Kisah Pilu Aldi Sulistyawan, Istri & Balitanya Jadi Korban Tewas Bus ALS di Muratara, Niat Merantau
Shinta Dwi Anggraini May 07, 2026 09:32 AM

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Aldi Sulistyawan, warga Way Tuba, Lampung, bersama istri dan anaknya yang baru berusia 1,5 tahun diduga kuat turut menjadi korban tewas kecelakaan maut yang melibatkan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki minyak di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara, Rabu (6/5/2026) siang.

Jenazah 16 orang, Kamis (7/5/2026), subuh, telah tiba di Instalasi forensik RS Bhayangka Moh Hasan Palembang guna diidentifikasi sebab kondisinya yang hangus terbakar. 

Rohma, adik Aldi Sulistyawan bercerita, kakaknya bersama istri dan anak sedang dalam perjalanan hendak ke Pekanbaru untuk merantau. 

Kata Rohma, ia awalnya tak mengetahui bahwa sang kakak berangka ke Pekanbaru mengajak istrinya, Hani, dan anaknya yang baru berumur 1,5 tahun bernama Bella.

"Saat itu tidak ada interaksi sama sekali dengan kakak saya itu, tahu-tahunya sudah berangkat. Nah, saya dikabari oleh ayah saya jika mobil kakak saya kecelakaan dan memakan korban jiwa," ujar Rohma saat dijumpai di RS Bhayangkara Palembang pada Kamis (7/5/2026).

Saat itu Rohma yang panik segera mencari tahu keberadaan jasad keluarganya, Aldi Sulistyawan, Hani, dan Bella.

Dengan mata berkaca-kaca, ia menahan kesedihan menunggu hasil autopsi selesai.

"Saya langsung berangkat ke RSUD Lubuklinggau, tapi dialihkan ke RS Bhayangkara. Saya langsung berangkat ke sini, jam 5 tadi sampai," ujar Rohma.

Rohma yang tak kuasa sesekali mengusap matanya yang berkaca-kaca melihat nasib tragis yang dialaminya.

"Semoga kakak, istri, dan anaknya dapat tenang, ditempatkan di sisi Allah," tutupnya.

Kini Rohma tengah mengurus administrasi dan menunggu jasad korban dikeluarkan dari ruang autopsi.

16 Jenazah Tiba di Palembang

Sebanyak 16 jenazah korban kecelakaan maut antara Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dengan truk tangki di Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara, tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Moh. Hasan, Palembang, Kamis (7/5/2026) subuh. 

Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih delapan jam dari Lubuklinggau, rombongan ambulans mulai tiba pukul 05.10 WIB hingga pukul 05.32 WIB.

Kedatangan rombongan ambulans tampak dikawal kendaraan polantas dan dua orang dokter dari RS Siti Aisyah Lubuklinggau.

Satu per satu kantong jenazah diturunkan dari ambulans secara bergantian.

Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Moh. Hasan Palembang, AKBP dr. Andrianto mengatakan, tindakan pemeriksaan jenazah akan dilakukan pagi ini dibantu dengan tim DVI yang sudah dibentuk.

"InsyaAllah pagi ini jam 8 pagi kami mulai. Tindakan yang akan dilakukan sesuai dengan yang direncanakan tim DVI, kita juga menunggu tim dari Jakarta," ujar Andrianto.

Pemeriksaan dan proses identifikasi jenazah dibantu oleh 30 orang tenaga medis serta tujuh orang dokter forensik.

"Ada lima dokter forensik dari Jakarta. Jadi total kita ada tujuh dokter forensik yang membantu proses identifikasi," katanya.

 Proses identifikasi jenazah akan memakan waktu selama beberapa hari dikarenakan kondisi jenazah yang mengalami luka bakar.

"Karena kondisi jenazah mengalami luka bakar, proses identifikasi cukup sulit dan membutuhkan waktu beberapa hari. Untuk membantu identifikasi, kami mulai mendata dari pihak keluarga mengenai ciri-ciri korban," tuturnya.

Andrianto mengimbau, jika ada pihak keluarga yang merasa kehilangan salah satu anggotanya, silakan menghubungi posko DVI Polri di RS Bhayangkara Moh. Hasan Palembang atau menghubungi call center posko tim DVI 082178038910 (Dokpol).

"Langsung lapor ke posko, nanti akan dijelaskan persyaratannya seperti KTP, ijazah, dan pemeriksaan dokter yang diperlukan," tutupnya.

Bus Disebut Tak Laik Jalan

Ngadiono (44) bersama istrinya, Jumiatun (34), penumpang ALS tujuan Medan, Sumatera Utara (Sumut), selamat dalam kecelakaan maut bus ALS dengan truk tangki di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Rabu (6/5/2026).

Ia sempat melihat bus itu tidak laik jalan saat melintas di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum).

Sepanjang perjalanan, ia menyaksikan mobil tersebut tidak laik jalan.

Bus sempat mengalami kendala (trouble) pada bagian mesin dan radiator yang panas.

Namun, kerusakan tersebut sempat diatasi sopir hingga kenek bus, sehingga bus terus melaju menuju Kabupaten Muratara.

"Sempat rusak bagian mesin dan radiator, sempat diperbaiki lalu jalan lagi," ujar Ngadiono saat memberikan keterangan kepada sumber kepolisian yang meminta keterangan di Puskesmas Karang Jaya, Muratara.

Kekhawatiran Ngadiono pun akhirnya terjadi. Bus tiba-tiba menghantam sesuatu, kemudian langsung disusul ledakan besar.

Api membesar dan membakar bus.

Ngadiono dan istrinya berupaya memanjat dan keluar melalui jendela untuk menyelamatkan diri.

Tak lama kemudian, aksi tersebut disusul oleh seorang penumpang lain.

"Saya langsung refleks melompat keluar disusul istri. Yang saya lihat, kernet juga ikut melompat keluar," ungkapnya.

Ngadiono sempat terpaku menyaksikan api melahap badan bus yang disertai api yang semakin membesar.

 Ia juga mendengar jeritan penumpang, lalu suara itu hilang seketika saat api melahap seluruh badan kendaraan.

"Setelah itu saya pingsan. Begitu bangun sudah di rumah sakit," tambahnya.

Sebelumnya, polisi mengungkap penyebab kecelakaan Bus ALS dengan mobil tangki BBM milik PT Seleraya di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumsel.

Kecelakaan ini terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kelurahan Karang Jayo, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara, Rabu (6/5/2026) siang.

Dalam laporan kepolisian, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas ini berjumlah 16 orang.

Rinciannya: 14 orang dari bus ALS dan 2 orang dari mobil tangki BBM.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.