Baca juga: Arti Kata Sunmori, Sunmori Artinya, Arti Sunmori dalam Bahasa Gaul dan dalam Bahasa Melayu Riau
Kata atau istilah resilience sudah sering digunakan kaula muda dalam bahasa formal dan bahasa pergaulan di Riau, baik di media sosial maupun di dunia nyata.
Bagi para kaula muda Pekanbaru atau kaula muda Riau umumnya yang ingin menggunakan kata ini sebagai bahasa dalam pergaulan, simak penjelasannya agar paham artinya dan lawan bicara tidak salah paham.
Secara bahasa dan secara harfiah, arti kata resilience atau resilience artinya adalah ketahanan, kemampuan untuk bangkit kembali, kuat mentalnya, ketangguhan, gaya pegas, kegembiraan, gaya kenyal, gaya lenting
Secara istilah, arti kata resilience atau resilience artinya adalah kemampuan seseorang untuk bertahan dan pulih kembali saat menghadapi masalah, kegagalan, atau tekanan hidup yang berat.
Orang yang punya resilience tinggi itu ibarat karet gelang :
- Walaupun ditarik atau ditekan sekuat apa pun, dia tidak akan langsung putus.
- Setelah masalah selesai, dia bisa kembali ke bentuk semula, bahkan bisa jadi lebih kuat.
Berikut ciri-ciri orang yang punya Resilience:
- Gak mudah menyerah : Kalau gagal, dia coba lagi. Gak langsung nyerah atau depresi berlebihan.
- Cepat bangkit : Kalau sedih atau jatuh, dia bisa mengatasi perasaannya dan kembali jalan terus.
- Mampu beradaptasi : Kalau situasinya berubah atau sulit, dia bisa menyesuaikan diri dan cari jalan keluar.
- Pikiran positif : Melihat masalah sebagai tantangan atau pelajaran, bukan sebagai akhir dunia.
Contoh kalimat :
- Kamu harus punya resilience yang kuat kalau mau sukses. (Kamu harus punya mental baja atau ketahanan yang kuat kalau mau sukses.)
- Krisis ini berat, tapi untungnya tim kita punya resilience yang bagus.
- Jadilah pribadi yang resilient, jangan gampang hancur kalau ada masalah.
Secara bahasa, arti resilience dalam Bahasa Gaul adalah tahan banting!, kuat mental!, gak gampang hancur!
Orang yang punya resilience itu ibarat karet gelang atau bola karet :
- Ditekan seberat apa pun, dipukul sekeras apa pun, dia gak bakal pecah atau putus.
- Kalau jatuh atau gagal, dia bisa bangkit lagi dengan cepat.
- Gak mudah lebay, gak mudah depresi, dan gak gampang nyerah.
Contoh kalimat :
- Wah, dia itu resilience banget, baru aja kena masalah besar, eh besoknya udah senyum lagi. (Dia tahan banting banget, gak gampang putus asa.)
- Kamu harus punya resilience dong, jangan dikit-dikit nyerah! (Kamu harus kuat mental dong, jangan gampang nyerah!)
- Mental dia resilient parah, gak tau apa itu capek.
Secara istilah, arti resilience dalam hubungan asmara adalah kuatnya hubungan, tahan banting, dan mampu bertahan dan bangkit lagi saat ada masalah atau pertengkaran.
Hubungan yang punya resilience itu bukan berarti gak pernah berantem atau gak ada masalah.
Justru sebaliknya :
- Bisa lewati badai bareng-bareng : Walaupun ada masalah besar, pertengkaran hebat, atau cobaan berat, hubungan ini gak gampang putus atau hancur.
- Cepat baikan : Setelah berantem atau salah paham, mereka bisa memaafkan, melupakan, dan kembali harmonius seperti semula. Gak ngambek berhari-hari atau bawa dendam.
- Gak gampang menyerah : Pasangan yang resilient itu gak langsung bilang putus pas ada masalah sedikit. Mereka lebih memilih perbaiki, bukan ganti.
- Bisa beradaptasi : Hubungan berubah seiring waktu (misal: dari pacaran ke jenjang serius, atau kondisi ekonomi berubah). Mereka bisa menyesuaikan diri dan tetap saling support.
Berikut ciri-ciri Hubungan yang Resilient (Tahan Banting):
- Bukan: Ah berantem dikit langsung putus aja deh, capek!
Adalah: Walaupun berat, kita hadapin sama-sama ya.
- Bukan: Simpan dendam, besok-besok diungkit lagi.
Adalah: Selesaikan masalah, maafin, dan lanjut hidup bahagia.
Contoh kalimat :
- Hubungan kita itu resilience banget, udah banyak cobaan tapi tetep langgeng. (Hubungan kita tahan banting banget.)
- Cari pasangan yang punya resilience, jangan yang dikit-dikit minta putus. (Cari pasangan yang kuat mental dan berjuang, bukan yang penakut.)
Secara bahasa, arti resilience di media sosial adalah kuat mental!, tahan banting!, gak gampang goyah walau banyak masalah!
Di dunia maya yang penuh drama, komentar jahat, cancel culture, dan tekanan buat terlihat sempurna, resilience adalah kemampuan buat tetep waras, tenang, dan bangkit lagi meski lagi kena masalah atau omongan orang lain.
Orang yang punya resilience di medsos itu ibarat karet gelang :
- Ditarik sekuat apa pun, ditekan seberat apa pun, gak bakal putus.
- Kalau sedih atau kecewa, dia bisa pulih dengan cepat, gak bawa perasaan berlarut-larut.
- Bisa membedakan mana yang penting dan mana yang cuma suara angin doang.
Situasi penggunaan yang sering muncul :
- Menghadapi kritik atau hater : Gak langsung marah atau down kalau ada yang nyinyir atau kasih komentar jahat. Tetep fokus sama tujuan dan gak terpengaruh.
Contoh: Wah, dia resilient banget ya, banyak yang nyinyir tapi tetep semangat posting.
- Bangkit dari kegagalan atau kesedihan : Baru aja kena masalah besar, gagal sesuatu, atau patah hati, tapi besoknya udah bisa senyum lagi dan lanjut hidup.
Contoh: Proses penyembuhannya butuh waktu, tapi alhamdulillah resilience-nya kuat banget.
- Adaptasi sama perubahan : Bisa menyesuaikan diri sama algoritma baru, tren baru, atau situasi yang berubah-ubah tanpa bingung atau stres berlebihan.
- Bahkan kadang dipakai buat bercanda atau sarkas.
Contoh kalimat di medsos:
- Jaga kesehatan mental dan tingkatkan resilience ya bestie!
- Hidup di era medsos ini emang butuh resilience yang tinggi biar gak gampang sakit hati.
- Gue kagum sama resilience dia, udah banyak cobaan tapi tetep positif vibes.
Secara bahasa, arti resilience dalam bahasa sehari-hari Indonesia adalah tahan banting, kuat mental, gak gampang nyerah.
Orang yang punya resilience itu ibarat bola karet :
- Kalau dilempar atau diinjak, dia gak pecah.
- Malah dia bisa memantul lagi ke atas.
Jadi, walaupun lagi kena masalah berat, gagal, sedih, atau capek, dia tetap bisa bangkit lagi, sembuh dari kesedihan, dan lanjut jalan terus. Gak langsung hancur atau putus asa.
Contoh dalam percakapan sehari-hari :
1. Kalau habis gagal atau rugi:
Wah, usaha dia bangkrut tapi dia gak stres, malah bikin usaha baru. Tahan banting banget ya. (Ini namanya punya resilience tinggi.)
2. Kalau habis putus cinta:
Baru aja patah hati, eh seminggu kemudian udah senyum-senyum lagi dan semangat kerja. Cepat pulih banget orangnya.
3. Kalau dikomentari orang jahat:
Dibully atau dicela orang dia santai aja, gak baper. Mentalnya baja.
Secara bahasa, arti resilience dalam Bahasa Melayu Riau adalah daya tahan, kuat hati, tak mudah putus asa.
Orang yang ada resilience tu ibarat getah :
- Walaupun ditarik kuat-kuat atau ditekan, dia takkan putus.
- Lepas kena masalah, dia boleh bangkit balik, pulih cepat, dan teruskan hidup macam biasa.
- Tak mudah terkejut, tak mudah sedih lama-lama, dan tak gampang menyerah.
Contoh ayat dalam loghat Riau :
- Daya tahan dia memang kuat, dah banyak dugaan tapi tetap senyum. (Resilience-nya kuat banget, udah banyak masalah tapi tetep senyum.)
- Kena ada kuat hati ni kalau nak berjaya, jangan dikit-dikit nangis. (Harus punya resilience kalau mau sukses, jangan gampang nangis.)
- Keluar masuk masalah pun dia tetap tenang, tabah betul orangnya. (Sering kena masalah tapi tetap tenang, tahan banting banget orangnya.)
Sumber: tribunpekabaru.com, kbbi.web.id, kbbi.co.id, urbandictionary.com, yourdictionary.com, Kamus Bahasa Indonesia - Bahasa Melayu Riau
Demikian penjelasan tentang arti kata resilience atau resilience artinya dan arti resilience dalam Bahasa Gaul serta arti resilience dalam hubungan asmara hingga arti resilience di media sosial dan arti resilience dalam bahasa sehari-hari Indonesia termasuk arti resilience dalam Bahasa Melayu Riau .
( Tribunpekanbaru.com atau Pitos Punjadi )