Pemkab Kaimana Libatkan Koreografer Surabaya Bantu Kepala Suku Ciptakan Tarian Asli Daerah
Marius Frisson Yewun May 07, 2026 07:29 AM

 

TRIBUN-PAPUA.COM, KAIMANA – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kaimana, Papua Barat, menggelar pelatihan koreografi bertema “Revitalisasi Gerak Tari Kaimana sebagai Identitas Kultural dalam Penciptaan Koreografi Kontemporer Berbasis Lokal”.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Grand Papua Kaimana selama tiga hari ini melibatkan sejumlah kepala suku asli Kaimana serta ketua sanggar seni dari berbagai wilayah di Kabupaten Kaimana, Selasa (5/5/2026).

Pelatihan menghadirkan dua narasumber berkompeten, yakni Sri Mulyani dan George Yomaki.

Sri Mulyani merupakan koreografer senior asal Surabaya yang sejak 1982 konsisten melestarikan tari tradisional sekaligus menciptakan karya tari kreasi baru.

Sementara George Yomaki, merupakan salah satu pendiri Sanggar Iriantos di Kabupaten Manokwari.

Baca juga: Waket DPRD Lanny Jaya Salurkan Bantuan Motivasi Petani Tradisional Kampung Dura

Pelatihan secara resmi dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Politik, Hukum dan Pemerintahan, Blasius Kilmas, mewakili bupati Kaimana.

Dalam sambutannya, Blasius menegaskan pentingnya budaya sebagai identitas masyarakat daerah yang harus terus dikembangkan dan dijaga.

Ia menyoroti bahwa sejumlah tarian yang ditampilkan di Kaimana masih banyak mengadopsi budaya dari daerah lain.

Baca juga: YKKMP Pasang Baliho Ingatkan TNI dan TPNPB Lindungi Masyarakat Sipil Puncak

Ia menekankan agar peserta dan narasumber mampu berkolaborasi menciptakan tarian khusus Kaimana sehingga memiliki ciri berbeda dari suku lain.

"Momentum ini harus dimanfaatkan untuk melahirkan tarian yang berakar dari budaya asli delapan suku di Kaimana,” jelasnya, Rabu (6/5/2026).

Blasius juga berharap agar kepala suku aktif memberikan masukan mengenai bentuk tarian penyambutan tamu dari masing-masing suku, yang nantinya dipadukan menjadi karya koreografi baru merepresentasikan identitas budaya orang asli Kaimana.

Baca juga: Selangkah Lagi, Boaz Solossa dan Kolega Bawa Persipura Kembali ke Kasta Tertinggi

Sementara itu, Sekretaris Disbudpar Kaimana, Jahra Slamet, mengakui bahwa pemerintah daerah masih menghadapi kesulitan dalam menentukan satu tarian khas sebagai identitas daerah.

Menurutnya, pelatihan ini diharapkan dapat melahirkan karya tari khas Kaimana yang tidak hanya tradisional, tetapi juga bisa bersifat modern dengan tetap berangkat dari gerak dasar budaya setiap suku asli Kaimana.

“Gerak dasarnya harus memiliki makna budaya dari masing-masing suku. Makna inilah yang akan disampaikan kepada narasumber agar dapat dirumuskan menjadi satu tarian khusus Kaimana,” ujarnya.

Jahra menambahkan, pelatihan ini diharapkan memberi pengetahuan dan pemahaman lebih mendalam mengenai gerak dasar tari sebagai fondasi penciptaan karya seni budaya daerah.

Baca juga: Distribusi BBM Jayawijaya Terganggu, Dishub Temukan Modus Penimbunan di Bawah Kursi Penumpang

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir karya tari kreasi yang tidak hanya menjadi identitas budaya lokal, tetapi juga memperkuat pelestarian nilai budaya masyarakat asli Kaimana di tengah perkembangan seni pertunjukan modern.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.