Kesaksian Keluarga Melihat Kondisi Jenazah Aryanto Sopir Truk Tangki Minyak Kecelakaan di Muratara
Weni Wahyuny May 07, 2026 11:32 AM

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG — Duka mendalam dirasakan oleh keluarga Aryanto (49), sopir truk tangki minyak yang tewas usai terlibat kecelakaan dengan Bus Antar Lintas Sumatra (ALS) di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan.

Warga Muratara ini meninggalkan istri dan tiga anaknya.

Keluarga Aryanto datang langsung ke RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang untuk memastikan kondisi jenazah korban.

Maryun (53), paman Aryanto, mengatakan sejumlah anggota keluarga hadir ke rumah sakit, termasuk istri dan anak-anak korban.

Maryun juga mengaku sempat melihat kondisi jenazah korban di rumah sakit dalam kondisi tinggal kerangka saja.

Setelah seluruh proses administrasi selesai, jenazah Aryanto rencananya akan dibawa pulang ke Muratara untuk dimakamkan.

“Aryanto tinggal di Desa Belani, Kabupaten Musi Rawas Utara. Dia memiliki tiga orang anak,” kata Maryun saat diwawancarai di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang, Kamis (7/5/2026).

Menurut Maryun, Aryanto dikenal sebagai sosok pekerja keras dan pribadi yang sopan.

Sebelum menjadi sopir, Aryanto terlebih dahulu bekerja sebagai kenek.

Ia telah bekerja sekitar enam hingga tujuh tahun.

“Kami tentu terkejut saat mendengar kabar Aryanto meninggal dunia. Setelah mendapat informasi dari keluarga bahwa jenazah dibawa ke Palembang, kami langsung datang ke sini,” katanya.

Baca juga: Percepat Identifikasi Korban Bus ALS, Polda Sumsel Buka Posko DVI di RS Bhayangkara Palembang

Istri Tak Bisa Berkata-kata

Isak tangis menyelimuti ruang jenazah RS Siti Aisyah Kota Lubuklinggau, Rabu (6/5/2026).

Di sanalah Usbapermi, istri dari Ariyanto, terduduk lemas meratapi kepergian suaminya yang tewas secara tragis dalam kecelakaan maut di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kabupaten Muratara.

Ariyanto, warga Desa Ketapat Bening, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara, merupakan pengemudi truk tangki BBM milik PT Seleraya yang terlibat tabrakan adu kambing dengan Bus ALS.

Sosoknya dikenal sebagai tulang punggung keluarga yang gigih bekerja demi masa depan anak-anaknya.

Kepergian Ariyanto menyisakan luka yang sangat mendalam bagi sang istri, Usbapermi. Pasalnya, pasangan ini diketahui baru saja melangsungkan pernikahan.

Di tengah masa-masa bahagia membangun rumah tangga baru, maut justru menjemput Ariyanto saat ia sedang menjalankan tugas menuju lokasi pembongkaran BBM di Simpang Jene, Musi Rawas.

"Tak bisa berkata-kata saya," ucap Usbapermi singkat di RS Siti Aisyah dengan mata sembab.

Baca juga: Jeritan Para Penumpang Bus ALS Terjebak Kobaran Api Dalam Kecelakaan Dengan Truk Tangki di Muratara

Ia menceritakan, tidak ada firasat buruk apa pun sebelum kejadian. Sekitar pukul 10.00 WIB, suaminya bahkan sempat mampir ke rumah dan menunjukkan perhatian kecil dengan menanyakan apakah sang istri ingin menitip beli nanas. 

Tak disangka, pertanyaan sederhana itu menjadi komunikasi tatap muka terakhir mereka.

Selain meninggalkan istri, almarhum juga meninggalkan tiga orang anak.

Dua anak tertuanya sudah dewasa, sementara anak bungsunya masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Putra sulung korban, Rangga, mengenakan kenangan terakhirnya melalui sambungan telepon pada malam sebelum kejadian.

Menurut Rangga, percakapan mereka hanya obrolan biasa mengenai kabar masing-masing.

"Kami teleponan seperti biasa, tanya kabar saja," ujar Rangga yang saat kejadian sedang bekerja di tempat cuci steam.

Ia mendapatkan kabar duka tersebut sekitar pukul 15.00 WIB dan diminta pihak keluarga untuk segera menuju rumah sakit. (Linda Trisnawati/Eko Mustiawan/Tribunsumsel.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.