Sosok Alif, Sopir Bus ALS Tewas Kecelakaan Maut Vs Truk Tangki di Muratara, Asal Jawa Tengah
Weni Wahyuny May 07, 2026 09:32 AM

TRIBUNSUMSEL.COM- Sopir bus Antar Lintas Sumatra (ALS) dilaporkan meninggal dunia dalam tragedi kecelakaan dengan truk tangki BBM di Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan, pada Rabu (6/5/2026) siang.

Diketahui, identitas sopir bus ALS bernama Alif (44 tahun) merupakan warga asal Jawa Tengah.

Bus ALS dengan mobil tangki BBM milik PT Seleraya adu kambing di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumsel sekira pukul 12.39 WIB.

Kecelakaan ini terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kelurahan Karang Jayo, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara, Rabu (6/5/2026) siang.

Baca juga: Detik-detik Bus ALS Terbakar Hebat di Muratara, Korban Tewas Bertambah Jadi 16 Orang, Warga Histeris

KECELAKAAN MAUT- Sederet fakta terkait insiden kecelakaan maut di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Karang Jaya, Muratara pada Rabu (06/05/2026), 16 korban tewas
KECELAKAAN MAUT- Sederet fakta terkait insiden kecelakaan maut di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Karang Jaya, Muratara pada Rabu (06/05/2026), 16 korban tewas (Dokumentasi/Warga)

Dalam laporan kepolisian, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas ini berjumlah 16 orang.

Rinciannya: 14 orang dari bus ALS dan 2 orang dari mobil tangki BBM.

Sementara penumpang selamat diinformasikan 4 orang; kini menjalani perawatan di Puskesmas Karang Jaya, 3 orang mengalami luka bakar serius, dan 1 orang lecet-lecet.

Kemudian pengemudi mobil tangki BBM PT Seleraya atas nama Yanto dan penumpang bernama Martono dilaporkan dalam kondisi meninggal dunia.

Kasat Lantas Polres Muratara, AKP M. Karim, menyampaikan bahwa berdasarkan keterangan kenek bus yang selamat, bus oleng saat menghindari lubang sewaktu melintas di lokasi kejadian.

"Bus masuk lubang akhirnya masuk jalur lainnya, terjadi adu kambing. Sementara mobil tangki posisinya membawa minyak mau bongkar," kata Karim kepada wartawan.

Karim mengungkapkan dugaan penyebab kebakaran yakni diduga berasal dari minyak mentah yang menyambar ke mobil saat kecelakaan.

"Sementara untuk ada motor, itu milik penumpang dalam bus itu, dari bus ALS itu," ujarnya.

Baca juga: Breaking News : 16 Jenazah Korban Bus ALS vs Truk Tangki Terbakar di Muratara Tiba di Palembang

Benturan keras menyebabkan kedua kendaraan mengalami kerusakan parah dan banyak penumpang terjebak di dalam kabin. 

Tim BPBD Muratara bersama Satlantas segera melakukan evakuasi terhadap korban, terutama yang terjepit di dalam kendaraan.

Bus ALS Sering Alami Masalah Mesin

Berdasarkan kesaksian korban selamat, Ngadiono (44) bersama istrinya, Jumiatun (34), penumpang ALS asal Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah tujuan ke Medan, Sumatra Utara (Sumut), sepanjang perjalanan, ia menyaksikan mobil tersebut tidak layak jalan.

Baca juga: 4 dari 16 Korban Tewas Kecelakaan Bus ALS Vs Truk Tangki di Muratara Teridentifikasi, Ini Rinciannya

Bus sempat mengalami kendala (trouble) pada bagian mesin dan radiator yang panas.

Namun, kerusakan tersebut sempat diatasi sopir hingga kenek bus, sehingga bus terus melaju menuju Kabupaten Muratara.

"Sempat rusak bagian mesin dan radiator, sempat diperbaiki lalu jalan lagi," ujar Ngadiono saat memberikan keterangan kepada kepolisian di Puskesmas Karang Jaya, Muratara.

Kekhawatiran Ngadiono pun akhirnya terjadi.

Bus tiba-tiba menghantam sesuatu, kemudian langsung disusul ledakan besar. Api membesar dan membakar bus.

Ngadiono dan istrinya berupaya memanjat dan keluar melalui jendela untuk menyelamatkan diri.

Tak lama kemudian, aksi tersebut disusul oleh seorang penumpang lain.

"Saya langsung refleks melompat keluar disusul istri. Yang saya lihat, kernet juga ikut melompat keluar," ungkapnya.

Ngadiono sempat terpaku menyaksikan api melahap badan bus yang disertai api yang semakin membesar.

Ia juga mendengar jeritan penumpang, lalu suara itu hilang seketika saat api melahap seluruh badan kendaraan.

"Setelah itu saya pingsan. Begitu bangun sudah di rumah sakit," tambahnya.

16 Jenazah Tiba di Palembang

Sebanyak 16 jenazah korban kecelakaan maut antara Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dengan truk tangki di Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara, tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Moh. Hasan, Palembang, Kamis (7/5/2026) subuh. 

Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih delapan jam dari Lubuklinggau, rombongan ambulans mulai tiba pukul 05.10 WIB hingga pukul 05.32 WIB.

Kedatangan rombongan ambulans tampak dikawal kendaraan polantas dan dua orang dokter dari RS Siti Aisyah Lubuklinggau.

Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Moh. Hasan Palembang, AKBP dr. Andrianto mengatakan, tindakan pemeriksaan jenazah akan dilakukan pagi ini dibantu dengan tim DVI yang sudah dibentuk.

"InsyaAllah pagi ini jam 8 pagi kami mulai. Tindakan yang akan dilakukan sesuai dengan yang direncanakan tim DVI, kita juga menunggu tim dari Jakarta," ujar Andrianto.

Pemeriksaan dan proses identifikasi jenazah dibantu oleh 30 orang tenaga medis serta tujuh orang dokter forensik.

"Ada lima dokter forensik dari Jakarta. Jadi total kita ada tujuh dokter forensik yang membantu proses identifikasi," katanya.

Proses identifikasi jenazah akan memakan waktu selama beberapa hari dikarenakan kondisi jenazah yang mengalami luka bakar.

"Karena kondisi jenazah mengalami luka bakar, proses identifikasi cukup sulit dan membutuhkan waktu beberapa hari. Untuk membantu identifikasi, kami mulai mendata dari pihak keluarga mengenai ciri-ciri korban," tuturnya.

Andrianto mengimbau, jika ada pihak keluarga yang merasa kehilangan salah satu anggotanya, silakan menghubungi posko DVI Polri di RS Bhayangkara Moh. Hasan Palembang atau menghubungi call center posko tim DVI 082178038910 (Dokpol).

"Langsung lapor ke posko, nanti akan dijelaskan persyaratannya seperti KTP, ijazah, dan pemeriksaan dokter yang diperlukan," tutupnya. (Aggi Suzatri/Rachmad Kurniawan/Eko Mustiawan/tribunsumsel.com)

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.