TRIBUNTRENDS.COM - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengusulkan agar pelaku kericuhan saat aksi May Day di Bandung mendapat pembinaan di barak militer. Ia juga menyinggung program pendidikan karakter berbasis kedisiplinan bagi pelajar di bawah umur.
Sebelumnya, aparat kepolisian mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat dalam kerusuhan saat peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Bandung pada Jumat (1/5/2026). Kericuhan terjadi di kawasan Jalan Tamansari hingga Cikapayang dan diwarnai aksi vandalisme serta pembakaran fasilitas umum.
“Ada (yang ditangkap). Kami belum bisa memberikan detail siapa-siapa yang diamankan, barang bukti dan perbuatan lainnya. Kami masih mendalami motifnya," tutur Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan dilansir dari Antara.
"Yang jelas ini bukan aksi penyampaian pendapat, yang ada pengerusakan,” tegas Rudi.
Menanggapi insiden tersebut, Dedi Mulyadi menyampaikan usulan agar para pelaku mendapat pembinaan melalui program pendidikan ala barak militer. Pernyataan itu disampaikannya saat berada di Sumedang, Minggu (3/5/2026).
Menurut Dedi, pendidikan berbasis disiplin di lingkungan militer tidak hanya berisi latihan fisik, tetapi juga bertujuan menanamkan nilai tanggung jawab sosial dan wawasan kebangsaan.
Baca juga: Dedi Mulyadi Salurkan Santunan Korban KRL Bekasi Rp 50 Juta, Tak Peduli Asal KTP
“Nanti bisa juga diarahkan mereka untuk mengikuti program pendidikan barak militer supaya mereka mengerti arah bangsa ini ke mana dan apa yang harus dilakukan,” ujar gubernur yang akrab disapa KDM itu, Minggu, dikutip dari Kompas TV.
Meski demikian, Dedi menegaskan program tersebut bukan untuk menggantikan proses hukum yang berlaku. Ia menilai pembinaan dapat berjalan beriringan dengan penanganan hukum, khususnya bagi pelaku yang masih di bawah umur.
“Kita lihat aspek hukumnya. Di dalamnya kan ada pembinaan, kita lihat aspek KUHP-nya, berarti pidana anak di bawah umur,” katanya.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat sendiri diketahui tengah menyiapkan program pendidikan karakter berbasis kedisiplinan yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026. Program itu disebut akan diikuti sekitar 250 peserta, termasuk ketua OSIS dari sejumlah sekolah.
Dedi mengatakan para pelaku kerusuhan May Day memungkinkan untuk ikut dalam program pembinaan tersebut.
“Bulan Juni ini ada sekitar 250 orang, termasuk para ketua OSIS, yang akan mengikuti pendidikan barak militer itu. Itu bisa saja mereka masuk untuk ikut dibina,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dedi menilai kericuhan yang terjadi bukan bagian dari aksi May Day yang digelar para buruh. Ia menyebut peringatan Hari Buruh di Bandung secara umum berlangsung kondusif.
“Bukan kasus May Day."
Karena itu, Dedi Mulyadi mengusulkan pendekatan pembinaan karakter melalui pendidikan barak militer sebagai salah satu solusi bagi pelaku kerusuhan, terutama yang masih berstatus pelajar. (Tribuntrends.com/Grid.ID/Widy Hastuti Chasanah)