TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEKASI – Pernyataan politikus senior Amien Rais yang belakangan viral di media sosial memicu beragam reaksi.
Dalam video tersebut, Amien Rais diduga melontarkan sentilan tajam terkait kedekatan khusus Presiden RI Prabowo Subianto dengan Teddy Indra Wijaya.
Menanggapi riuhnya perbincangan publik, Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos RI), Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, turut angkat bicara.
Baca juga: Mensos Gus Ipul Murka, Kutuk Keras Kasus Cabul Berkedok Pesantren di Pati: Dosanya Berlipat-lipat!
Menariknya, Gus Ipul tidak memberikan tanggapan yang panjang lebar atau berdebat mengenai substansi tudingan tersebut. Ia justru memberikan respons singkat namun sangat menohok.
Mengingat Kembali Pesan Mendiang Gus Dur
Saat ditemui usai sebuah agenda di Bekasi Utara, Kota Bekasi, pada Rabu (6/5/2026), Gus Ipul merespons santai video viral tersebut.
Ia mengaku bahwa manuver atau pernyataan Amien Rais justru mengingatkannya pada pandangan mendiang Presiden RI ke-4, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.
Tanpa basa-basi, Gus Ipul menegaskan bahwa penilaiannya terhadap sosok Amien Rais selaras dengan apa yang pernah diutarakan oleh Gus Dur di masa lalu.
"Sekali lagi, kalau pak Amiem Rais itu saya selalu ingat apa yang sering disampaikan Gus Dur pada waktu itu. Memang tidak bisa dipercaya. Itu aja," singkat Gus Ipul dengan tegas.
Awal Mula Polemik Video Viral
Polemik ini bermula dari beredarnya sebuah potongan video di media sosial yang memuat kritik Amien Rais. Dalam tayangan itu, Amien menyoroti dan mengkritisi kedekatan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Teddy Indra Wijaya.
Pernyataan tersebut dengan cepat menyebar luas dan membelah opini publik. Sebagian warganet mempertanyakan validitas serta motif di balik tudingan yang dilontarkan Amien Rais.
Namun di sisi lain, ada pula yang menilai bahwa kritik tersebut adalah bagian dari dinamika wajar dalam sebuah negara demokrasi.
Meski isu tersebut memanas di dunia maya, respons Gus Ipul menunjukkan sikap yang enggan ambil pusing dan memilih untuk tidak memberikan panggung lebih jauh terhadap narasi yang dibangun dalam video tersebut.
Laporan: Jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra