Kang Marhaen Tegaskan Remaja Harus Bijak di Dunia Nyata dan Sosial Media 
Wiwit Purwanto May 07, 2026 12:32 AM

 

SURYA.CO.ID NGANJUK - Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menghadiri Workshop Psikoedukasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Remaja di SMA Baitul Izzah, setempat. 

Kegiatan tersebut diselenggarakan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Nganjuk. 

Dalam workshop ini, siswa dibekali pemahaman aspek hukum dan psikologis guna mencegah masalah kekerasan di kalangan remaja. 

Kang Marhaen -sapaan Bupati- mengatakan saat ini, remaja menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

Tantangan Teknologi Digital Yang Pesat

Terutama dengan adanya perkembangan teknologi digital yang pesat. 

Baca juga: Tidak Menunggu Kasus Baru, Pemkab Jombang Tegaskan Penguatan Pencegahan Kekerasan Seksual

Ia mengingatkan interaksi di media sosial maupun dunia nyata harus dilandasi dengan kesadaran hukum dan etika.

"Kadang-kadang sesama teman bisa terjadi masalah. Kita harus hati-hati, apalagi kalau sudah berhadapan dengan perbuatan melawan hukum, nama kita bisa tercatat dan jejak digitalnya akan selalu ada," katanya, Rabu (6/5/2026). 

Ia turut melanjutkan, usia remaja merupakan fase pencarian jati diri yang rentan terhadap pengaruh lingkungan.

Oleh karenanya, penting bagi para pelajar untuk memiliki kontrol diri yang baik, mampu menyaring pergaulan, serta berani mengambil keputusan yang positif. 

Kang Marhaen juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Sosial PPPA Kabupaten Nganjuk atas inisiatif penyelenggaraan workshop ini. 

Baca juga: Angka Kekerasan Perempuan Dan Anak Di Kediri Masih Tinggi, Dampak Pergaulan Bebas dan Medsos

Menurutnya, pendekatan psikoedukasi merupakan langkah strategis dalam memberikan pemahaman yang komprehensif kepada remaja.

"Bukan hanya dari sisi pengetahuan, melainkan juga dari aspek emosional dan sosial," jelasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.