Anggaran KONI Trenggalek Rp1 Miliar Dinilai Minim, Tak Cukup untuk Porprov
Samsul Arifin May 06, 2026 11:14 PM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Madchan Jazuli

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Keterbatasan anggaran menjadi tantangan serius bagi pembinaan olahraga di Kabupaten Trenggalek.

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Trenggalek mendapatkan anggaran sebesar Rp 1 miliar di 2026.

Nilai tersebut menurut KONI Trenggalek belum mampu mengakomodasi kebutuhan pembinaan olahraga secara optimal. 

Keterbatasan anggaran tersebut berdampak langsung pada minimnya dukungan terhadap cabang olahraga (cabor).

Ketua KONI Trenggalek, Doding Rahmadi, menjelaskan bahwa dana Rp1 miliar tersebut sebagian besar dialokasikan untuk pembinaan atlet.

Dari total anggaran, sekitar Rp550 juta dibagi kepada 35 cabang olahraga yang berada di bawah naungan KONI.

"Pembinaan kami bagi ke 35 cabor, totalnya sekitar Rp 550 jutaan. Sehingga jika dibagi, tiap cabor hanya menerima sedikit, sehingga belum mencukupi kebutuhan," ujar Doding Rahmadi di DPRD Trenggalek, Rabu (6/5/2026).

Baca juga: Kunjungan Wisata Pantai Karanggongso Trenggalek Tembus 27 Ribu Orang, Kalahkan Prigi dan Goa Lowo

Cabor Terpaksa Swadaya Ikut Kejuaraan

Tak hanya pembinaan, anggaran itu nanti juga diperuntukkan bagi pemusatan latihan atlet yang rencananya segera dilaksanakan. 

"Beberapa dana lainnya dialokasikan untuk operasional sekretariat, termasuk kebutuhan kantor," tambahnya.

Kendati telah dialokasikan, Doding menilai anggaran tersebut masih jauh dari kata ideal. Ia menyebut, kondisi ini membuat sejumlah cabor harus mencari tambahan dana secara mandiri, termasuk untuk kebutuhan mengikuti kejuaraan tingkat provinsi.

"Teman-teman cabor banyak yang swadaya saat ikut kejurprov. Pemerintah memang membantu, tapi belum bisa sepenuhnya mencukupi," akuinya.

KONI Trenggalek pun berharap adanya peningkatan anggaran pada tahun mendatang, terutama menghadapi agenda besar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). 

Doding menyebut, untuk mencapai pembinaan yang maksimal sekaligus menghadapi Porprov, dibutuhkan anggaran sekitar Rp4 hingga Rp5 miliar.

Baca juga: Harga Solar Industri B40 Naik, PPN Prigi Trenggalek Perketat Pengawasan BBM Subsidi Nelayan

ESI Trenggalek Minim Dana, Prestasi Tetap Moncer

Menurutnya, kebutuhan ideal tersebut mencakup sekitar Rp2 miliar untuk pembinaan atlet dan Rp2 miliar lainnya untuk pelaksanaan Porprov. Ia mencontohkan, pada tahun 2023 lalu anggaran sekitar Rp2 miliar habis terserap untuk Porprov, sehingga pembinaan atlet tidak berjalan maksimal.

"Apabila anggaran hanya fokus ke Porprov, pembinaan jadi terabaikan. Padahal pembinaan itu kunci prestasi," paparnya.

Pria yang juga sebagai Ketua DPRD Trenggalek ini menyoroti pentingnya dukungan sarana dan prasarana bagi masing-masing cabang olahraga. 

Ketersediaan peralatan latihan dinilai masih perlu ditingkatkan agar kualitas atlet dapat bersaing di tingkat yang lebih tinggi.

Terpisah dihubungi pesan singkat, Wakil Sekretaris Umum ESI Kabupaten Trenggalek, Wildan Bisri mengaku anggaran untuk ESI Trenggalek saat ini menerima alokasi anggaran sebesar Rp7 juta berdasarkan Surat Keputusan Ketua KONI.

"Anggaran sekian masih jauh dari angka ideal yang berkisar antara Rp30 juta hingga Rp50 juta per tahun. Mengingat intensitas pembinaan yang kontinu," ujar Wildan Bisri.

Kendati dengan dana terbatas, prestasi atlet ESI Trenggalek cukup mentereng. Wildan menyebutkan atlet mereka telah menembus kancah internasional dan baru-baru ini masuk ke skala nasional untuk nomor pertandingan e-Football.

"Salah satu cara kami untuk penjaringan atlet yaitu melalui event kecil-kecilan di warung kopi," tambahnya.

Pada ajang Porprov 2025, ESI Trenggalek juga sukses meraih Juara 3 pada nomor EA FC Mobile. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.