Mensos Gus Ipul Murka, Kutuk Keras Kasus Cabul Berkedok Pesantren di Pati: Dosanya Berlipat-lipat!
Hironimus Rama May 07, 2026 10:35 AM

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEKASI – Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos RI), Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, bereaksi keras atas dugaan kasus pencabulan yang terjadi di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Ia secara terbuka menyatakan kekecewaannya dan mengecam tindakan keji yang dinilai mencoreng marwah institusi pendidikan keagamaan.

Saat ditemui di Bekasi Utara, Kota Bekasi, pada Rabu (6/5/2026) malam, Gus Ipul tak bisa menyembunyikan rasa geramnya.

Baca juga: Polisi Periksa Oknum Guru Voli yang Diduga Lakukan Pencabulan Bocah 14 Tahun di Depok

Ia menegaskan bahwa institusi pesantren seharusnya menjadi wadah pembinaan akhlak, bukan justru disalahgunakan oleh oknum untuk perbuatan menyimpang.

“Wah kami terus terang tidak hanya berhati-hati, kami mengecam keras, kami kecewa, kami sungguh-sungguh mengutuk ya ada pesantren dijadikan kedok,” tegas Gus Ipul.

Menurutnya, pelanggaran moral berupa kekerasan seksual yang dilakukan di dalam lingkungan pendidikan agama memiliki bobot kesalahan yang sangat berat secara spiritual maupun sosial.

“Ya ini dosanya berlipat-lipat, saya yakin ini dosanya berlipat-lipat,” tandasnya.

Tuntut Hukuman Maksimal Demi Efek Jera

Gus Ipul meminta penegak hukum untuk memberikan hukuman maksimal kepada oknum pelaku jika terbukti bersalah di mata hukum.

Sanksi berat diperlukan sebagai peringatan keras bagi siapa saja agar kejahatan serupa tidak terulang.

“Kami berharap ya hukuman ini menjadi satu hal yang bisa dilihat tidak saja pembelajaran tapi ini harus menghadirkan efek jera dan menjadi semacam pesan kepada siapapun agar jangan melakukan hal-hal keji seperti ini,” harapnya.

Meski demikian, Gus Ipul juga mengimbau masyarakat luas untuk tetap bijak merespons kasus ini dan tidak mendiskreditkan institusi pesantren secara umum.

“Ya untuk itu kita sama-sama mari berikan pengawasan secara ketat ya dan kita jangan samaratakan, ini banyak pesantren-pesantren yang telah mendidik dengan sungguh-sungguh para santrinya,” imbuhnya.

Fokus Utama Kemensos: Pemulihan dan Masa Depan Santri

Terkait nasib operasional pondok pesantren di Pati tersebut, Mensos menegaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah menjamin hak pendidikan dan keselamatan para peserta didik.

“Yang kami pikirkan adalah santrinya, ya jadi kalau memang dilihat kalau memang harus ditutup maka kita harus carikan solusi santrinya ini seperti apa,” lugasnya.

Ia mengajak seluruh pihak untuk memberikan atensi penuh dalam melindungi para santri, baik korban maupun mereka yang masih berada di lingkungan tersebut.

“Untuk itu mari jaga ini para santri ini, tidak hanya yang jadi korban tapi juga santri yang ada di sana, semuanya harus kita beri perlindungan, kita perlu juga berikan rehabilitasi dan pemberdayaan,” ujarnya.

Sebagai bentuk kehadiran negara, Kementerian Sosial (Kemensos) telah menerjunkan tim ke wilayah Pati untuk melakukan asesmen serta memberikan pendampingan komprehensif.

“Ya kami lakukan pendampingan juga, kami lakukan asesmen juga. Jadi beberapa pendamping kami sedang mencoba untuk melakukan komunikasi, melakukan pendampingan,” paparnya.

Gus Ipul memastikan bahwa pihaknya menyediakan dukungan penuh untuk pemulihan trauma para korban.

“Dan kami siap nanti untuk membantu jika memerlukan layanan-layanan psikososial termasuk tentu adalah layanan residensial,” pungkasnya.

Laporan: Jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.