Istanbul (ANTARA) - Kementerian Pertahanan Prancis telah mengerahkan gugus tempur kapal induknya menuju Laut Merah dan Teluk Aden untuk mendukung upaya keamanan maritim di kawasan tersebut.
“Situasi di Selat Hormuz memiliki dampak global,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan pada Rabu.
Kementerian menambahkan bahwa Prancis “bukan pihak dalam konflik tersebut” dan tetap berkomitmen pada hukum dan kedaulatan internasional.
Kapal induk Charles de Gaulle dan kapal-kapal pengawalnya melintasi Terusan Suez pada Rabu, menuju ke Laut Merah bagian selatan.
Kementerian mengatakan pasukan Prancis telah beroperasi dalam “sikap defensif” sejak 28 Februari dan berkontribusi pada inisiatif multinasional yang melibatkan lebih dari 40 negara dengan tujuan memulihkan navigasi yang aman di Selat Hormuz.
Pengerahan ini dimaksudkan untuk “menilai lingkungan operasional regional terlebih dahulu,” sekaligus menawarkan “opsi tambahan untuk respons krisis” guna meningkatkan keamanan regional.
Langkah ini juga bertujuan untuk “menenangkan para pelaku perdagangan maritim,” kata kementerian tersebut.
Pernyataan itu menambahkan bahwa kelompok kapal induk tersebut akan membantu “mengintegrasikan kemampuan para mitra ke dalam kerangka pertahanan yang adaptif,” sejalan dengan Konvensi PBB tentang Hukum Laut.
Kementerian menekankan bahwa pengerahan pasukan ini “berbeda dari operasi militer yang sedang berlangsung di kawasan tersebut” dan dimaksudkan untuk melengkapi pengaturan keamanan yang ada.
Ketegangan regional telah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu pembalasan dari Teheran terhadap Israel serta sekutu AS di Teluk, bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan yang langgeng. Gencatan senjata tersebut kemudian diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump tanpa batas waktu yang ditetapkan.
Setelah gagal mencapai kesepakatan, sejak 13 April, AS memberlakukan blokade angkatan laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di selat tersebut.
Sumber: Anadolu





