TRIBUN-PAPUA.COM, KAIMANA – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kaimana, Papua Barat, Hans Janes M. Litaay, mengingatkan masyarakat akan potensi kekeringan akibat fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung mulai Juni hingga Oktober 2026.
“Fenomena El Nino ini diperkirakan mulai dari bulan Juni sampai Oktober, dengan puncaknya pada Agustus dan September,” ujar Hans saat dihubungi melalui telepon seluler, Rabu (6/5/2026).
Baca juga: Pemkab Kaimana Libatkan Koreografer Surabaya Bantu Kepala Suku Ciptakan Tarian Asli Daerah
Hans menegaskan, pihaknya mengimbau masyarakat untuk bijak menggunakan air serta menghindari aktivitas pembakaran hutan maupun lahan yang dapat memperburuk dampak kekeringan.
“Kita harapkan dalam memasuki fenomena El Nino ini, masyarakat bisa bijak dalam penggunaan air, dan jangan sekali-kali membakar hutan maupun lahan,” tegasnya.
Baca juga: Waket DPRD Lanny Jaya Salurkan Bantuan Motivasi Petani Tradisional Kampung Dura
BPBD Kaimana juga mengingatkan agar langkah antisipasi dilakukan sejak dini, mengingat fenomena El Nino berpotensi memengaruhi ketersediaan air bersih dan meningkatkan risiko kebakaran hutan.
El Nino adalah fenomena iklim global yang ditandai dengan meningkatnya suhu permukaan laut di Samudera Pasifik tengah dan timur di atas rata-rata.
Baca juga: YKKMP Pasang Baliho Ingatkan TNI dan TPNPB Lindungi Masyarakat Sipil Puncak
Fenomena ini menyebabkan pergeseran pola cuaca, yang umumnya memicu musim kemarau lebih panjang, berkurangnya curah hujan, dan peningkatan risiko kekeringan serta kebakaran hutan di Indonesia.(*)