TRIBUNNEWS.COM - Nasib apes kembali dirasakan Bayern Munchen yang lagi-lagi mengalami crash di babak semifinal Liga Champions.
Kali ini, Bayern Munchen tersingkir secara tragis melawan PSG di babak semifinal musim 2025/2026.
Setelah kalah 5-4 pada pertemuan pertama di Parc des Princes, Rabu (29/4/2026) tengah pekan lalu.
Bayern Munchen gagal membalikkan keadaan saat gantian menjadi tuan rumah pada leg kedua, Kamis (7/5/2026) dinihari tadi.
Bertanding di Allianz Arena, Bayern Munchen hanya bermain imbang 1-1 melawan sang juara bertahan.
Baca juga: Deretan Juara Liga Champions yang Tak Terkalahkan, Arsenal Menjemput Takdir di Budapest
Dalam laga ini, Bayern Munchen bahkan langsung tertinggal pada awal laga, setelah Ousmane Dembele mencetak gol kilat menit ketiga.
Bayern Munchen baru bisa menyamakan skor lewat gol balasan yang dicetak Harry Kane di menit terakhir.
Sayang, gol Harry Kane terasa sia-sia karena tidak bisa menghindarkan Bayern Munchen dari kekalahan agregat skor.
Hasil imbang 1-1 di leg kedua, akhirnya membuat Bayern Munchen tersingkir lantaran kalah agregat 5-6 melawan PSG.
Bayern Munchen pun harus gigit jari, lantaran kembali gagal ke final Liga Champions.
Sementara, PSG justru kembali lolos ke final dalam dua musim beruntun, dan kini menjaga asa menjadi tim kedua yang bisa mempertaankan Si Kuping Besar.
Bagi Bayern Munchen, kekalahan ini jelas menjadi pukulan telak bagi mereka.
Apalagi jika menilik rekam jejak Bayern Munchen sebagai klub kedua dengan jumlah penampilan terbanyak di semifinal.
Catatan 14 kali menjadi semifinalis, membuat Bayern Munchen hanya kalah dari Real Madrid (17) yang masih berstatus tim yang paling sering tampil di semifinal.
Sayang bagi Bayern Munchen, sekalipun sering melaju ke semifinal, langkah tim asal Jerman ini juga terlalu sering tersingkir di babak yang sama.
Bayern Munchen seakan hobi mengalami crash saat sudah mendekati babak final Liga Champions.
Kekalahan terbaru melawan PSG menjadi bukti lanjutan dari nasib crash yang sering menghantui Bayern Munchen setiap kali sudah sampai babak semifinal.
Sejak mampu menjadi juara final Liga Champions musim 2012/2013 dengan mengalahkan Borussia Dortmund (2-1) di final.
Bayern Munchen terhitung sudah tujuh kali mampu mencapai babak semifinal setelah momen gemilang tersebut.
Sayangnya, Bayern Munchen hanya bisa sekali lolos dari babak semifinal dan akhirnya menjadi juara.
Momen itu terjadi saat Bayern Munchen berjaya memenangkan semua gelar juara termasuk trofi Liga Champions pada musim 2019/2020.
Sementara itu, enam momen semifinal lainnya berakhir tragis di mana Bayern Munchen harus kalah hingga akhirnya tersingkir.
Pada musim 2013/2014, 2014/2015 dan 2015/2016, langkah Bayern Munchen di semifinal, dihentikan tiga klub berbeda asal Spanyol.
Dalam tiga musim beruntun itu, Bayern Munchen secara berturut-turut disingkirkan Real Madrid (0-5), Barcelona (5-3), dan Atletico Madrid (2-2).
Situasi dejavu kembali dirasakan Bayern Munchen saat bertemu dengan Real Madrid sebanyak dua kali di semifinal berbeda.
Yakni pada musim 2017/2018 dan 2023/2024.
Pada dua musim tersebut, harapan Bayern Munchen ke final, dibuyarkan Real Madrid masing-masing dengan agregat skor 4-3.
Terbaru, kekalahan dari PSG dengan agregat skor 5-6 seakan menjadi bukti kembalinya nasib crash yang menjangkiti Bayern Munchen setiap kali sudah berada di semifinal Liga Champions.
Kekalahan ini juga secara tidak langsung membuyarkan harapan Bayern Munchen untuk meraih treble winners ketiganya dalam sejarah sepak bola Eropa.
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)