Bank Indonesia DKI Klaim Ekonomi Jakarta Tetap Tumbuh 5,59 Persen Meski Ada Perang di Timur Tengah
Feryanto Hadi May 07, 2026 01:34 AM

 

Laporan wartawan Wartakotalive.com, Miftahul Munir


WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian DKI Jakarta pada triwulan I 2026 tetap tumbuh kuat sebesar 5,59 persen year over year (yoy).

Hal itu sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 5,61 persen (yoy). 

Dengan pangsa sebesar 16,67 persen terhadap perekonomian nasional, Jakarta tetap mempertahankan perannya sebagai pusat ekonomi terbesar di Indonesia. 

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) DKI, Iwan Setiawan menjelaskan, kinerja positif tersebut ditopang oleh permintaan domestik yang kuat dan investasi tetap tumbuh.

"Dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 5,72 persen yoy, meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya 5,51 persen yoy. Peningkatan konsumsi rumah tangga didorong oleh meningkatnya konsumsi masyarakat sejalan periode long festive season Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri, Imlek, dan Nyepi, serta didukung oleh penyelenggaraan berbagai event besar," kata Iwan, Rabu (6/5/2026). 

Menurut Iwan, daya beli masyarakat juga tetap terjaga seiring dengan naiknya upah minimum provinsi (UMP) Jakarta, penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR), serta dukungan berbagai insentif Pemerintah.

Investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga tetap tumbuh positif sebesar 4,71 persen yoy, didukung oleh berlanjutnya pembangunan berbagai proyek strategis pemerintah dan swasta yang bersifat multitahun. 

"Sementara itu, konsumsi pemerintah tetap tumbuh positif sebesar 4,22 persen yoy, meskipun tidak sekuat triwulan sebelumnya 8,60 persen yoy, seiring masih terbatasnya realisasi belanja daerah pada awal tahun," tegasnya. 

"Dari sisi eksternal, ekspor barang dan jasa tumbuh tinggi sebesar 8,98 persen yoy, meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya 7,62 persen yoy yang menunjukkan aktivitas perdagangan Jakarta tetap terjaga di tengah dinamika global.

"Kinerja positif ini dipengaruhi meningkatnya konsumsi pada periode long festive season," jelasnya.

Ke depan, KPw BI DKI akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan pemangku kepentingan demi menjaga stabilitas serta menjaga akselerasi pertumbuhan ekonomi di tengah gejolak perekonomian global. 

Upaya tersebut dilakukan melalui langkah-langkah antisipasi pengendalian inflasi melalui tim pengendali inflasi daerah (TPID), perluasan digitalisasi sistem pembayaran, penguatan investasi dan sektor produktif, serta pengembangan sumber pertumbuhan baru berbasis ekonomi kreatif.

"Kami juga turut mendorong penguatan ekonomi kreatif melalui penyelenggaraan Jakarta Youth Film Festival (JYFF) 2026 sebagai bagian dari rangkaian Jakarta Economic Forum (JEF) dan Jakarta Kreatif Festival (JKF). Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Jakarta, serta mendukung terwujudnya pertumbuhan ekonomi Jakarta yang tinggi, inklusif, dan berkelanjutan sebagai kota global yang berdaya saing," tandasnya. (m26)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.