Selangkah Lagi, Boaz Solossa dan Kolega Bawa Persipura Kembali ke Kasta Tertinggi
Paul Manahara Tambunan May 06, 2026 10:17 PM

 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Setelah empat musim terasing di kasta kedua sepak bola nasional, Persipura Jayapura kini berada di ambang pintu kembali ke habitat asalnya.

Klub pemegang lima gelar juara Liga Indonesia dalam medio 2005-2016 itu berpeluang besar mengakhiri masa prihatin mereka sejak terdegradasi pada musim 2021/2022 silam.

Harapan publik Papua kini tertuju pada laga krusial babak play-off promosi melawan Adhyaksa FC yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Jumat (8/5/2026). 

Langkah menuju kasta tertinggi yang kini bertajuk Super League itu tinggal menyisakan satu rintangan terakhir.

Baca juga: Menanti Persipura Jayapura Kembali ke Kasta Tertinggi

Musim ini, Persipura menghadirkan narasi unik dengan mengandalkan para penggawa gaek yang pernah merajai sepak bola Indonesia satu dekade lalu.

Nama-nama ikonik seperti Boaz Solossa (40), Ian Kabes (39), dan Yustinus Pae (42) masih menjadi tulang punggung tim di usia senja mereka.

Kehadiran sosok veteran seperti Ruben Sanadi (39) dan Osas Saha (40) semakin mempertegas kesan bahwa skuad ini dibangun atas dasar kematangan mental dan pengalaman.

Upaya membangkitkan marwah Mutiara Hitam kian terasa nyata dengan kembalinya sosok pelatih bertangan dingin, Rahmad Darmawan (RD).

Sebagai arsitek yang mempersembahkan gelar juara perdana bagi Persipura pada 2005, kembalinya RD ke Papua seolah menjadi kepingan terakhir yang menyatukan kembali identitas klub.

SELEBRASI - Persipura Jayapura menekuk tim tamu Persiku Kudus,  2-0, pada laga pekan ke-27 di Stadion Lukas Enembe, Minggu (3/5/2026). Boaz Solossa Cs harus melakoni babak play off kontra Adhyaksa FC demi tiket Super League.
SELEBRASI - Persipura Jayapura menekuk tim tamu Persiku Kudus, 2-0, pada laga pekan ke-27 di Stadion Lukas Enembe, Minggu (3/5/2026). Boaz Solossa Cs harus melakoni babak play off kontra Adhyaksa FC demi tiket Super League. (Tribun-Papua.com/PERSIPURA)

Meski bertumpu pada pemain senior, Persipura tetap memiliki mesin baru dalam diri Ramai Rumakiek.

Penyerang muda ini menjadi bintang dengan kontribusi 4 gol dan 1 asis sepanjang musim, memberikan keseimbangan di antara kepungan para senior.

Fokus Psikologis

Persipura memastikan tiket play-off setelah mengakhiri fase Championship 2025/2026 sebagai runner-up Grup Timur, hanya kalah rekor pertemuan (head-to-head) dari PSS Sleman. 

Kendati demikian, performa konsisten ini menjadi modal berharga bagi tim besutan RD.

Baca juga: Persipura Hadapi Laga Penentu di Depan Publik Sendiri: Air Mata atau Sejarah?

"Semakin mendekati puncak klasemen, tekanan psikologis niscaya akan semakin besar. Ini yang menjadi fokus kami agar para pemain tetap tenang dan konsisten menjalankan instruksi," ungkap Rahmad Darmawan.

Senada dengan sang pelatih, Manajer Persipura Owen Rahadiyan optimistis bahwa perjalanan tim masih berada di jalur yang tepat (on track).

Ia meyakini bahwa kembalinya Persipura ke Super League adalah hal yang sudah seharusnya terjadi demi kualitas kompetisi nasional.

Dukungan publik sepak bola nasional pun tampaknya mengalir deras.

Banyak kalangan menilai kehadiran Persipura di kasta tertinggi merupakan keniscayaan untuk menjaga warna dan gairah sepak bola Indonesia, yang selama ini kehilangan wakil terkuatnya dari timur Nusantara. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.