Isak Tangis Istri Sopir & Kernet Truk Tangki Korban Tragedi Bus ALS Terbakar di Muratara: Tidak Kuat
Odi Aria May 07, 2026 10:27 AM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Suasana haru menyelimuti kedatangan rombongan ambulans pembawa jenazah korban kecelakaan maut Bus ALS dan truk tangki di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Kamis (7/5/2026).

Di tengah iring-iringan ambulans yang membawa 16 kantong jenazah korban, tampak Usba dan Eka, istri sopir serta kernet truk tangki yang tewas dalam tragedi di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Keduanya datang didampingi keluarga dan anak-anak mereka saat turun dari salah satu kendaraan pengiring ambulans.

Raut wajah sedih tampak jelas dari keduanya, terutama Usba yang beberapa kali mengusap air matanya.

Diketahui Aryanto (48) merupakan sopir truk tangki minyak milik Seleraya yang meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.

Sedangkan Martono (47) yang juga menjadi korban merupakan kernet truk tangki.

Eka mengaku baru mengetahui kabar kecelakaan yang menewaskan suaminya sekitar dua jam setelah kejadian.

“Kami tahu kejadian sekitar jam 3 sore, tempat tinggal kami jauh dari lokasi kejadian. Sampai ke Lubuklinggau saja kami malam,” ujar Eka saat ditemui di RS Bhayangkara Palembang.

Namun saat ditanya lebih jauh terkait firasat sebelum kejadian, Eka mengaku belum mampu berbicara banyak karena masih terpukul.

“Takut gak kuat ngomong,” katanya lirih.

Sementara Usba hanya terlihat diam sambil menahan tangis saat proses penurunan kantong jenazah berlangsung.

Diketahui kecelakaan maut tersebut terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara, Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.

Kecelakaan melibatkan Bus ALS bernopol BK 7778 DL dengan mobil tangki minyak milik Seleraya yang datang dari arah berlawanan.

Berdasarkan informasi kepolisian, Bus ALS yang dikemudikan Alif melaju dari arah Lubuklinggau menuju Jambi dengan membawa sejumlah penumpang.

Saat tiba di lokasi kejadian, sopir bus diduga berusaha menghindari jalan berlubang hingga kehilangan kendali dan masuk ke jalur kanan.

Di saat bersamaan, mobil tangki yang dikemudikan Aryanto bersama Martono melaju dari arah berlawanan hingga tabrakan keras tidak dapat dihindari.

Benturan tersebut menyebabkan kedua kendaraan langsung terbakar hebat.

Akibat insiden itu, sopir dan kernet truk tangki meninggal dunia dalam kondisi terbakar di dalam kendaraan.

Sementara sopir Bus ALS dan sejumlah penumpang lainnya juga dilaporkan tewas akibat terjebak kobaran api.

Total korban meninggal dunia mencapai 16 orang, sedangkan empat korban lainnya selamat dan menjalani perawatan.

Saat ini seluruh jenazah korban berada di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang untuk menjalani proses identifikasi oleh tim DVI Polri. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.