Pengakuan Korban Selamat Kecelakaan Bus ALS, Sebut Kendaraan Tak Layak: Saya Keluar Lewat Jendela
Listusista Anggeng Rasmi May 07, 2026 12:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Peristiwa kecelakaan maut yang melibatkan bus ALS dan truk tangki di Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, menyisakan duka mendalam bagi para korban dan keluarga.

Di tengah tragedi mengerikan tersebut, pasangan suami istri bernama Ngadiono (44) dan Jumiatun (34) berhasil selamat dari maut.

Keduanya diketahui merupakan penumpang bus ALS tujuan Medan, Sumatera Utara.

Ngadiono mengaku sejak awal perjalanan sudah merasa ada yang tidak beres dengan kondisi bus yang mereka tumpangi.

Saat melintas di Jalan Lintas Sumatera atau Jalinsum, ia melihat kendaraan tersebut tampak tidak layak jalan.

Sepanjang perjalanan, bus beberapa kali mengalami gangguan teknis yang membuat penumpang merasa khawatir.

Menurut Ngadiono, bus sempat mengalami masalah pada bagian mesin serta radiator yang mengalami panas berlebih.

Meski demikian, sopir dan kenek bus tetap berusaha memperbaiki kerusakan tersebut agar perjalanan dapat dilanjutkan.

Baca juga: Sosok Sopir Truk Tangki Tewas Kecelakaan dengan Bus ALS Baru Nikah, Ini Permintaan Terakhir ke Istri

KECELAKAAN BUS - Evakuasi 16 orang yang tewas terbakar setelah kecelakaan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) menabrak truk tangki muatan minyak di Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum), wilayah Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Rabu (6/5/2026).
KECELAKAAN BUS - Evakuasi 16 orang yang tewas terbakar setelah kecelakaan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) menabrak truk tangki muatan minyak di Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum), wilayah Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Rabu (6/5/2026). (Dokumentasi/Polisi)

"Sempat rusak bagian mesin dan radiator, sempat diperbaiki lalu jalan lagi," ujar Ngadiono saat memberikan keterangan kepada sumber kepolisian yang meminta keterangan di Puskesmas Karang Jaya, Muratara.

Setelah diperbaiki, bus kembali melaju menuju wilayah Muratara meskipun kondisi kendaraan dinilai belum sepenuhnya aman.

Kekhawatiran Ngadiono akhirnya benar-benar terjadi ketika bus tiba-tiba menghantam sesuatu di tengah perjalanan.

Benturan keras itu langsung disusul ledakan besar yang membuat suasana berubah mencekam dalam hitungan detik.

Api dengan cepat membesar dan mulai melahap seluruh bagian bus yang dipenuhi penumpang.

Dalam kondisi panik, Ngadiono bersama istrinya berusaha menyelamatkan diri dengan memanjat dan keluar melalui jendela bus.

Tak lama kemudian, aksi nekat mereka diikuti oleh penumpang lain yang juga berusaha meloloskan diri dari kobaran api.

"Saya langsung refleks melompat keluar disusul istri. Yang saya lihat, kernet juga ikut melompat keluar," ungkapnya.

Setelah berhasil keluar, Ngadiono hanya bisa terpaku menyaksikan api yang terus membesar dan membakar badan bus hingga hangus.

Ia juga mengaku mendengar jeritan para penumpang dari dalam kendaraan sebelum suara-suara itu perlahan menghilang saat api melahap seluruh badan bus.

"Setelah itu saya pingsan. Begitu bangun sudah di rumah sakit," tambahnya.

Sementara itu, berdasarkan laporan kepolisian terkait kecelakaan di Jalinsum, Kelurahan Karang Jayo, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara, Rabu (6/5/2026) siang, tercatat sebanyak 16 orang meninggal dunia, terdiri dari 14 penumpang bus ALS dan 2 orang dari mobil tangki BBM milik PT Seleraya.

Baca juga: 16 Penumpang Bus ALS Tewas di Tempat, Kendaraan Hangus Terbakar Usai Tabrak Truk Tangki di Sumsel

KECELAKAAN MAUT - Kondisi bus ALS yang hangus setelah menabrak mobil truk tangki muatan minyak di Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum), wilayah Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan hingga menyebabkan 16 orang tewas, Rabu (6/5/2026). (Dokumentasi/Polisi)

Kronologi Kejadian

Sementara itu, penumpang selamat diinformasikan berjumlah 4 orang yang kini menjalani perawatan di Puskesmas Karang Jaya, 3 orang mengalami luka bakar serius dan 1 orang luka lecet.

Adapun identitas pengemudi bus ALS yakni Alif (44 tahun) warga Jawa Tengah dengan kenek Saf (50) meninggal dunia, serta M. Fadli dalam kondisi selamat dan hanya mengalami luka goresan.

Kemudian, pengemudi mobil tangki BBM PT Seleraya atas nama Yanto meninggal dunia dan penumpangnya, Martini, juga meninggal dunia.

Kasat Lantas Polresta Muratara, AKP M. Karim, menyampaikan bahwa berdasarkan keterangan kenek bus yang selamat, bus oleng saat menghindari sesuatu sewaktu melintas di lokasi kejadian.

"Bus masuk lubang akhirnya masuk jalur lainnya, terjadi adu kambing. Sementara mobil tangki posisinya membawa minyak mau bongkar," kata Karim kepada wartawan.

Karim mengungkapkan dugaan penyebab kebakaran berasal dari minyak mentah yang menyambar ke mobil saat kecelakaan terjadi.

"Sementara untuk adanya motor, itu milik penumpang di dalam bus tersebut," ujarnya.

(Tribunnewsmaker.com/ TribunSumsel/ Eko Hepronis)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.