasnya dengan baik.

Pendampingan kepada jamaah haji harus dilakukan semaksimal mungkin.

Rombongan jangan sampai ada yang terpisah.

Para pendamping haji juga harus siap memberikan pelayanan kepada jemaah haji yang sakit dan membutuhkan obat-obatan.

“Untuk semuanya, kami berpesan agar selalu menjaga perilakunya. Orang Indonesia biasanya perilakunya sopan santun. Ini harus dibawa di sana, nama Sidoarjo harus betul-betul bisa dijaga, terutama sopan santun yang selama ini terbangun,” ujarnya.

Baca juga: Pesan Khofifah Lepas Kloter Pertama Jemaah Haji Embarkasi Surabaya: Jaga Kesehatan dan Kekhusyukan

Jemaah Haji Sidoarjo 2026

Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sidoarjo, Eliana, menyampaikan bahwa tahun ini jamaah haji Kabupaten Sidoarjo tergabung dalam 11 Kloter.

Total keseluruhan Jemaah haji Kabupaten Sidoarjo mencapai 2.700 orang jamaah.

Rinciannya laki-laki 1.221 orang dan perempuan 1.479 orang.

Dari 11 Kloter tersebut, Kloter 20, 53, 54, 55, dan 56 sudah berangkat, masuk dalam jamaah haji gelombang pertama.

Sedangkan keberangkatan Kloter 57, 58 dan Kloter 59 kali ini masuk dalam jamaah haji gelombang kedua.

Eliana juga mengatakan jamaah haji Sidoarjo sudah melakukan berbagai persiapan untuk dapat melaksanakan ibadah haji tahun ini.

Seluruh jemaah telah mengikuti rangkaian bimbingan manasik haji, baik yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama maupun KBIH.

Jemaah juga sudah mendapatkan pendampingan kesehatan dan vaksinasi lengkap mulai dari vaksin Meningitis, Polio, dan COVID.

"Harapan kita semua, jemaah memiliki kesiapan maksimal secara fisik, mental, maupun spiritual," ucapnya.

Dalam kesempatan ini, disampaikan bahwa animo masyarakat Sidoarjo untuk mendaftar ibadah haji sangat tinggi.

Rata-rata pendaftaran mencapai 35 sampai 40 jemaah haji reguler per hari.

Waiting List atau daftar tunggu jamaah haji Sidoarjo tahun ini sudah mencapai 85.196 jemaah.

Jumlah tersebut menempatkan Kabupaten Sidoarjo sebagai pemilik daftar tunggu tertinggi di Jawa Timur, bahkan secara nasional.

"Per tanggal 5 Mei 2026, jumlah daftar tunggu Kabupaten Sidoarjo mencapai 85.196 jemaah, untuk masa tunggu sama dengan jamaah nasional 29 tahun," ungkapnya.

Melihat kondisi tersebut ia berharap ke depan Kabupaten Sidoarjo dapat menjadi prototipe miniatur pelayanan haji yang baik secara nasional.

Ia juga berharap ke depan instansinya dapat memiliki Hajj Command Center sebagai pusat kendali haji.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.